Okky Puspa Madasari atau yang lebih dikenal dengan Okky Madasari merupakan penulis kelahiran Magetan, Indonesia. Wanita lulusan S-1 Jurusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada ini dikenal dengan kritik sosial dalam fiksinya yang menyoroti masalah sosial, seperti ketidakadilan dan diskriminasi. Hampir dari seluruh tulisan yang diciptakannya mengandung unsur kemanusiaan.

Setamatnya dari kuliah, Okky Madasari memutuskan untuk memilih berkarier di bidang jurnalistik, yaitu sebagai seorang wartawan. Kemampuan menulisnya kemudian terus diasah dan berkembang hingga novel pertamanya terbit pada tahun 2010, dengan judul Entrok. Novel tersebut mengisahkan kehidupan di Indonesia pada zaman Order Baru. Novel-novel lainnya pun menyusul untuk diterbitkan, seperti Maryam dan Pasung Jiwa. Kedua novel tersebut bersama Entrok berhasil menarik perhatian para pembaca dan akhirnya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Jerman, dan Arab.

Lewat karya-karyanya tersebut, Okky Madasari berhasil memperoleh salah satu penghargaan sastra paling prestisius di Indonesia, yaitu Penghargaan Sastra Khatuliswa 2012. Selain karya fiksi, Okky Madasari juga menulis karya non-fiksi. Karya non-fiksi pertamanya ini merupakan hasil dari penelitian Okky terhadap perkembangan sastra di Indonesia yang lebih bernuansa ilmiah. Karya kesepuluhnya ini berjudul Geanologi Sastra Indonesia: Kapitalisme, Islam, dan Sastra Perlawanan.

Tak hanya itu, Okky Madasari juga aktif membuat tulisan ringan yang merespons fenomena-fenomena sosial yang terjadi di Indonesia. Terutama pada kolom rubrik yang memuat catatan-catatan ringan dan kritis terhadap fenomena yang sedang terjadi. Pandangannya yang kritis dan solutif dalam memandang suatu permasalahan membuat tulisan-tulisan Okky Madasari sangat menarik dan perlu untuk dibaca.

Berikut kutipan dari novel Maryam karya Okky Madasari.

Hati yang sudah terikat oleh beban tak bisa menghasilkan apa-apa selain kegelisahan dan ketidakpuasan.”

Bagaimana, tertarik untuk membaca karya-karyanya? Yuk, baca karya-karya Okky Madasari.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.