
Sumber: grid.id
Baper karena kekasih mungkin sudah lumrah. Namun baper karena novel, pernahkah kamu mengalaminya?
Meskipun “hanya” sebuah karya sastra, ternyata novel mampu mempermainkan emosi pembacanya. Seorang pembaca novel bisa ikut tertawa, bersedih, menangis, bahkan kepikiran sampai berhari-hari apabila sudah tenggelam ke dalam kisah yang disampaikan.
Jika kamu mengalami semua itu, tak perlu khawatir karena kamu tidak sendirian. Serangkaian emosi tersebut adalah manifestasi perasaan yang wajar terjadi pada setiap orang. Nah, buat kamu para pecinta novel, barangkali sudah tidak asing dengan empat perasaan berikut ini.
Jatuh Cinta pada Karakter Fiksi

Sumber: times.ind
Tak jarang karakter fiksi pada novel mempunyai perwatakan yang jauh lebih kompleks daripada manusia asli. Alhasil, tak sedikit pembaca novel yang justru menganggap karakter fiksi lebih menarik daripada manusia dunia nyata karena sifat karakter fiksi beyond reality atau melampaui realitas.
Misalnya, kamu sedang membaca novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy. Kamu terpukau dengan penggambaran karakter Azzam yang masyaallah, terlalu sempurna untuk hidup di dunia nyata. Kamu pun jatuh hati pada karakter tersebut dan berharap seandainya ia benar-benar ada. Hanya saja kamu perlu ingat bahwa bagaimanapun menariknya karakter fiksi, ia tetap tidak nyata.
Book Hangover

Sumber: verywellmind.com
Book hangover adalah istilah yang dipakai untuk menyebut kondisi gagal move on usai membaca buku. Jujur saja, pasti kamu pernah kan membaca buku dengan penuh penghayatan, kemudian ketika sudah tamat, kamu masih kepikiran kisah dalam buku tersebut selama berhari-hari? Ini salah satu tanda kamu mengalami book hangover. Penyebab book hangover bisa beragam, misalnya karena ceritanya yang kompleks, ending yang tidak sesuai harapan, atau bisa juga karena penulis lihai memainkan nuansa cerita hingga pembaca hanyut di dalamnya.
Contohnya, kamu usai membaca novel A Storm of Swords karya George Martin. Padahal kamu sudah menamatkan novel tersebut beberapa hari yang lalu, tetapi hawa-hawa mencekam saat peristiwa red wedding membuatmu terus kepikiran hingga susah untuk move on ke buku lain.
Keinginan Masuk ke Dunia Novel

Sumber: youtube.com
Para penggemar novel fantasi biasanya sering mengalami kondisi ini. Kehidupan fantasi yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata terlalu memikat hingga membuat kita ingin merasakan tinggal di dalamnya. Ya, meskipun pada akhirnya keinginan itu hanya menjelma mimpi dan imajinasi usai kita membaca novelnya.
Testimoni dari sebagian besar pembaca novel seri Harry Potter mengatakan bahwa mereka sering bermimpi masuk ke Wizarding World ciptaan J.K. Rowling tersebut. Bahkan ada yang sampai bermimpi ikut berperang melawan Voldemort saat pertempuran Hogwarts. Itu semua dapat terjadi ketika pembaca antusias dan menganggap peristiwa dalam novel terlalu nyata.
Perasaan Nyesek Digantung Penulis

Sumber: unsplash.com
Pernahkah kamu merasa nyesek dan sebel kepada penulis karena ending novel yang kamu sukai ternyata masih menggantung? Dan menggantungnya ini pun tanpa diberi kepastian, apakah akan ada seri lanjutan atau berhenti sampai di situ sebagai open ending. Nyesek sekali, bukan?
Terkadang penyebab kekesalan terbesar seorang pembaca adalah karena penulis itu sendiri. Misalnya, nih, kamu tengah asyik membaca novel dari penerbit buku Malang. Eh, ternyata ending novel tersebut belum menuntaskan konflik yang terjadi. Penulis akan melanjutkan cerita pada buku selanjutnya yang masih belum tahu kapan akan terbit. Bayangkan gimana nyesek-nya!
Hayo, perasaan mana saja nih yang pernah kamu alami? Kepuasan terbesar seorang penulis maupun pemberi jasa menulis buku adalah ketika karyanya bisa dinikmati oleh banyak orang. Dibalik munculnya perasan-perasaan di atas, ada kerja keras penulis dan segenap tim yang berupaya menyajikan karya terbaik sehingga hasilnya berkesan bagi pembaca.
