Sumber: Kompas.com

 

Berdasarkan data dari World Population Review tahun 2022, Jepang dinobatkan sebagai negara dengan rata-rata IQ tertinggi di dunia, yakni mencapai 106,48. Jepang pun menempati peringkat empat sebagai negara yang memiliki kualitas pendidikan terbaik di dunia. Wow! Luar biasa sekali, bukan?

Ternyata di balik capaian Jepang yang menakjubkan dalam berbagai bidang, ada satu kesamaan aktivitas yang telah menjadi kebiasaan orang-orang Jepang pada umumnya. Aktivitas apakah itu?

Membaca. Benar, orang Jepang terkenal dengan kegiatan membaca yang sudah membudaya. Berikut ada beberapa kebiasaan seru membaca yang biasanya dilakukan orang Jepang.

 

Asyiknya Tachiyomi

Sumber: Bimba-aiueo.com

Tachiyomi adalah kegiatan membaca buku “gratisan” yang biasanya dilakukan sambil berdiri. Jadi di setiap toko buku seantero Jepang, selalu ada sample buku yang telah dibuka segelnya dan disediakan khusus agar orang-orang bisa baca. Asyiknya lagi, kamu tidak diwajibkan membeli buku tersebut meskipun telah membacanya.

Penerbit buku maupun toko buku itu sendiri tidak merasa dirugikan dengan adanya orang-orang yang melakukan tachiyomi. Justru mereka menjadikan tachiyomi sebagai wahana mengenalkan lebih banyak buku bagus kepada orang-orang sehingga mereka tertarik beli.

 

10 Menit Setiap Hari

Sumber: tensai-indonesia.com

Di Jepang, ada kegiatan wajib bagi murid untuk membaca buku selama 10 menit setiap harinya. Setiap pagi hari ketika murid-murid telah tiba di sekolah, mereka diwajibkan membaca buku selama 10 menit sebelum kegiatan belajar-mengajar diawali. Kebijakan ini pun telah diberlakukan kurang lebih sejak 30 tahun silam.

Aturan ini dinilai efektif untuk menanamkan kebiasaan membaca kepada anak sejak sedini mungkin. Meskipun sebagian kalangan menilai aktivitas baca buku 10 menit ini terlalu “behavioristik” karena terkesan memaksa, tetapi regulasi tetap dijalankan dan terbukti meningkatkan tingkat kecerdasan masyarakat Jepang pada umumnya.

 

Acara TV Sekiguchi

Sumber: Tribunnews.com

Sekiguchi merupakan program TV ciri khas Jepang semacam home shopping, tetapi khusus menampilkan produk buku-buku. Pada program tersebut, penonton bisa melihat ulasan berbagai buku menarik, termasuk juga buku-buku yang baru rilis perdana. Menariknya lagi, penonton bisa langsung memesan buku yang diinginkan secara online.

Acara Sekiguchi ini sangat bermanfaat bagi para bibliofilia yang tidak punya waktu untuk berkunjung ke toko buku. Apalagi di tengah kesibukan orang-orang Jepang yang aktivitas sehari-harinya sudah padat oleh urusan pekerjaan atau studi, Sekiguchi sangat membantu mereka mendapatkan bahan bacaan baru.

 

Baca Buku di Mana Saja dan Kapan Saja

Sumber: travel.wego.com

Jika kamu pernah melihat kehidupan masyarakat Jepang secara langsung maupun melalui proyeksi karya (film, serial, anime), tentu kamu tak asing lagi dengan kebiasaan membaca orang-orang sana yang tak pandang tempat. Bahkan saat sedang berdiri di KRL pun orang Jepang masih menyempatkan diri membaca buku.

Pemandangan semacam itu sangat normal dijumpai di hampir setiap sudut tempat di Jepang. Sangat berbanding terbalik dengan kondisi di sekitar kita, di mana kebanyakan orang-orangnya menatap ponsel sepanjang waktu, sedangkan di Jepang orang-orangnya lebih banyak yang menatap buku.

 

Akses Bacaan Sangat Luas       

Sumber: Japanesestation.com

Selain dari faktor per individu yang menanamkan kebiasaan membaca, pemerintah dan instansi Jepang turut mendukung budaya ini dengan menyediakan fasilitas umum yang ramah baca. Pada kafe dan taman tersedia pojok baca. Tempat-tempat umum seperti halte atau stasiun pun didesain agar nyaman bagi para pembaca.

 

Itulah beberapa kebiasaan membaca ala orang Jepang. Semoga kebiasaan yang baik dapat kita terapkan di Indonesia secara menyeluruh. Barangkali dapat diawali dengan memperluas publikasi literasi dari penerbit buku Malang maupun penerbit kota-kota lain agar bisa diakses lebih banyak kalangan. Selain itu, diperlukan pula sinergi dari pemerintah dan masyarakat pada umumnya agar kebiasaan membaca kita dapat perlahan membudaya sebagaimana di Jepang.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.