Sumber: Dokumen Litera Mediatama

 

Ada berbagai ikhtiar yang dapat dilakukan demi menjaga kesehatan tubuh, seperti melakukan olahraga, mengatur pola makan, menjaga gaya hidup sehat, hingga mengonsumsi multivitamin sebagai asupan gizi tambahan. Dari sekian cara tersebut, ada satu istilah bernama hidroterapi. Secara sederhana, hidroterapi adalah sebuah praktik terapeutik yang menggunakan air dalam wujud apa pun, baik panas, dingin, maupun beku. Akses air yang relatif mudah didapatkan menjadikan hidroterapi salah satu alternatif paling digemari.

 

Mengenal Hidroterapi dan Ragam Manfaatnya

Menurut North American Journal of Medical Sciences (2014), hidroterapi merupakan penggunaan air, baik secara internal maupun eksternal, untuk menjaga kesehatan dan perawatan berbagai penyakit sesuai takaran suhu, tekanan, durasi penggunaan, serta faktor lainnya yang telah disepakati para pakar terkait. Praktik hidroterapi sendiri diduga sudah ada sejak peradaban kuno Kerajaan Mesir, India, Cina, bahkan Jepang. Jadi tak heran jika dikatakan bahwa hidroterapi adalah salah satu terapi kesehatan paling kuno.

Sumber: pixabay.com

            Jenis hidroterapi ada beragam, tergantung tempatnya. Di Jepang misalnya, hidroterapi yang terkenal adalah penggunaan air hangat untuk berendam. Konon dengan berendam di air hangat, khasiat yang didapatkan antara lain menghilangkan lelah, merelaksasi otot-otot yang menegang, mengurangi nyeri, juga membersihkan kotoran dari pori-pori kulit. Manfaat ini pun sudah divalidasi oleh penelitian seorang dokter dari Amerika bernama Simon Baruch.

Sementara itu, berbagai negara di dunia telah mencoba terapi berendam di air dingin yang dikenal dengan krioterapi (cryotherapy). Sejumlah manfaat yang didapatkan dari krioterapi ini bisa untuk mengurangi migrain, mengatasi gangguan mood, mengurangi nyeri otot, mengobati dermatitis, dan sebagainya (Medical News Today, 2017). Dalam dosis yang tepat, krioterapi bahkan bisa mengurangi gangguan kecemasan dan depresi hingga 50%.

Di Indonesia sendiri, terapi air juga dapat difungsikan sebagai pengobatan alternatif, contohnya terapi air di Gunung Ciremai atau Gunung Pancer. Ada juga yang berupa kolam pemandian, seperti di Gunung Panjang, Kolam Padusan Pacet, Air Panas Nganget, dan sebagainya. Banyaknya masyarakat yang menjadikan air sebagai terapi, baik air panas maupun air dingin, menunjukkan bahwa air mempunyai ragam manfaat terapeutik bagi tubuh manusia.

Hanya saja, sebagian besar hidroterapi tersebut membutuhkan uang dan tenaga untuk mendapatkannya. Sebagai contoh, untuk memperoleh manfaat hidroterapi dari pemandian air panas, setidaknya kita perlu mengeluarkan ongkos untuk masuk dan akomodasi, serta membutuhkan tenaga fisik untuk menuju ke lokasi. Belum lagi jika ternyata biaya masuknya cukup tinggi, tentu tidak semua kalangan dapat menjangkaunya. Maka dari itu, hidroterapi yang banyak dikenal masyarakat awam tersebut belum bisa memberikan manfaat total bagi manusia karena perlu pengorbanan, baik kecil maupun besar, untuk mendapatkannya.

 

Wudu, Hidroterapi yang Kaya Manfaat

Belum banyak yang tahu bahwa wudu juga merupakan hidroterapi. Umat muslim melakukan wudu setiap hari, minimal 5 kali sehari sebelum salat fardu, tetapi belum semua tahu khasiat dan manfaatnya ditinjau dari segi kesehatan. Padahal telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa wudu memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan manusia, secara fisik maupun psikis.

Buku Segar Sepanjang Hari dengan Wudhu seperti Nabi yang ditulis oleh Abu Haidar (2022) membedah beragam fadilah wudu yang belum diketahui banyak orang. Buku ini juga menyampaikan bahwa wudu yang sempurna sebagaimana panduan Nabi Muhammad SAW tidak hanya memberikan manfaat lahiriah bagi manusia, tetapi juga batiniah. Bahkan diceritakan pula bagaimana wudu menjadi solusi atas permasalahan hidup yang dialami oleh beberapa orang.

Sumber: Pixabay.com

Selain itu, berikut beberapa manfaat wudu yang terangkum dari berbagai sumber referensi.

  1. Mencegah Penyakit Kulit

Dalam buku Mokhtar Salem (2015) yang berjudul Prayers, A Sport for The Body and Soul, disampaikan bahwa wudu yang baik dan benar dapat mencegah penyakit kulit, termasuk penyakit kulit. Gerakan dalam wudu membuat air masuk hingga ke pori-pori kulit sehingga dapat membersihkan kuman dan bakteri.

  1. Mengobati Insomnia

Penelitian yang dilakukan oleh Khairunnisa, dkk. (2021) menunjukkan bahwa wudu dapat mengobati gangguan tidur atau insomnia yang dialami oleh lansia. Hal ini karena wudu merupakan gabungan dari tiga terapi, yakni massage treatment, hygiene, dan hidroterapi, yang dapat memberikan efek relaksasi sehingga lebih mudah dan nyenyak tidur.

  1. Menenangkan Pikiran dan Mengurangi Stres

Abu Haidar (2022) dalam buku Segar Sepanjang Hari dengan Wudhu seperti Nabi membagikan cerita tentang seorang penulis yang sering merasa stres akibat pikiran cepat penuh. Setelah mempraktikkan wudu dengan sempurna, secara perlahan, penulis tersebut dapat menjernihkan isi kepala sehingga berpikir lebih tenang.

  1. Mencegah Penyakit Pernapasan

Istinsyaq adalah gerakan dalam wudu yang berupa memasukkan air ke dalam hidung kemudian mengeluarkannya kembali, dilakukan sebanyak tiga kali. Istinsyaq dapat membersihkan mikroba dan bakteri di dalam hidung, serta mencegah masuknya kuman berbahaya ke organ pernapasan. Bahkan istinsyaq ini juga bisa menghindarkan kita dari penyakit sinusitis (Musbikin, 2009).

 

Sumber: Bincangsyariah.com

 

Dan masih banyak lagi manfaat wudu bagi kesehatan yang telah dibuktikan validitasnya secara ilmiah. Wudu bukan sekadar bagian dari ibadah, melainkan dapat berperan sebagai hidroterapi yang kaya khasiat. Gratis dan mudah dilakukan oleh siapa pun tanpa harus mengeluarkan modal apa pun, uang maupun tenaga. Wudu tidak hanya hidroterapi yang akan menjauhkan diri kita dari kemudaratan, tetapi juga membawa beragam kemanfaatan.

 

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.