Hayo, siapa di antara kamu yang dulu masih sempat berlangganan dan sering membaca Majalah Bobo. Siapa yang dulu tidak sabar menunggu setiap edisi baru terbit? Kalau kalian pernah melakukannya, fiks kita seangkatan. Nah, kali ini, kita akan flashback untuk membahas sekelumit tentang Majalah Bobo.

Majalah yang menjadi bacaan popular anak-anak Indonesia sejak hampir lima dekade terakhir ini terbit pada 14 April 1973. Meski telah lama menjadi bacan favorit banyak anak Indonesia, mungkin masih banyak di antara kamu yang belum tahu mengenai Majalah Bobo ini. Apalagi untuk kamu anak milenial yang belum tahu atau bahkan belum pernah membaca Majalah Bobo ini.

Diadaptasi dari Majalah di Belanda

Terbitnya Majalah Bobo ini bermula dari halaman anak-anak di Harian Kompas. Atas inisiatif pendiri Kompas, Jakob Oetama, halaman anak-anak ini kemudian dikembangkan menjadi majalah anak-anak, yaitu Majalah Bobo yang kemudian diterbitkan pertama kali pada tanggal 14 April 1973.

Majalah Bobo sebenarnya adalah versi Indonesia dari majalah serupa di Belanda. Untuk edisi berbahasa Indonesia, Majalah Bobo ini terbit setu kali dalam seminggu. Sementara untuk Bobo Junior yang merupakan adaptasi langsung dari Belanda terbit satu kali dalam dua minggu. Keduanya diterbitkan di Kelompok Kompas Gramedia. Di Belanda sendiri, Majalah Bobo diterbitkan bulanan oleh Penerbit Blink.nl.

Slogan Majalah Bobo adalah “Teman Bermain dan Belajar”. Dengan begitu, majalah ini memiliki tujuan untuk memberi pendidikan kepada anak melalui bacaan yang menarik sekaligus memuat unsur permainan untuk anak. Majalah ini dinamakan Majalah Bobo karena pada sampul majalah terdapat karakter kelinci yang bernama Bobo. Seekor kelinci biru yang mengenakan sweater merah bertuliskan huruf “b” dan memakai celana biru ini memiliki sifat nakal yang menjadi maskot Majalah Bobo.

Si Kelinci Biru, Maskot Majalah Bobo

Sumber: antsyfancy.wordpress.com

Mulai dari Cerita hingga Soal Pelajaran

Majalah Bobo adalah majalah anak-anak pertama yang berwarna di Indonesia. Awalnya, Majalah Bobo terdiri dari 16 halaman kertas koran. Karena diadaptasi dari majalah yang ada di Belanda maka sebagian isi dari Majalah Bobo Indonesia ini berasal dari bahan-bahan di Majalah Bobo Belanda yang bahasanya telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Namun, kini isi Majalah Bobo seluruhnya dibuat dan dikerjakan oleh Staf Redaksi Bobo Indonesia. Isi dan penampilannya pun semakin menarik dan bervariasi, hanya nama dan karakter tokohnya yang masih tetap sama. Selain menyediakan cerita yang menarik, majalah anak ini juga menyediakan artikel-artikel juga soal-soal pelajaran SD dari kelas satu sampai kelas enam.

Majalah Bobo hadir dengan Cerita yang Berbeda-beda Setiap Edisinya

Sumber: shopee.com

Setelah membaca artikel di atas, memorimu tentang momen-momen membaca majalah ini pasti terbuka, kan? Dari sekian banyak cerita di Majalah Bobo yang pernah kamu baca, cerita tentang apa yang menjadi favorit atau yang masih kamu ingat?

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.