Hamil merupakan masa yang sangat penting bagi seorang perempuan, masa untuk menantikan kehadiran sang buah hati di dunia. Masa kehamilan ini bukanlah masa yang mudah untuk dijalani. Oleh karena itu, masa ini harus dijalani dengan perencanaan agar proses kehamilan berjalan dengan lancar. Dilangsir dari hellosehat.com, sebelum masa kehamilan ada banyak nutrisi yang perlu disiapkan. Kehamilan yang tidak direncanakan dengan baik dapat memberikan dampak buruk, baik bagi sang ibu maupun bayinya.

Dalam merencanakan kehamilan, perlu mempersiapkan diri dengan baik. Bisa dengan mengetahui hal-hal seputar kehamilan, mulai dari masa trimester kehamilan, perubahan yang terjadi pada tubuh, gejala-gejala yang dialami ibu hamil dan cara mengatasinya, hingga ke penyakit-penyakit yang sering diderita atau dialami oleh ibu hamil.

 

Hal yang Perlu Diketahui

Selain berdiskusi dengan dokter kandungan, ada cara lain yang bisa digunakan untuk menggali informasi terkait kehamilan, yaitu dengan membaca buku, artikel di internet, atau majalah yang membahas mengenai kehamilan. Jika pergi berdiskusi dengan dokter, sampaikan apa yang menjadi keluhan selama masa kehamilan. Hal ini sangat penting agar sang dokter mengetahui riwayat kesehatan sang ibu demi terwujudnya masa kehamilan yang sesuai harapan.

Selain menyampaikan keluhan atau kesehatan, sang ibu juga perlu menyampaikan obat-obatan apa yang sedang dikonsumsi dan gaya hidup sang ibu sehari-hari. Dengan demikian, dokter akan memberi penjelasan maupun jalan keluar untuk semua permasalahan yang dialami. Selain itu, bertanya mengenai anjuran dan pantangan menjadi ibu hamil juga sangat dianjurkan.

Sumber: Dokumen Litera Mediatama

Dalam buku Kehamilan Terencana untuk 9 Bulan Antigalau yang ditulis oleh dr. Tritia Widiantara, Sp.OG. berisi kisah-kisah yang selama ini banyak dialami oleh ibu hamil. Dikemas dengan gaya bahasa yang ringan membuat buku ini mudah untuk dipahami. Selain kisah ibu hamil, buku karya dokter kandungan ini juga mengulik bagaimana seorang dokter kandungan dalam menangani pasien ibu hamil.

Buku tersebut juga mengatakan bahwa hal buruk bisa saja terjadi jika tidak adanya perencanaan kehamilan yang baik dan tepat, baik itu bagi ibu maupun anaknya, bahkan sampai pada tahap kematian. Terlebih saat pandemi saat ini, di mana kondisi kesehatan merupakan aspek utama yang menjadi prioritas.

 

Penyakit yang Sering Dialami Ibu Hamil

Sebagaimana yang telah disampaikan di awal, bahwa ibu hamil rentan akan penyakit. Terlebih jika kesehatan dasar sang ibu tidak baik. Pasti akan membawa pengaruh buruk bagi dirinya juga calon bayinya.

Dalam buku Kehamilan Terencana untuk 9 Bulan Antigalau, diceritakan setidaknya ada delapan penyakit yang sering dialami ibu hamil. Kedelapan penyakit tersebut adalah penyakit semasa kehamilan di usia muda, kehamilan di usia lebih dari 35 tahun, preeklamsia, anemia, perdarahan prasalin dan pascasalin, terlalu sering hamil, hingga penyakit semasa kehamilan di luar nikah.

Dari penyakit-penyakit yang dirasakan, perlu adanya penanganan ataupun pencegahan agar tidak lagi timbul penyakit. Dengan pemenuhan gizi yang seimbang, bisa menjaga kesehatan ibu hamil. Kandungan vitamin D dan zat besi yang cukup juga bisa menjadi kunci ibu hamil selama masa kehamilan hingga persalinan. Karena gizi dan vitamin yang dikonsumsi oleh sang ibu tidak hanya untuk ibu, tetapi juga untuk janin yang dikandungnya sehingga pemenuhan kebutuhan gizi ibu dan bayi harus dilakukan secara berkelanjutan sampai bayi lahir.

Sumber: shutterstock.com

Dengan menerapkan perencanaan kehamilan ini, diharapkan dapat mengurangi angka kematian yang terjadi pada ibu hamil karena menurut mediaindonesia.com, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengutarakan bahwa angka kematian ibu hamil di Indonesia masih sangat tinggi, yaitu mencapai angka 300 kematian per 100 ribu penduduk. Jika dibandingan dengan negara-negara maju yang mencapai angka 70 kematian per 100 ribu penduduk, tentu angka di Indonesia tadi sangat terpaut jauh.

Inilah mengapa merencanakan kehamilan sejak usia pernikahan masih muda itu penting dilakukan. Selain agar bisa mewujudkan masa kehamilan antigalau, juga bisa mengurangi stres yang dialami sang ibu. Dengan begitu, masa kehamilan hingga proses persalinan pun akan berjalan lancar dengan perencanaan-perencanaan yang direncanakan.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.