Menjadi seorang penulis merupakan pekerjaan yang diimpikan oleh banyak orang. Mayoritas orang mengatakan bahwa menjadi penulis itu mudah. Kita hanya duduk manis, menghadap laptop, kemudian menulis. Padahal, menjadi penulis tidak semudah itu. Ada hal-hal yang harus kita lakukan untuk menjadi seorang penulis apalagi sampai di tahap penulis terkenal.

Jatuh bangun, suka duka, senang susah pasti sudah pernah dilalui oleh penulis terkenal. Sudah banyak makan asam garam lah kalau kata orang. Jam terbangnya juga sangat tinggi. Tapi, apakah kita bisa menjadi seorang penulis terkenal? Kalau skill menulis masih rendah apakah bisa menjadi seorang penulis? Jawabannya adalah bisa. Tidak ada yang tidak bisa dan tidak ada yang tidak mungkin. Yuk simak tips berikut.

Tidak perlu takut akan skill, untuk menjadi seorang penulis kita harus tahan banting dan memiliki komitmen yang tinggi

Ini adalah hal tersulit yang dialami oleh banyak orang. Tahan banting dan memiliki komitmen yang tinggi tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Untuk menjadi seorang penulis, kedua hal ini wajib dimiliki. Haruki Murakami, seorang penulis asal Jepang mengibaratkan seorang penulis ini seperti sedang mengikuti lari maraton. Untuk mencapai di garis finish, seseorang harus pandai mengatur tenaga agar tidak kelelahan di tengah jalan. Hal ini juga berlaku dalam menulis. Seseorang harus mengatur strategi untuk menyelesaikan sebuah naskah yang mungkin terlihat lebih ringan dari lari maraton. Akan tetapi, kalau kita menyepelekan hal tersebut tentunya naskah tulisan kita tidak akan terselesaikan.

Menulis itu jangan mengandalkan mood

Kalau kita ingin menjadi penulis profesional dan setiap menulis selalu mengandalkan mood, coba kita pikirkan kembali cita-cita kita menjadi penulis profesional. Seorang penulis harus mampu menulis tanpa peduli kondisi mood dan suasana hati. Kalau selama ini kita masih suka tidak semangat saat mood kita buruk, coba tanyakan pada diri kita. Mampukah kita menempatkan diri untuk tetap menulis meskipun suasana hati sedang tidak karuan? Bisakah kita mengesampingkan masalah pribadi demi naskah tulisan agar terselesaikan? Jika belum, cobalah untuk melakukan hal itu terlebih dahulu baru susun kembali cita-cita kita untuk menjadi penulis profesional.

Jangan mengkhawatirkan kualitas tulisan kita. Tidak punya skill yang bagus? Tetaplah menulis

Ini yang sering dikeluhkan oleh penulis pemula. Kita sering merasa tidak memiliki skill yang bagus untuk membuat sebuah karya, apalagi buku yang harus diterbitkan dan dikomersilkan. Sebenarnya, kita tidak perlu terlalu memperdulikan kualitas tulisan yang kita hasilkan. Teruslah menulis. Tidak perlu peduli hasil tulisan kita ini baik atau tidak. Seorang penulis profesional saja pernah melalui hasil tulisan yang tidak terlalu baik. Hasil tulisan yang tidak terlalu baik masih bisa diperbaiki oleh tim penyunting di dalam sebuah instansi penerbitan. Skill yang rendah bukan menjadi penghalang untuk menjadi penulis profesional. Justru menyerah pada keadaan dan tidak ingin mencoba yang menjadi penghalang.

Tidak punya skill yang bagus bisa diasah dari membaca kok

Untuk mendapatkan skill yang bagus untuk menulis, kita bisa mendapatkannya dengan membaca karya orang yang menurut kita bagus. Karya-karya fenomenal yang telah mengalami berbagai macam kegagalan bisa menjadi contoh bagi kita untuk menulis. Karya yang dihasilkan oleh J.K. Rowling misalnya. Beliau telah mengalami penolakan belasan kali tetapi saat ini karyanya bisa dikategorikan sebagai masterpiece dan dicintai oleh banyak orang. Teruslah membaca. Curi ilmunya untuk kita terapkan dalam karya kita nantinya.

Itu tadi beberapa tips yang bisa kita coba untuk meningkatkan keberanian kita dalam menulis. Kita tidak boleh pesimis terlebih dahulu dengan apa yang kita cita-citakan. Kalau kita bercita-cita ingin menjadi dokter, pasti ada jalan untuk mewujudkannya. Kalau kita bercita-cita ingin menjadi penulis terkenal, ya pasti ada jalannya. Hal yang terpenting adalah kita jangan pernah menyerah dengan keadaan dan tidak pernah mau mencoba. Dua hal itulah yang akan menjauhkan diri kita dari apa yang kita cita-citakan.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.