Buku yang banyak disukai orang adalah buku-buku yang memiliki alur menarik. Para pembaca merasa bahwa buku dengan alur menarik bisa membuat mereka hanyut dalam cerita sehingga cerita dalam buku seolah-olah mereka alami secara nyata. Berbeda halnya dengan buku yang mempunyai alur monoton dan membosankan, pasti cerita tersebut tidak banyak dibaca oleh orang. Bayangkan jika ternyata cerita yang kamu buat alurnya membosankan, sedih, bukan? Oleh karena itu, sebagai seorang penulis dari ceritamu, kamu perlu menciptakan alur yang menarik dan tidak membosankan.

Eits, tenang. Berikut ada tips-tips yang bisa kamu coba untuk menghasilkan alur cerita menarik. 

Sumber: pexels.com

Jadilah Berbeda, Out of The Box

Berpikir out of the box berarti berpikir yang tidak seperti orang lain pikirkan, atau istilah mudahnya orang lain tidak pernah berpikir seperti yang kamu pikirkan. Kalau biasanya penulis cerita membuat alur yang runtut, mulai dari perkenalan, konflik, klimaks, lalu penyelesaian maka kamu bisa membuat yang berbeda dari itu. Coba pikirkan di luar alur yang sudah biasa tersebut. 

Misalnya, kamu meletakkan konflik sebagai pembuka cerita. Itu adalah hal yang boleh saja dilakukan, asal transisi dari pembuka (konflik) ke bagian selanjutnya bisa diterima, jelas, dan tidak membingungkan. Dengan membuat alur yang berbeda atau baru tersebut ceritamu akan dicap sebagai cerita yang punya alur menarik. Beranikan diri untuk menciptakan alur yang berbeda dengan lainnya, tetapi juga tetap logis.

Masukkan Potongan Teka-Teki dalam Cerita

Sebuah cerita dikatakan menarik ketika cerita tersebut mampu membuat pembaca penasaran. Langkah yang bisa dilakukan adalah dengan memasukkan potongan teka-teki dalam cerita. Teka-teki ini bisa berupa potongan penyelesaian yang disisipkan dalam konflik. Misalnya, ketika kamu membuat cerita thriller, kamu bisa menyisipkan beberapa petunjuk terkait pembunuh yang sebenarnya sebelum cerita selesai. Nah, hal ini bisa membuat pembaca menebak sekaligus merasa penasaran, apakah tebakan mereka benar atau tidak. 

Sumber: bacakilat.com

Jangan Ragu Memberikan Plot Twist

Kata siapa cerita yang baik itu adalah cerita yang berakhir indah? Tidak kalah banyak cerita yang berakhir tragis atau menyedihkan, tetapi tetap dicap sebagai cerita yang baik atau menarik. Dalam hal ini, kamu bisa menyisipkan plot twist pada ceritamu. Plot twist ini adalah perubahan alur cerita yang bisa meruntuhkan ekspektasi pembaca pada awalnya. Perubahan di sini benar-benar berbeda dengan apa yang digambarkan penulis di awal-awal. Memang tak sedikit pembaca yang kurang suka akan hal seperti ini, tetapi plot twist bisa menjadi sebuah kejutan untuk pembaca. 

Seorang penulis sah-sah saja jika ingin menggunakan plot twist untuk membuat ceritanya lebih menarik. Tidak mudah memang dalam membuat plot twist yang bisa diterima oleh banyak orang, tetapi ada banyak cara yang bisa kamu pelajari, bisa dari e-course kepenulisan, buku-buku tentang pembuatan cerita, dan lain-lain. Biasanya, penulis akan membuat pembaca percaya tentang kisah yang diceritakan di awal sehingga saat ada plot twist, pembaca akan terkejut dan tidak mengira hal itu akan terjadi. 

 

Itulah tiga dari beberapa tips yang ada dalam dunia kepenulisan tentang membuat alur cerita yang menarik. Dari ketiga poin di atas, kamu bisa mulai menerapkannya pada cerita yang kini sedang kamu tulis atau yang akan kamu tulis. Selain menggunakan tips-tips di atas, jangan lupa juga untuk memperhatikan kaidah kepenulisan yang ada. Bagi kamu yang sudah lama terjun di dunia kepenulisan, di jasa menulis buku misalnya, kamu pasti paham akan kaidah-kaidah yang harus diperhatikan. 

Jadi, cerita dengan alur seperti apa yang ingin kamu tulis? 

Bagikan Ke:

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.