
Sebagai manusia, tentu kita memiliki banyak rencana akan hidup kita. Bahkan rencana untuk beberapa tahun yang akan datang bisa jadi sudah terbayangkan. Tak ada yang salah dengan setiap rencana yang kita buat. Namun, kita harus ingat bahwa manusia hanya bisa berencana, Tuhanlah yang menentukan apakah rencana tersebut dapat terwujud atau ternyata ada rencana lain yang sudah Ia siapkan untuk hidup kita.
Novel “Hope of Happiness” karya Dewi Lendyani adalah salah satu novel yang memberikan banyak pelajaran dalam menghadapi setiap cobaan yang datang silih berganti dalam hidup. Novel ini menjadi novel remaja-dewasa yang segar karena mengangkat konflik yang berbeda dengan novel romance pada umumnya. Bagaimana konflik yang hadir pada novel ini? Serta apa saja yang penulis hadirkan hingga menjadikanya berbeda? Berikut ulasannya untuk Sobat Litera.
Kisah Putih Abu-Abu

Novel karya Dewi Lendyani ini bermula dari kisah putih abu-abu seorang anak kembar identik yang bernama Intan dan Berlian. Keduanya meskipun kembar identik, tetapi memiliki watak yang berkebalikan. Penggambaran watak setiap tokoh dalam novel ini sangat jelas, baik dalam bentuk deskripsi maupun dialog. Intan memiliki watak yang mudah tersulut emosinya, ceplas-ceplos, dan pemberontak. Sedangkan Berlian gadis yang kalem, feminin, dan halus tutur katanya.
Layaknya kisah putih abu-abu yang tak lepas dari kisah persahabatan dan percintaan, tokoh utama dalam novel ini, Intan, juga mengalami hal yang sama. Intan memiliki sahabat bernama Astrid dan tak lama saat menduduki bangku sekolah, tepatnya saat ia berumur 17 tahun, juga memiliki pacar bernama Arif. Cerita lain dari gadis tersebut yang turut membuat novel ini menarik adalah sebuah pelanggaran yang dilakukannya di sekolah dengan cara bertukar sekolah dengan sang adik kembar, Berlian. Siapa sangka kalau pembaca dibuat kaget juga oleh kelakuan Intan. Ide yang konyol, tapi ia senang dan menikmatinya, layaknya remaja pada umumnya yang senang mencoba hal baru yang sudah jelas melanggar sebuah aturan.
Kisah putih abu-abu tersebut ditutup dengan sibuknya para siswa untuk mencari kehidupan selanjutnya setelah masa sekolah, entah akan melanjutkan kuliah atau bekerja. Impian Intan sendiri sederhana, ia ingin menjadi seorang pelukis dan hidup bahagia bersama dengan orang yang dicintainya. Namun, tidak mudah untuk mewujudkan impian tersebut. Lantas, bagaimana jalan yang akhirnya Intan pilih?
Mengarungi Kehidupan Rumah Tangga
Kisah percintaan Intan yang turut menjadi topik utama dalam novel ini sangat menarik untuk diulas. Kekasihnya yang ia temui di bangku sekolah menengah atas ternyata tidak berakhir indah sesuai dengan yang ia harapkan. Hal tersebut terjadi karena Intan harus menjalani LDR dan di tengah-tengah perjalanan itu ia dijodohkan oleh orang tuanya kepada Angga, anak dari teman baik ibunya.

Kisah rumah tangga Intan dan suaminya yang berprofesi sebagai dokter berjalan dengan baik. Romansa pengantin baru yang berbunga-bunga dan penuh suka cita juga turut mereka rasakan. Namun, sebuah pengkhianatan muncul dalam rumah tangga mereka. Kehidupan rumah tangga tidak semudah yang terlihat di film-film romance. Ternyata menikah dan memiliki anak bukanlah jaminan untuk mendapatkan kebahagiaan. Banyak tantangan yang harus dihadapi seperti yang terjadi pada rumah tangga Intan.
Dewi Lendyani sebagai penulis mengemas kisah percintaan Intan ini dengan sangat apik. Situasi kehidupan rumah tangga berhasil digambarkan lewat dialog para tokoh. Selain itu, novel ini memiliki banyak kejutan yang tak terduga akan terjadi pada setiap babnya. Sama halnya dengan hari yang kita jalani, tak luput dari kejutan indah atau justru sebaliknya. Kegagalan rumah tangga Intan dalam novel ini semoga bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua dalam membangun rumah tangga.
Masalah yang Kompleks
Berbeda dengan novel pada umumnya, runtutan cerita demi cerita dengan masalah yang selalu hadir kepada tokoh utamanya membuat pembaca ikut masuk ke dalam isi bukunya. Pembaca juga ikut merasakan ketegangan dan ketakutan saat suasana genting itu terjadi. Masalah seperti apa yang diangkat oleh Dewi Lendyani?
Masalah yang terjadi pada pernikahan Intan yang pertama hingga membuat rumah tangganya kandas ternyata tidak berhenti di situ saja. Ia mencoba membuka hati dan menikah untuk yang kedua kalinya. Pada pernikahan kedua ini lagi lagi Intan diterpa sebuah masalah, Dewi Lendyani sangat cerdas dalam membuat jalan cerita pada novel ini. Tak heran karena background dari pendidikan dan profesinya yang berada pada bidang studi Bahasa Indonesia.

Saat membaca novel ini rasanya seperti mengalir tidak terburu-buru. Masalah yang kompleks tidak menjadikan novel ini seperti novel berat, tetapi justru menjadi novel ringan untuk menemani waktu luang di sela-sela kesibukan kita. Masalah yang hadir juga tidak hanya pada tokoh utama, tetapi juga pada toko pendamping lainnya. Misalnya pada tokoh Astrid, sahabat dari Intan. Astrid memiliki adik yang juga baru menikah. Namun, Adik dari Astrid nasibnya hampir sama dengan Intan yaitu ditinggal oleh suaminya. Masih banyak masalah lainnya yang turut hadir dan membawa sebuah pesan untuk para pembaca. Oleh karena itu, Sobat Litera wajib membaca novel ini.
Bangkit dari Keterpurukan
Begitu banyak cobaan yang datang ke hidup Intan. Mulai dari rumah tangganya yang hancur, ditambah lagi ia harus kehilangan adik kesayangannya untuk selama-lamanya. Intan juga menjadi penyintas salah satu penyakit mematikan. Tidak bisa dibayangkan jika kita berada di posisi Intan. Namun, sosok Intan dalam novel ini mampu melewati setiap masalah yang hadir, bukan tanpa sebab tentunya. Kedua orang tua Inta serta buah hatinya dan juga Astrid sahabatnya menjadi kekuatan besar bagi Intan untuk bisa bangkit kembali dari setiap keterpurukannya.
Tidak ada kejadian yang luput dari rencana Allah. Ujian dan cobaan yang dialami Intan pun terjadi atas kehendak-Nya. Allah sayang kepada setiap hamba-Nya. Cobaan yang datang bertubi-tubi pada kita tentu karena Allah tahu kita mampu melewatinya. Yakinlah bahwa ada hal indah yang sudah Allah persiapkan untuk setiap hamba-hamba-Nya. Pesan mendalam inilah yang ingin disampaikan oleh Dewi Lendyani sebagai penulis novel Hope of Happiness.

Banyak sekali hikmah yang dapat diambil dari novel ini. Kisah Intan dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, atau mungkin Sobat Litera pernah menemukan kisah serupa secara langsung. Dari kisah ini kita bisa belajar bahwa menerima takdir, ikhlas atas peristiwa pahit yang dialami, dan selalu bersyukur untuk kesempatan hidup adalah langkah yang harus kita ambil jika mengalami sebuah masalah atau cobaan. Tak lupa untuk selalu berdoa dalam setiap sujud panjang kita. Langitkan setiap harapan karena Allah Maha Mendengar.
