Banyak orang yang memilih untuk menulis di waktu-waktu sisa. Padahal, dalam melakukan proses menulis kita perlu mengalokasikan waktu khusus untuk bisa melakukannya. Hal tersebut memang merupakan kebiasaan yang lazim dilakukan oleh para penulis. Namun, kebiasaan ini dapat menjadi kebiasaan buruk yang akan merugikan kita. Apalagi itu dapat membuang waktu berharga kita.

Di sisi lain, saat kebiasaan membuang-buang waktu terus dilakukan selama proses menulis  maka tulisan yang diimpikan tidak akan pernah selesai. Mungkin banyak dari kita yang tidak sadar bahwa telah banyak membuang banyak waktu setiap harinya. Hal ini secara tidak langsung juga akan menunda kegiatan yang sudah dijadwalkan, terlebih produktivitas kita dalam menulis.

Ada empat kebiasaan membuang-buang waktu yang harus benar-benar dihilangkan. Apa saja kebiasaan-kebiasaan itu?

1. Kurang perencanaan

Disadari atau tidak, perencanaan merupakan cara yang cukup efektif untuk mewujudkan suatu kegiatan. Tanpa adanya perencanaan, eksekusi kegiatan menjadi amburadul dan tidak akan terkelola dengan baik.

2. Suka menunda

Ah nanti aja deh,” “Ah masih banyak waktu.”

Ungkapan-ungkapan di atas secara langsung akan menstimulus otak untuk tidak segera mengerjakan proses menulis yang akan dilakukan. Ujung-ujungnya malah berakhir pada penundaan.

3. Tidak membatasi waktu bermain media sosial

Di zaman yang serba digital, media sosial menjadi sarana yang sangat menyita waktu. Tentunya, jika hal ini terus dibiarkan justru akan merugikan diri sendiri karena tidak terasa waktu terbuang sia-sia.

4. Selalu berkata, “Ya” tanpa perhitungan

Orang Indonesia, khususnya dalam budaya Jawa sering kali merasa sungkan menolak ucapan atau ajakan dari orang lain. Tanpa disadari, sudah terlalu banyak janji yang dibuat dan tidak bisa ditepati sesuai dengan rencana. Hal ini juga akan secara langsung menyita waktu untuk aktivitas sehari-hari.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.