Siapa sih yang gak kenal dengan Risa Saraswati? Hingga kini, Risa telah melahirkan 16 novel horor yang laris manis di kalangan pembaca. Sebagai penulis novel-novel horor, Risa memiliki banyak pengalaman yang mendukung tulisannya. Terlebih Risa memiliki kemampuan spesial, yaitu bisa berkomunikasi dengan makhluk yang tak kasatmata. Bagaimana seorang Risa saat menulis karya-karya horornya, mulai dari mendapat ide hingga liku-liku yang dia alami?

Bagaimana Risa mendapatkan data cerita?

Memiliki kemampuan yang spesial membuat Risa sering didatangi oleh makhluk-makhluk halus. Mereka yang datang ke Risa bercerita tentang bagaimana kehidupannya selama masih hidup hingga mengapa mereka meninggal. Hal ini membuat Risa terinspirasi untuk menuliskan cerita-cerita mereka dalam sebuah karya tulis, yaitu berupa novel.

Akan tetapi, tidak semua cerita dari mereka ditulis oleh Risa. Risa masih melakukan seleksi untuk cerita-cerita yang dianggapnya menarik dan menyentuh perasaannya. “Kalau mati bunuh diri gara-gara putus cinta tanpa story ya males saya ceritain,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

Setelah memilih cerita mana yang akan ditulis, Risa kemudian mencoba untuk berkomunikasi lagi dengan hantu yang memiliki cerita tersebut. Sama halnya penulis lain yang melakukan wawancara kepada narasumber ketika ingin menulis tentang sosok yang bersangkutan,  Risa juga melakukan hal yang sama sebelum memulai menulis. Bedanya, objek yang diwawancarai bukanlah manusia, tetapi sosok hantu. Risa melakukan wawancara untuk menggali cerita-cerita terkait sosok narasumbernya.

Sumber: boombastis.com

Bagaimana Risa mengolah data cerita?

Setelah mendapatkan data dari narasumber, Risa mulai mengeksekusi cerita tersebut. Ia jjuga menimbang soal bohong atau tidaknya suatu cerita yang disampaikan narasumbernya. Ia bercerita kalau ada salah satu narasumbernya, yang sudah dianggpnya sebagai teman, yaitu sosok Hendrik—hantu anak Belanda. Apa yang diceritakan Hendrik berbeda-beda setiap kali Hendrik datang. Risa pun merasa bingung untuk memilih mana cerita yang benar.

Selama proses menulis cerita, Risa kerap merasa ngeri karena sering didatangi hantu-hantu yang ingin kisahnya juga diceritakan. Bahkan ada salah satu sosok yang sering mengikuti Risa untuk meminta Risa segera menyelesaikan tulisan kisahnya. Ngeri juga, ya? Akan tetapi, hal ini bisa jadi motivasi bagi Risa untuk segera menyelesaikan tulisannya.

Nah, bagaimana menurutmu kisah Risa dalam menulis buku horornya? Apakah kamu akan menjadi Risa yang kedua?

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.