Siapa sih yang gak pernah menulis karya ilmiah? Mulai dari makalah saat zaman sekolah hingga skripsi atau tesis saat kuliah, pasti kamu juga pernah menulis salah satunya, bukan? Dalam menulis karya ilmiah, tentu hal pokok yang harus ada adalah data. Bayangkan saat kamu mau sidang skripsi dan ternyata gak ada data yang kamu lampirkan, tentunya gak bakal di-acc, kan? Bahkan bisa jadi muncul kemungkinan terburuk, kamu gak lulus sidang! Mengerikan!

Nah, selain menjadi aspek penting dalam sebuah karya ilmiah, ternyata data juga bisa dicantumkan dalam buku populer, seperti buku pengembangan diri. Apa itu buku pengembangan diri? Lantas apa sih peran data untuk buku pengembangan diri? Baca penjelasan berikut!

Buku Pengembangan Diri

Tahukah kamu apa itu buku pengembangan diri?

Sumber: kantin.id

Gambar di atas memuat salah satu contoh buku pengembangan diri atau self-improvement, masyarakat kerap kali juga menyebutnya dengan buku motivasi. Sesuai dengan judul dan tagline-nya, buku tersebut berisi tentang hal-hal yang perlu diketahui pembaca agar bisa menjalani hidup yang bahagia.

Buku pengembangan diri atau yang lebih dikenal dengan istilah selfimprovement ini kini telah banyak peminatnya. Sesuai dengan namanya, buku dengan genre ini mengangkat tema-tema yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari yang dimaksudkan untuk bisa mengembangkan diri pembacanya. Dengan kata lain, diharapkan mampu membuat pembaca merasa termotivasi setelah mendapat nilai-nilai positif yang ada dalam buku

Peran Sebuah Data dalam Buku Pengembangan Diri

Agar bisa menjadi buku yang bisa memotivasi dan membangkitan semangat pembaca tentu buku harus dikemas dengan baik, salah satu cara mengemas buku pengembangan diri yang baik adalah dengan menambahkan data-data.

Data-data yang tercantum dalam buku pengembangan diri bisa digunakan penulis sebagai penguat akan apa yang ia sampaikan agar tidak bersifat subjektif. Dengan begitu, pembaca juga akan semakin yakin dengan gagasan dalam buku karena ada bukti data yang dicantumkan.

Sebuah data dapat menggambarkan representasi fakta yang tersusun secara terstruktur. Dapat dikatakan bahwa data merupakan suatu objek, kejadian, atau fakta yang terdokumentasikan dengan memiliki kodifikasi yang terstruktur untuk suatu atau beberapa entitas. Dalam buku pengembangan diri, jika kamu tertarik untuk mencantumkan data maka kamu bisa melakukan beberapa hal, seperti melakukan survei, mencari data dalam buku-buku ilmiah, atau mencari data melalui hasil dari sebuah penelitian.

Jadi, selain buku-buku ilmiah, buku pengembangan diri juga bisa memiliki data-data seperti hasil penelitian.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.