Sumber: liputan6.com

Siapa sih yang enggak tahu aktor tampan pemeran tokoh Furqon dalam film Ketika Cinta Bertasbih ini? Semua pasti setuju jika kepopuleran Andi Arsyil semakin meningkat setelah ikut membintangi film layar lebar yang tayang pada tahun 2009 itu. Akan tetapi, siapa sangka jika aktor bertalenta ini ternyata suka menulis, bahkan sudah menerbitkan beberapa buku. Wah idaman banget, ya!

Bagaimana kisah Arsyil yang meniti karier hingga menjadi penulis sekaligus? Tips apa yang diberikan Arsyil untuk para penulis? Kamu bisa menemukan jawabannya berikut ini.

Menulis Menyuarakan Hati

Kariernya di dunia hiburan sebenarnya dimulai sejak ia berperan dalam sinetron Ngaca Dong! dan sempat menjadi model video klip artis lokal di Makassar. Setelah lolos audisi dan berhasil memerankan tokoh Furqon dalam Ketika Cinta Bertasbih, sosok Arsyil mulai lebih dikenal banyak masyarakat. Meski saat itu hanya memiliki bekal dalam bidang modeling dan hampir tidak pernah mengikuti teater, Arsyil mampu memerankan tokoh Furqon dengan baik. Tak berhenti di situ, Arsyil juga turut membintangi beberapa sinetron unggulan favorit masyarakat Indonesia.

Selain berakting, ternyata Arsyil juga aktif sebagai penulis, loh. Ia mulai suka menulis sejak di bangku kuliah. Ia beranggapan bahwa menulis itu adalah sarana untuk menyuarakan isi hati. Apa yang ada di hati akan lebih lega jika dituangkan dalam tulisan. Menurutnya, menulis itu juga bisa di mana dan kapan saja. Saat menulis caption untuk postingan di Instagram, misalnya. Hal ini bisa juga dikategorikan sebagai menulis, loh.

Tulislah Apa yang Kamu Baca

Sumber: instagram.com

Arsyil memulai menekuni bidang kepenulisan dengan sebuah puisi yang kemudian berkembang menjadi sebuah lagu. Ia mengaku bahwa salah satu inspirasinya dalam menulis adalah ketika sedang jatuh cinta dengan mantan kekasihnnya dulu. Arsyil pun mulai menulis cerpen hingga akhirnya buku pertamanya terbit, yaitu dengan judul Life Is Miracle. Adapun karya Arsyil lainnya, yaitu Mengulang 95, Hope, Blind Your Own Empire, dan lain sebagainya.

Melalui motto hidupnya, Arsyil berpesan, “Tulislah apa yang engkau baca dan bacalah apa yang engkau tulis. Berbagilah sebanyak mungkin dan pertanggungjawabkanlah kehidupan ini.”

Arsyil juga berpesan bahwa ada dua hal yang perlu dilakukan para penulis untuk bisa menulis dan menghasilkan karya.

Pertama, yaitu memulai. Hal yang sulit dalam menulis adalah memulai. Jika kita tidak memulai secepatnya, kapan tulisan akan selesai? Kapan tulisan kita bisa sampai ke penerbit buku hingga bertemu dengan pembacanya?

Kedua, menulis tentang keseharian. Kamu bisa menuliskan hal-hal yang terjadi dalam keseharianmu, seperti sebuah diary. Sesuai dengan motto di atas, tulislah apa yang kamu baca dan bacalah apa yang kamu tulis. Dengan begitu kamu bisa memahami sesuatu dengan lebih dalam.

Itulah sedikit hal mengenai Andi Arsyil, seorang aktor dan model yang terjun ke dunia menulis. Semoga tulisan ini bisa membuatmu lebih bersemangat lagi untuk menulis hingga menjadi penulis hebat, apa pun jenisnya, baik itu penulis solo, penulis artikel, penulis naskah, penulis novel, ataupun ghostwriter. Jangan patah semangat, singsingkan lengan dan bentangkan semangatmu untuk menulis.

Selamat berkarya!

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.