Apakah Anda pernah menonton film layar lebar “Sang Penari” yang diperankan oleh Prisia Nasution dan Oka Antara? Jika iya, itu artinya Anda sudah mengenal salah satu karya besar dari sastrawan sekaligus budayawan termahsyur Indonesia, Ahmda Tohari. Film “Sang Penari” ini diangkat dari novelnya yang berjudul “Ronggeng Dukuh Paruk”. Novel ini merupakan novel trilogi yang ditulis pada 1981 dan masuk dalam jajaran karya sastra yang  berpengaruh di Indonesia. Bahkan, novel ini sukses diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Inggris, Jerman, Belandam Cina, Jepang, Spanyol, dan Italia.

Dalam suatu acara peluncuran buku di Ampera (2017), Ahmad Tohari telah merangkum lima poin formula dalam menulis buku. Bagi Anda penulis yang ingin menjadi penulis profesional maka Anda bisa menyimak lima formula berikut.

  1. Kekuatan berimajinasi

Menurut Ahmad Tohari, menulis itu sangat membutuhkan yang namanya berimajinasi, terutama untuk para penuis buku fiksi seperitnya. Saat berimajinasi, ide-ide akan bermunculan bahkan bisa jadi akan memunculkan ide-ide yang bringas dan tidak biasa. Nah, melalui berimajinasi inilah kemudian kita bisa memiliki ide atau gagasan yang akan kita tulis.

  1. Peka terhadap gejala sosial

Seorang penulis harus memiliki rasa kepekaan terhadap apa yang terjadi di sekitarnya karena cerita-cerita yang hidup biasanya bermula dari fakta yang ditemui di kanan-kiri. Dengan memiliki bekal peka terhadap gejala sosial ini akan membuat penulis memiliki ciri realis dan surealis. Dengan begitu, tulisan-tulisan yang dihasilkan pun akan memiliki atmosfer yang sangat bisa dirasakan karena tekah terjadi di kehidupan nyata.

  1. Menggunakan kalimat yang logis

Kalimat menjadi komponen terpenting yang harus memiliki keselarasan satu dengan yang lain. Keselarasan ini muncul dari masing-masing kalimat yang mengandung unsur kelogisan. Artinya, kalimat yang digunakan oleh seorang penulis hendaknya menggunakan kalimat yang bisa diterima dan dinalar oleh pembaca sehingga tidak akan menimbulkan kontroversi. Dengan begitu, pemilihan diksi yang pas pun harus diperhatikan.

  1. Selain kalimat logis, gunakan juga kalimat yang anggun

Anggun di sini memiliki arti kalimat yang berima dan memiliki diksi yang pas. Oleh karena itu, seorang penulis juga harus banyak membaca untuk bisa mengetahu ragam diksi yang ada di bahasa Indonesia. Dengan rima dan diksi yang pas maka pembaca akan menikmati tulisan kita.

Itulah tips dan trik menulis buku dari sastrawan Ahmad Tohari. Setelah menyimak tips di atas, sudah siapkah Anda menjadi penulis yang hebat seperti Ahmad Tohari?

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.