Apa kamu pernah melihat seorang anak yang sebenarnya usianya sudah cukup, tetapi masih belum lancar membaca, bahkan berbicara? Eits, jangan buru-buru berasumsi anak tersebut malas belajar atau bodoh. Bisa saja anak tersebut mengidap disleksia. 

Disleksia adalah sebuah peristiwa otak yang salah mengartikan informasi. Kondisi ini menyebabkan pengidapnya menjadi kesulitan membaca, menulis, atau membedakan huruf-huruf, seperti sering terbalik antara huruf b, d, p, dan q. Namun jangan khawatir, disleksia dapat diatasi melalui terapi profesional maupun nonprofesional. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mengajari anak disleksia.

 

Membaca Keras

Pada cara ini, kamu bisa membacakan sebuah teks dengan keras, tetapi dengan ritme yang teratur dan tidak terlalu cepat agar anak disleksia dapat memahami bagian mana yang kamu baca. Setelah itu, pelan-pelan ajak anak untuk ikut membaca bersama.

Sumber: kompasiana.com

 

Bermain Balok Huruf

Balok huruf dapat menjadi media belajar yang efektif untuk anak disleksia. Gunakan balok-balok berwarna dan kamu bisa mengajak anak disleksia untuk menyebutkan huruf-hurufnya dan berlatih menyusun kata-kata. Setelah mereka berhasil menyusun sebuah kata, ajak anak untuk menuliskan kata tersebut di buku.

Sumber: sears.com

 

Menyanyikan Lagu ABC

Ajak anak disleksia untuk bernyanyi ABC bersama. Tunjukkan huruf-hurufnya dalam ukuran yang besar agar anak mengingat hurufnya dengan jelas. Kamu juga bisa membuat poster berisi huruf-huruf dan menempelkannya di kamar anak sehingga anak bisa melihatnya setiap saat mereka ada di kamar.

Sumber: toledolibrary.org

 

Jangan Lupa Beri Jeda

Kamu memang harus tegas dan konsisten dalam melatih anak disleksia agar bisa membaca. Namun, baik si anak maupun pengajarnya juga perlu waktu untuk beristirahat. Beri anak jeda untuk makan makanan favoritnya atau ajaklah mereka bermain. Memberi apresiasi untuk mereka juga penting agar mereka merasa dihargai dan tidak merasa gagal dalam belajar.

Sumber: familyservicesnew.org

 

Ikut Kelompok Dukungan

Kelompok pendukung adalah suatu grup yang berisi orang-orang dengan pengalaman yang mirip. Dengan mengikuti kelompok dukungan, kamu bisa saling berbagi cerita dengan orang lain. Kamu dapat mengambil pelajaran dari cerita dan pengalaman orang, begitu pula kamu sangat dipersilakan untuk menceritakan pengalamanmu mengajari anak disleksia.

Sumber: ccy.jfcs.org

 

Itu dia beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengajari anak yang mengidap disleksia. Memang bukan perkara mudah dan membutuhkan ketelatenan, tetapi kalau kamu yakin, pasti bisa! Selain itu, kamu juga bisa menambah wawasanmu tentang disleksia dengan membaca buku-buku bertema disleksia yang bisa kamu beli di toko buku atau di penerbit buku Malang.

Nah, kalau kamu punya pengalaman dengan anak-anak disleksia, kamu bisa membagikan pengalamanmu  itu dengan menuliskannya menjadi sebuah buku. Dalam hal ini, kamu bisa bekerja sama dengan perusahaan jasa ghostwriter Malang untuk membantu menyusun pengalaman-pengalamanmu menangani anak disleksia menjadi sebuah buku yang bisa dibaca banyak orang. Yuk, mulai sekarang jangan khawatir menghadapi anak disleksia karena ternyata ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya. Asyik, bukan?

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping