Tak kenal maka tak sayang. Sebelum memulai proses menulis, alangkah baiknya penulis mengenal seluk beluk PUEBI terlebih dahulu. PUEBI adalah salah satu teman baik seorang penulis. Seorang penulis harus benar-benar mengenal PUEBI. Bagai sayur kurang garam pasti tidak akan enak rasanya, sama halnya ketika penulis tidak menerapkan PUEBI dalam karya tulisnya. Pasti ada sesuatu yang terasa kurang jika penulis tidak mengenal PUEBI.

 

Apa sih PUEBI itu? Apa bedanya dengan EYD?

PUEBI dan EYD itu sebenarnya sama saja. PUEBI adalah akronim dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia sedangkan EYD adalah akronim dari Ejaan yang Disempurnakan. PUEBI ini disusun untuk menyempurnakan EYD. PUEBI berisi pedoman-pedoman untuk menulis sesuai kaidah bahasa Indonesia yang benar baik pedoman penulisan kata, pemakaian huruf, penggunaan tanda baca, dan sebagainya.

Kemunculan PUEBI awalnya untuk menggantikan posisi EYD yang sejak 30 November 2015 telah dicabut dan tidak berlaku sesuai dengan keputusan Permendiknas 50/2015. Namun seiring berjalannya waktu, PUEBI selalu digunakan sebagai pedoman dalam berbahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah. Meski tidak semua orang menggunakan PUEBI dalam berbahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidahnya, akan tetapi PUEBI selalu menjadi senjata yang digunakan saat berperang.

 

Penggunaan PUEBI sebagai Senjata untuk Berperang

Penggunaan PUEBI masih terlihat asing bagi orang awam. Mayoritas orang bahkan tidak tahu mengenai keberadaan PUEBI. Bahkan mereka juga tidak menyadari bahwa PUEBI ini unsur yang sangat penting dalam dunia bahasa Indonesia. Mengingat kita tinggal di Indonesia dan bahasa sehari-hari yang digunakan adalah bahasa Indonesia maka seharusnya sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita harus menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidahnya yang telah diatur dalam PUEBI agar ketika bertemu dengan orang asing tidak mempermalukan negeri kita yang tercinta ini.

Ibarat makhluk ciptaan-Nya yang memiliki kitab suci sebagai pedoman hidup, PUEBI juga bisa dianalogikan sebagai pedoman hidup bagi warga Indonesia untuk berbahasa Indonesia sesuai dengan kaidah yang telah diatur. Tanpa sadar, masyarakat Indonesia tidak pernah menggunakan PUEBI sebagai pedoman hidupnya dalam berbahasa. Padahal, PUEBI sebenarnya bisa dijumpai dan diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.

PUEBI biasanya digunakan sebagai senjata untuk berperang dalam kegiatan berbahasa Indonesia baik kegiatan kebahasaan, kesusastraan, maupun kegiatan pembelajaran. Bagi guru bahasa Indonesia, penulis, maupun seorang ahli yang bergerak di bidang bahasa seharusnya PUEBI bisa menjadi sahabat karibnya. PUEBI tidak boleh dilupakan dan wajib diikutsertakan dalam kegiatan berbahasa kita agar seluruh proses kebahasaan ini sesuai dengan kaidah.

 

Perlu Adanya Pembiasaan

Membiasakan seseorang untuk selalu menggunakan PUEBI dalam setiap kegiatan berbahasa memang sulit. Sulit bukan berarti tidak bisa. Segala sesuatu yang terlihat sulit akan mudah dilalui jika kita membiasakannya. Sama halnya ketika kita sulit untuk bangun pagi. Ketika harus membiasakan diri kita untuk tidak tidur larut malam agar di esok hari bisa bangun pagi dan menikmati indahnya dunia di pagi hari.

Ketika kita sudah terbiasa untuk menggunakan PUEBI sebagai pedoman hidup kita dalam kegiatan berbahasa maka kita akan terbiasa untuk berbahasa Indonesia sesuai dengan kaidah yang telah diatur. Tidak hanya itu saja, kita juga dapat menambah informasi dan pengetahuan kita terkait penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidahnya.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.