Siapa bilang profesi penulis hanya untuk segelintir orang dengan usia remaja atau dewasa? Siapa pun boleh berkarya, tidak memandang bulu dan usia. Adalah Naura Athaya Sharif, gadis cilik asal Malang yang telah menulis banyak buku. Dari Naura, kita belajar bahwa usia tidak menjadi hambatan untuk seorang anak dapat berkarya dan menjadi penulis yang terkenal. Naura memiliki impian untuk menjadi penulis buku yang best seller. Untuk lebih mengenal Naura, kami sudah menyiapkan banyak informasi yang bisa kamu ambil hikmahnya.

Menulis Sejak Kelas 2 SD

Gadis yang akrab disapa Atha ini telah menulis banyak cerita semenjak ia duduk di bangku kelas 2 SD. Lahir di Kota Malang, Atha mampu membuktikan bahwa tidak ada batasan untuk seseorang berkarya, terutama usia. Atha menganggap bahwa kegiatan menulis itu adalah kegiatan yang menyenangkan. Menurutnya, menjadi penulis memiliki banyak manfaat, apalagi saat namanya mulai tenar.

Sumber: posbunda.com

Meski masih mengenyam pendidikan sekolah, Atha masih bisa mengimbangi kegiatan sekolah dengan kegiatan menulisnya. Ia tidak merasa kesulitan saat mendapatkan tugas sekolah karena pasalnya tugas sekolah itu cenderung banyak menugaskan soal tulisan.

Bagaimana Atha Memperoleh Ide?

Dalam suatu kesempatan, dihadapan sekitar 50-an pelajar SD, Atha berbagi pengalaman terkait bagaimana ia belajar memainkan imajinasinya untuk memperoleh ide yang menarik. Menurutnya, ide adalah hal penting yang diperlukan sebelum menulis sebuah tulisan. Ia juga mengatakan bahwa untuk bisa mendapatkan ide, Atha biasanya membaca buku dan merenung atau mengkhayal. Impiannya menjadi penulis buku best seller membuat dirinya terus bekerja keras. Setiap kali menulis, Atha selalu berharap antusias masyarakat terhadap karyanya tinggi.

Karya-karya Naura

 

Sumber: zalora.co.id

Naura sempat terhimpun dalam sebuah lini yang bernama KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya). Atha sudah berhasil melahirkan beberapa buku hingga mampu berangkat ke Korea Selatan atas penghargaan yang diterimanya dari penerbit buku mayor di Indonesia. Bahkan sepulang dari Korea, Atha menulis buku hasil perjalanannya itu dengan judul Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) Goes to Korea. Meski buku ini ditulis bersama dua orang temannya, tetapi karya itu mampu menjadi bukti yang tak terlupakan baginya. Beberapa karya Atha lainnya, yaitu Squishy Idaman dan Dilarang Masuk Rumah. Bahkan hingga saat ini, Atha terus berkarya dan menorehkan prestasi.

Dengan munculnya penulis-penulis cilik seperti Naura Athaya ini, semoga bisa menjadi motivasi untuk kita agar terus semangat menulis dan melahirkan karya-karya yang luar biasa. Semangat berkarya, ya!

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping