Sebelum kita menulis, alangkah baiknya kita harus mengetahui beberapa istilah di dalam dunia kepenulisan. Apa sih tujuannya? Semua ini dilakukan agar kita dapat menulis dengan baik dan tidak tergagap-gagap saat ada seseorang yang menanyakan istilah tersebut pada para ahlinya (yaitu kita sebagai seorang penulis). Beberapa istilah ini sebenarnya sering kita jumpai namun kita sering lupa dengan penyebutan dari istilah tersebut sehingga ketika ada seseorang yang bertanya kepada kita sebagai penulis, kita akan bingung untuk mencari jawabannya.

Apa saja sih istilah-istilah tersebut?

Jujur saja, ketika kita mendengar istilah blurb, PoV, Genre, dan yang lainnya mungkin terasa asing di telinga kita. Kita akan bertanya-tanya, ‘Apa sih blurb itu?’, ‘Apa sih PoV itu?’, dan seterusnya. Padahal seharusnya pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak boleh dilontarkan oleh seorang penulis. Haram hukumnya ketika ada penulis yang bertanya seperti itu. Oleh karena itu, kali ini kita akan mengupas tuntas mengenai istilah-istilah tersebut.

Genre

Kita pasti sering mendengar ketika seseorang mengatakan, ‘Ah, aku tidak menyukai karya yang berbau romance karena terlalu menye-menye’, ‘Kalau film aku lebih menyukai film action atau thriller saja sekalian karena lebih seru’, dan sebagainya.  Tahukah kalian bahwa romance, action, dan thriller adalah salah satu contoh genre loh.

Akan tetapi, di dalam karya sastra genre lebih dikenal sebagai jenis karya sastra sesuai dengan makna kata genre dalam bahasa Prancis. Aristoteles pernah mengatakan bahwa jenis-jenis karya sastra itu ada 3 macam, yakni epik, lirik, dan drama. Seiring berjalannya waktu, teori yang dikemukakan oleh Aristoteles kemudian berkembang sehingga jenis-jenis karya sastra tidak melulu pada epik, lirik, dan drama.

Alur

Mungkin untuk istilah alur tidak asing lagi di telinga seorang penulis, baik penulis fiksi maupun nonfiksi. Alur itu sangat penting loh di dalam dunia kepenulisan sebab alur digunakan sebagai jembatan untuk merangkai peristiwa di dalam cerita untuk mencapai titik klimaksnya. Di dalam karya nonfiksi, alur juga unsur yang harus digunakan oleh penulis. Ketika kita ingin menyampaikan mengenai parenting, kita harus mengetahui urutan-urutan dalam penyampaiannya. Kita akan memulai pembahasan ini dari mana, kemudian membahas tentang apa, hingga solusi apa yang sebaiknya digunakan. Ketika kita tidak menerapkan alur di dalam tulisan kita, pembaca akan kebingungan untuk menangkap maksud dari karya kita.

Point of View (PoV)

Akhir-akhir ini istilah PoV sangat ramai digunakan di sosial media. Sayangnya, banyak di antara netizen yang salah kaprah dengan istilah ini. PoV adalah akronim atau singkatan dari Point of View yang berarti sudut pandang. Di dalam karya-karya bahasa Indonesia, sudut pandang digunakan oleh penulis untuk menceritakan tokoh. Penulis bisa menceritakan dengan sudut pandang orang pertama maupun sudut pandang orang ketiga.

Setting atau Latar

Setting atau latar selalu kita gunakan di dalam kegiatan menulis. Latar biasanya dicantumkan oleh penulis untuk menerangkan waktu terjadi, tempat terjadi, serta bagaimana situasi saat peristiwa sedang terjadi. Dengan adanya latar di dalam sebuah karya yang kita tulis, pembaca seolah-olah akan ikut dan masuk ke dalam karya kita. Pembaca seolah-olah memposisikan dirinya sebagai tokoh di dalam karya tersebut.

Blurb

Mungkin istilah blurb masih asing di telinga kita sebagai seorang penulis, terlebih lagi penulis pemula. Mereka akan bertanya-tanya mengenai blurb itu apa, bentuknya seperti apa, bagaimana penulisannya, dan masih banyak lagi. Padahal sebenarnya blurb itu sering kita jumpai dalam kehidupan kita. Ketika kita pergi ke toko buku, sudah pasti kita akan membaca bagian belakang buku terlebih dahulu agar mengetahui jalan cerita yang disuguhkan oleh penulis. Nah, bagian belakang yang ditulis oleh penulis itulah yang dinamakan blurb.

Blurb itu sama saja dengan sinopsis. Akan tetapi kebanyakan orang lebih mengenal istilah sinopsis daripada blurb. Jadi jangan bingung lagi ketika mendengar istilah blurb saat ditanya oleh orang lain.

Penjelasan di atas adalah beberapa istilah dalam dunia kepenulisan yang jarang kita ketahui. Ketika kita telah mempelajari beberapa istilah tersebut, kita tidak akan lagi kebingungan saat ditanya oleh orang lain, terlebih lagi ketika ingin menerbitkan sebuah buku kemudian pihak penerbit menanyakan terkait blurb kemudian penulis tidak tahu istilah blurb ya alangkah sangat malunya sebagai seorang penulis.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.