Asma nadia atau yang memiliki nama asli Asmarani Rosalba adalah seorang penulis yang berasal dari Jakarta. Adik kandung Helvy Tiana Rosa—penulis muda—ini mulai memasuki dunia kepenulisan sejak menciptakan lagu di sekolah dasar.

 

Setelah itu, Asma Nadia mulai aktif dalam menulis cerpen, puisi, dan resensi di media sekolah. Asma memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor setelah lulus dari SMA 1 Budi Utomo, Jakarta. Akan tetapi, kuliah yang dijalani tidak sampai tamat karena penyakit yang dideritanya. Meski harus istirahat demi kesehatannya, semangat dan obsesi Asma dalam menulis sangat besar. Keluarga dan orang yang menyayanginya pun tak henti untuk terus memberi dorongan, motivas, dan semangat kepada Asma untuk terus menulis.

 

Asma tetap aktif mengirimkan tulisannya ke beberapa majalah Islam. Hingga akhirnya sebuah cerpennya yang berjudul “Imut” dan “Koran Gondrong” pernah mendapat juara I Lomba Menulis Cerpen Pendek Islami (LMCPI) tingkat nasional yang diadakan oleh majalah Aninda (1994—1995). Dari situlah mulai lahir karya-karya besarnya. Banyak dari karyanya yang berhasil diekranisasi atau diadaptasi dari novel ke layar lebar dan sinema eletronik di salah satu stasiun TV Indonesia. Tidak hanya itu, beberapa karyanya juga berhasil mendapatkan penghargaan Adikarya IKAPI dan penghargaan lainnya. Lebih jelasnya, berikut beberapa karya Asma Nadia yang booming dan telah mendapat apresiasi.

  • Assalamualaikum, Beijing! (diangkat ke layar lebar)
  • Catatan Hati Seorang Istri (dijadikan sinetron di RCTI)
  • Cinta Tak Pernah Menari (memenangkan Pena Award)
  • Derai Sunyi (mendapat penghargaan Majelis Sastra Asia Tenggara)
  • Dialog Dua Layar (mendapat pengahargaan Adikarya IKAPI)
  • Emak Ingin Naik Haji (diangkat ke layar lebar)
  • Jilbab Treveler: Love Sparks in Korea (diangkat ke layar lebar)
  • Rembulan di Mata Ibu (mendapat pengahargaan Adikarya IKAPI)
  • Surga yang Tak Dirindukan 1 dan 2 (diangkat ke layar lebar)

 

Bahkan kabarnya, series film Surga yang Tak Dirindukan ini akan berlanjut dengan series yang ketiga. Kabarnya, film Surga yang Tak Dirindukan 3 ini akan tayang pada awal bulan Ramadan tanggal 16 April 2021.

 

Dari bakat dan hobi menulisnya tersebut, Asma Nadia mendirikan penerbitan sendiri, yaitu Asma Nadia Publishing House yang dirintis tahun 2009. Tidak hanya itu, Asma Nadia juga mendirikan Yayasan Asma Nadia, yaitu sebuah yayasan dengan fokus utama beramal kepada yang membutuhkan. Setelah mendirikan yayasan tersebut, Asma juga mendirikan Rumah Baca Asma Nadia yang telah tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Yayasan dan rumah baca tersebut digunakan untuk membantu anak-anak kurang mampu dan anak yatim piatu di Indonesia.

 

Semangat dan prestasi yang diraih Asma Nadia ini dapat menjadi pemicu semangat penulis-penulis lain untuk tetap serta terus berkarya. Menulis sebagai satu juta warisan peradaban.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.