Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com/

Bagi seluruh warga Indonesia, tanggal 17 Agustus merupakan momen yang sangat bersejarah dan dinanti-nantikan. Peringatan merdekanya Republik Indonesia ini membawa banyak keistimewaan di setiap tahunnya. Banyak agenda dan acara yang dilangsungkan untuk memeriahkan dirgahayu Indonesia, mulai dari upacara bendera, lomba-lomba, dan banyak lagi lainnya. Biasanya, apa yang kamu lakukan ketika memperingati kemerdekaan RI? Ikut upacara bendera, menyanyikan lagu Indonesia Raya, atau mengumandangkan Teks Proklamasi?

Berbicara mengenai Teks Proklamasi, sebenarnya ada beberapa fakta unik tersembunyi yang perlu kamu ketahui sejarahnya. Wah, apa saja itu? Yuk, intip!

 

Dibuat dengan Waktu Singkat

Teks Proklamasi yang pertama kali dibacakan oleh Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta Pusat menandai kemerdekaan Republik Indonesia. Teks yang setiap tahun dibacakan saat upacara bendera 17 Agustus ini ternyata proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup singkat, yaitu selama 2 jam. Pada saat itu, Jumat, 17 Agustus 1945, naskah Teks Proklamasi disusun oleh Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, dan Soebardjo di ruang makan kediaman Laksamana Tarashi Maeda yang terletak di Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta. Naskah tersebut terdiri dari dua alinea yang dibuat selama 2 jam.

 

Para Penyusun

Bagi kamu yang belum tahu, Teks Proklamasi dirumuskan oleh beberapa pihak. Paragraf pertama misalnya, diusulkan oleh Ahmad Soebardjo dan paragraf kedua atas usulan Mohammad Hatta. Setelah selesai, naskah diketik oleh Sayuti Melik menggunakan mesin tik. Melangsir dari laman kemendikbud.go.id, naskah hasil tulisan tangan Ir. Soekarno sempat dibuang karena dianggap tidak diperlukan lagi sebab sudah ada versi ketik. Namun, seorang tokoh pers bernama Burhanuddin Mohammad Diah setelah perumusan naskah dibacakan, menyimpan naskah tersebut sebagai dokumen pribadi. Pada 1995, naskah asli tersebut diserahkan ke Presiden Soeharto yang kini disimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia.

Sumber: pintarnesia.com

Ada Dua Versi

Sebelum naskah Teks Proklamasi dibacakan, sebelumnya Ir. Soekarno menuliskan konsep teks tersebut dalam selembar kertas. Naskah ini kemudian disebut sebagai Teks Proklamasi Klad, di mana teks ditulis asli oleh Ir. Soekarno dan dikoreksi oleh Moh. Hatta. Sementara naskah hasil ketikan Sayuti Melik disebut dengan naskah Teks Proklamasi Otentik. Dua lembar naskah ini ternyata telah mengalami sebagian perubahan. Kata “Proklamasi” diubah menjadi “P R O K L A M A S I”, kata “Hal2” diubah menjadi “Hal-hal”, “tempoh” jadi “tempo”, “Djakarta, 17-8-‘05” jadi “Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05”, dan “Wakil2 bangsa Indonesia” jadi “Atas nama bangsa Indonesia”. Selain itu, pada naskah Klad tidak ada tanda tangan ir. Soekarno, tetapi di naskah Otentik terdapat tanda tangan Ir. Soekarno.

 

Arti Tahun 05 dalam Teks Proklamasi

Mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya, kenapa tahun yang ditulis dalam naskah Teks Proklamasi  bukan 1945, melainkan 05. Ternyata, ketika perumusan Teks Proklamasi, Indonesia saat itu sedang menggunakan kalender Kaisar Jimmu (kalender Jepang) dan arti 05 itu adalah “tahun 2605” yang mana itu merupakan tahun saat itu dalam kalender Jepang. Oleh karena itu, baik di naskah Klad maupun hasil ketikan Sayuti Melik, tetap ditulis 05 sebagai penanda tahun ditulisnya Teks Proklamasi.

 

Itulah empat fakta di balik sejarah perumusan naskah Teks Proklamasi yang selama ini mungkin banyak dari kita yang belum tahu. Sebagai warga negara Indonesia, tentu kita perlu tahu sejarah ini agar semangat perjuangan kemerdekaan terus tersalurkan kepada kita hingga anak cucu nantinya, apalagi selama perayaan kemerdekaan RI.

Semangat juga bisa diwujudkan dalam bentuk menciptakan karya, lho. Misalnya, buku. Kamu bisa menulis dan berbagi pengetahuan dengan menerbitkannya di penerbit buku tepercaya. Apalagi saat ini juga sudah ada jasa menulis buku yang bisa kamu gunakan untuk membantu menyelesaikan tulisanmu.

Semangat kemerdekaan, semangat berkarya!

 

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping