
Apakah di antara Sobat Litera ada yang memiliki cita-cita menjadi tutor bahasa Indonesia untuk penutur asing? Wah, siapa itu penutur asing? Penutur asing adalah orang yang menggunakan bahasa selain bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa Melayu. Penutur Asing dalam mempelajari bahasa Indonesia perlu bantuan seorang tutor. Nah, ini adalah kesempatan besar untuk Sobat Litera jika ingin menjadi tutor bahasa Indonesia.
Lantas, apa saja hal yang perlu dipersiapkan jika ingin menjadi tutor bahasa Indonesia bagi penutur asing? Sobat Litera akan menemukan jawabannya pada buku “Tutor BIPA Itu Unik!” karya Delfina Y. Djamaluddin. Buku ini akan sangat membantu para tutor, apalagi tutor pemula, dengan uraian tahap demi untuk mempersiakan pengajaran mandiri. Berikut ulasannya untuk Sobat Litera:
Mengenal Tutor BIPA

Delfina Y. Djamaluddin adalah seorang tutor bahasa Indonesia selama tiga dekade, lebih tepatnya tutor BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Mengajar bahasa Indonesia untuk orang asing adalah pekerjaan pertama sekaligus dunianya. Sempat beralih profesi sebagai pekerja kantoran. Namun, panggilan sebagai tutor BIPA membuatnya kembali mengajar hingga saat ini. Namun, pernahkah Sobat Litera mendengar apa itu tutor BIPA?
BIPA adalah program pembelajaran bahasa Indonesia yang ditujukan untuk penutur asing. Melalui buku ini, penulis mengenalkan kepada pembaca dengan detail seputar BIPA, terkhusus terkait tutor BIPA dan kursus privat. Istilah BIPA diolah sejak tahun 1984. Pada tahun 1995 diadakan Kongres Internasional Pengajaran BIPA di FIB UI. Salah satu keputusan saat itu adalah meresmikan BIPA sebagai istilah resmi bidang penerapan linguistik bidang pengajaran bahasa. Sejak itu, istilah BIPA mulai digunakan sebagai istilah atau nama. Sobat Litera akan mengetahui lebih detail lagi mengenai sejarah BIPA dalam buku ini.
Program BIPA menjadi lahan bisnis yang tidak dapat dipandang sebelah mata karena melihat kebijakan pemerintah saat ini yang mengharuskan tenaga kerja asing memiliki keterampilan berbahasa Indonesia. Tidak hanya tenaga kerja asing, mahasiswa asing yang sedang belajar di Indonesia juga harus memiliki keterampilan ini untuk kebutuhan komunikasi di kelas dan masyarakat setempat. Oleh karena itu, kebutuhan akan pengajar BIPA secara mandiri dengan tutor yang professional sangat tinggi.
Tutor BIPA itu Unik

Sebagaimana yang tertera pada judul buku, bahwa menjadi tutor BIPA itu unik. Seperti apa keunikannya? Penulis menceritakan semua keunikan-keunikan yang telah ia alami selama menjadi tutor BIPA. Murid yang bukan kewarganegaraan Indonesia, memberikan banyak cerita-cerita lucu dalam proses pembelajarannya. Misalnya, Delfina menceritakan muridnya yang datang terlambat sambil berkata, “Maaf, saya terlambat. Saya tidak bisa menghubungi Anda. HP saya meninggal!”. Kesalahan dalam penggunaan kata yang tidak sesuai dengan konteks kalimat, menjadi cerita lucu di kemudian hari. Banyak cerita unik lainnya yang dibagikan oleh Delfina dan hal tersebut membawa warna baru pada buku ke-BIPA-an.
Tutor BIPA adalah profesi asing, bagian ini menjadi bagian yang tidak kalah unik. Delfina membahasnya pada bab awal. Banyak masyarakat yang belum tahu bahwa ada profesi yang mengajarkan bahasa Indonesia untuk orang asing. Padahal, letak Indonesia yang strategis serta tempat-tempat wisata dan budaya yang memesona membuat warga dunia ingin mengunjungi negara kita. Tentu mereka juga ingin mempelajari bahasa kita sehingga dibutuhkan tutor dengan kemampuan yang berkualitas.
Lewat buku ini, Delfina tidak hanya mengenalkan profesi tutor BIPA yang unik tetapi juga mengenalkan semua yang berkaitan dengan tutor BIPA. Pada bab “Serba Serbi Tutor BIPA”, Delfina menjelaskan secara rinci berkaitan dengan metode, strategi, honor, surat kontrak, hingga cara mencari murid. Sekarang, waktunya Sobat Litera untuk membaca buku ini dan bersiap untuk mempraktikkan setiap hal yang telah dibagikan oleh Delfina.
Menjadi Tutor BIPA itu Tidak Mudah

Setiap profesi atau pekerjaan pasti memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Begitu juga dengan profesi tutor BIPA. Mengajar BIPA baik dalam kursus privat atau pun kelas umum merupakan pekerjaan yang penuh tantangan dan tanggung jawab. Banyak orang mungkin berpikir bahwa mengajar bahasa ibu sendiri kepada orang asing adalah hal yang sederhana. Namun, kenyataannya jauh lebih kompleks karena harus menangani seorang murid dengan berbagai latar belakang, kebutuhan, hingga karakter. Delfina juga merasakan hal yang sama terutama saat awal menjadi tutor BIPA.
Selain tutor yang mengalami kesulitan dalam pengajaran, murid (penutur asing) juga turut merasakan kesulitan. Hal tersebut terjadi karena orang Indonesia berbicara sangat cepat sehingga sulit bagi mereka untuk menangkap apa yang dikatakan. Belum lagi perbedaan lingkungan yang mengharuskan mereka untuk beradaptasi. Di sinilah peran tutor sangat dibutuhkan.
Untuk memudahkan pekerjaan tutor BIPA maka seorang tutor perlu memahami tugas atas tanggung jawab yang diemban. Sebagaimana yang disampaikan oleh Delfina dalam buku ini bahwa sebuah kursus akan benar-benar efektif jika tutor memahami tugasnya. Oleh karena itu, Delfina membagikan tugas-tugas seorang tutor, terkhusus untuk tutor BIPA. Dari sekian banyak tugasnya, ada tiga belas tugas utama bagi seorang tutor BIPA. Waw, banyak sekali bukan, padahal itu baru tugas utama.
Siap Menjadi Tutor BIPA
Setelah membaca buku ini, Sobat Litera pastinya akan semakin siap untuk menjadi tutor BIPA. Mengapa demikian? Karena dalam buku ini Delfina tidak hanya membagikan pengalaman dan suka dukanya sebagai tutor tetapi juga membantu Sobat Litera dalam menyusun silabus, menentukan metode pengajaran, membuat bahan pengajaran, dan memperkuat kembali kemahiran yang dibutuhkan dalam mengajar. Semua hal yang ada dalam buku ini akan menjadi pelajaran yang berharga bagi calon tutor yang akan mengajar.

Delfina membahas setiap bagiannya pada bab tersendiri. Misalnya pada bab “Metode Pengajaran”, ia mengenalkan beberapa metode pengajaran berdasarkan pendekatan yang akan dianut oleh seorang tutor. Namun, metode mana yang terbaik? Berdasarkan pengalaman Delfina menjadi tutor selama tiga dekade, tidak ada jawaban spesifik terkait dengan metode pengajaran terbaik karena metode pengajaran dapat dikatakan terbaik apabila metode tersebut efektif untuk meningkatkan kemampuan murid. Tidak semua murid merasa nyaman dan cocok dengan suatu metode. Apalagi murid-murid kursus privat yang berasal dari berbagai latar belakang. Namun, Sobat Litera tidak perlu khawatir karena Delfina telah memberikan panduan memadukan dan menyesuaikan metode pengajaran dengan situasi dan kondisi setiap murid.
Baru satu bagian yang MinLit ulas, tetapi sudah memberikan banyak insight untuk kita semua. Delfina berharap agar hadirnya buku ini bisa membantu dan membekali para tutor BIPA karena tanpa bekal ilmu ke-BIPA-an yang cukup, rasanya seperti terjun bebas ke lautan, padahal tidak bisa berenang, seperti yang Delfina rasakan dahulu. Satu hal yang perlu Sobat Litera ingat, dengan menjadi tutor BIPA maka Sobat Litera telah menjadi orang yang berjasa memperkenalkan bahasa dari bangsa kita. Bagaimana, apakah Sobat Litera sudah siap menjadi tutor BIPA?
