Siapa sih yang tidak mengenal nama J.K. Rowling? Ya, J.K. Rowling adalah penulis yang terkenal lewat karyanya, Harry Potter. Tahukah kalian nama asli J.K. Rowling? J.K. Rowling memiliki nama asli Joanne Kathleen Rowling. J.K. Rowling merupakan nama penanya. Orang-orang lebih mengenal sosok penulis kisah Harry Potter sebagai J.K. Rowling bukan Joanne Kathleen Rowling.

Apa sih nama pena itu?

Kita pasti sering mendengar seorang penulis yang lebih terkenal dengan nama samarannya. Nah, nama lainnya ini disebut nama pena. Nama pena digunakan oleh seorang penulis karena ada maksud dan tujuan tertentu. Tak jarang, orang-orang lebih mengenal seorang penulis melalui nama penanya dan nama tersebut membesarkan dirinya di dunia kepenulisan. Dalam bahasa Prancis, istilah nama pena disebut “nom de plume”. Istilah tersebut kemudian berkembang dan berubah penyebutan istilahnya menjadi “pseudonyme”.

Alasan Penulis Menggunakan Nama Pena

Penulis sengaja menggunakan nama pena untuk beberapa maksud dan tujuan. Nama pena juga dapat digunakan oleh penulis untuk ‘menyelamatkan’ dirinya dari berbagai bahaya yang mengancam saat terjun di dunia kepenulisan. Biasanya, para penulis ingin mengungkapkan sebuah ‘misteri’ yang belum terkuak di dalam sebuah tulisan. Pengungkapan inilah yang dapat mengundang bahaya bagi dirinya jika menggunakan identitas aslinya sebagai penulis. Nah, melihat contoh kasus di atas, kita akan mengupas tuntas mengenai alasan penggunaan nama pena yang digunakan oleh para penulis.

Penulis sengaja menggunakan nama pena untuk menutupi jati dirinya

Di Indonesia, nama pena pertama kali digunakan oleh penulis pada zaman Orde Baru. Para penulis menggunakan nama pena untuk melindungi jati dirinya dari bahaya politik. Tidak hanya itu saja, para penulis juga menggunakan nama pena dalam tulisannya karena dirinya tidak ingin ada orang lain yang dapat mengusik hidupnya. Biasanya, para pembaca yang tidak menyukai karya dari si penulis pasti akan langsung meneror si penulis melalui sosial medianya. Tak segan-segan, para pembaca akan melontarkan kata-kata yang tidak mengenakkan kepada si penulis. Hal inilah yang membuat penulis merasa terganggu hidupnya.

Penulis ingin lebih mudah diingat dan dikenal

Di antara kita pasti lebih mengenal sosok penulis Harry Potter dengan sebutan J.K. Rowling bukan? Nah, ini adalah salah satu tujuan Joanne Kathleen Rowling menggunakan nama pena. Beliau ingin dirinya lebih mudah dikenal oleh para pembacanya. Ketika orang menyebutkan ‘itu lo si Joanne, penulis Harry Potter’ pasti akan terdengar asing di telinga sehingga J.K. Rowling memutuskan untuk membuat nama pena agar lebih easy listening dan lebih mudah diingat oleh pembacanya.

Penulis tidak ingin namanya tertukar dengan orang lain yang kebetulan namanya sama dengan dirinya

Pemberian nama yang dilakukan oleh para orang tua tidak menutup kemungkinan terdapat kesamaan dengan orang lain. Jika kita memiliki kesamaan hanya kesamaan nama saja, mungkin tidak terlalu berarti. Namun ketika kita memiliki profesi yang sama yakni sebagai penulis kemudian kita juga memiliki kesamaan nama, sudah pasti para pembaca akan bingung.

Contohnya, kita diberi nama Siti oleh kedua orang tua kita. Kita adalah seorang penulis buku parenting. Kita berasal dari Bandung. Di sisi lain, ada seseorang bernama Siti. Dia seorang penulis novel ber-genre romance dan berasal dari Bandung pula. Sebagai pembaca, pasti akan bingung ketika kita menggunakan nama asli kita sebagai penulis. Untuk menghindari kebingungan itulah, nama pena perlu diberlakukan untuk penulis.

Masih banyak lagi alasan beberapa penulis menggunakan nama pena. Selain beberapa maksud dan tujuan di atas, penulis menggunakan nama pena agar terkesan lebih menjual. Penulis juga menggunakan nama pena untuk menghindari ‘salah alamat’ yang dilakukan oleh para pembaca karena nama asli kita mirip dengan penulis lain. Penggunaan nama pena sebenarnya tidak wajib dilakukan oleh para penulis. Nama pena dapat digunakan sebagai alternatif saja untuk menghindari beberapa hal.

Jadi, nama pena apa yang ingin kalian gunakan ketika membuat sebuah karya?

 

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.