Sumber: Instagram.com/deelestrasi

Asam garam menulis sampai naskahnya tidak diterima oleh penerbit buku sudah dialami oleh Dee Lestari. Hobi yang digelutinya sejak berusia 9 tahun sudah terbukti sepak terjangnya melalui karya-karyanya yang fenomenal hingga diangkat menjadi film, seperti buku Filosofi Kopi. Buku ini telah dinobatkan menjadi Karya Sastra Terbaik 2006 versi majalah Tempo, bahkan masuk jajaran 5 Besar Khatulistiwa Literary Award.

Dee Lestari mengakui bahwa proses menulis yang digelutinya membutuhkan waktu yang begitu lama karena harus melakukan riset terlebih dahulu. Menghidupkan sebuah tulisan adalah tugas seorang penulis. Apakah kamu ingin menjadi penulis yang bisa menghidupkan tulisan seperti Dee Lestari atau bahkan ingin bergabung dengan perusahaan jasa menulis buku?

Yuk, simak menulis tips menulis ala Dee Lestari di bawah ini!

 

Baca Banyak Buku

Sumber: amzn.to

Membaca banyak buku adalah cara yang sangat ampuh untuk mendapatkan contoh gaya bahasa yang kamu inginkan. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan pengalaman, bahkan ide baru lewat buku-buku tersebut. Mengeksplor banyak buku dan genre memudahkanmu dalam menulis cerita.

 

Petakan Ide

Pilihlah satu ide dari puluhan ide yang telah kamu kumpulkan. Setelah itu, coba lebih khususkan ide tersebut menjadi latar belakang tulisan yang akan kamu buat. Jika sudah memiliki kesimpulan, selanjutnya langsung saja pecah ke dalam beberapa pembahasan bab.

 

Luangkan Waktu

Menulis buku tidak bisa selesai hanya hitungan hari, apalagi jika kamu adalah orang yang padat dengan aktivitas. Kamu perlu meluangkan waktu untuk menorehkan ide dan pemikiranmu dalam sebuah tulisan. Buatlah jadwal dan sesuaikan dengan waktu luangmu, lalu konsistenkan.

 

Tulis Apa Saja

Sumber: trainerize.com

Dee Lestari memiliki rumus 5M, yaitu menulis dalam 5 menit. Tulis apa saja yang ada di kepalamu, jangan memedulikan tulisan tersebut banyak yang typo atau tidak selaras dengan paragraf sebelumnya. Ketika kamu melakukannya dengan disiplin maka tulisanmu akan selesai lebih cepat.

 

Riset

Riset latar belakang tulisan sangat penting untuk menghidupkan sebuah tulisan. Apalagi jika kamu menulis buku fiksi, perlu memasukkan emosi agar yang dirasakan oleh tokoh sampai kepada pembaca. Riset akan membuatmu lebih merasakan lagi keadaan atau kejadian dalam tulisan.

 

Baca Ulang

Sumber: stella.com

Setelah tulisanmu selesai, saatnya kamu harus membaca ulang. Membaca ulang digunakan untuk mengoreksi keselarasan kalimat dan kesalahan penulisan yang telah kamu lakukan. Jadi, kegiatan ini tidak dilakukan sebelum tulisanmu selesai karena akan memperlambat pengerjaan.

 

Nah, itulah enam tips menulis agar tulisanmu terasa hidup ala Dee Lestari. Gimana, simple, kan? Ayo dicoba untuk belajar menjadi penulis terkenal. Selain mengikuti tips dari penulis terkenal, keahlian menulis itu perlu diasah juga loh seperti mempelajari e-course kepenulisan. Jadi, harus banyak-banyak belajar, ya!

Selamat belajar!

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping