Siapa bilang kalau menulis buku motivasi harus ditulis oleh orang dewasa yang sudah memiliki banyak memiliki banyak pengalaman. Pemikiran tersebut dipatahkan oleh seorang remaja bernama Andrew Ryan Samuel. Di usianya yang masih 16 tahun, ia sudah merilis buku motivasi bertajuk The Trigger to Everything. Hal ini tentu saja menjadi hal yang sangat menginpirasi karena di usianya yang masih belia sudah bisa menghasilkan karya yang begitu bermanfaat.

Pemikiran yang Berbeda

Andrew memang memiliki pemikiran yang berbeda dengan anak-anak seusianya. Dia tidak tertarik dengan kegiatan menulis novel. Tetapi, ia justru lebih tertarik mencari cara untuk membantu orang lain bisa termotivas untuk menulis sebuah buku yang dapat memberikan manfaat bagi para pembaca, salah satunya adalah buku motivasi.

Tentu saja sangat jarang kita temukan anak muda dengan pemikiran seperti ini. Ia merasa jika menulis novel tidak akan memberikan manfaat dan inspirasi untuk orang lain. Namun jika ia menulis buku motivasi maka bisa memberikan dampak motivasi dan inspirasi yang nyata bagi para pembacanya. Kebermanfaatan buku yang ditulisnya menjadi pertimbangan besar remaja ini menulis buku motivasi.

Harapan Besar Pada Buku Motivasi Andrew

Dalam buku motivasinya yang baru dirilis, Andrew memilih untuk menggunakan bahasa Inggris di dalamnya. Ia merasa ketika menulis dalam bahasa Inggris menjadi lebih nyaman dan mudah. Apalagi memang background pendidikannya yang saat ini bersekolah di Singapore School Pantai Indah Kapuk.

Selain karena memang lebih nyaman menggunakan bahasa Inggris, Andrew memang sudah memiliki harapan besar untuk buku yang ditulisnya. Ia berharap bukunya bisa go international dan memberikan manfaat untuk lebih banyak lagi orang di luar sana. Impian terbesar Andrew saat ini adalah menjadi seorang motivator terkenal seperti salah satu idolanya, yaitu John Maxwell.

Dalam buku The Trigger to Everything ini, Andrew ingin memberikan pesan pada setiap remaja yang merasa kurang percaya diri. Ia merasa harus ambil tindakan dengan adanya banyak remaja saat ini yang mengalami krisis percaya diri. Andrew merasa senang jika bisa bermanfaat untuk orang lain. Hebatnya lagi, semua hasil penjualan bukunya akan disumbangkan kepada yayasan bernama Saab Shares.

Andrew tidak bertujuan untuk mendapatkan banyak keuntungan karena merasa ia belum membutuhkan banyak uang saat ini. Sehingga ia memilih untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Pilihan untuk menulis buku motivasi dilakukan sebagai aksi nyata Andrew untuk memberikan manfaat dan pengaruh terhadap masalah yang dihadapi remaja saat ini, tentunya hal ini sangat menginspirasi untuk dilakukan juga oleh orang lain.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.