Menulis itu bukanlah suatu hal yang berat. Mengapa demikian? Menulis bukanlah ilmu pasti yang membutuhkan berpikir kritis seperti ilmu-ilmu eksak. Menulis adalah kegiatan yang sangat menyenangkan terutama bagi seseorang yang memang ahli di bidangnya. Makanya, tidak jarang bahkan hampir tidak pernah kita jumpai biografi penulis di akhir halaman sebuah buku dengan mengatakan bahwa menulis ini termasuk salah satu beban hidupnya. Bagi mereka, menulis adalah hobi. Seseorang yang menjalankan hobinya pasti tidak akan merasa tersiksa. Berbeda ketika seseorang mengerjakan pekerjaan, penuh dengan tekanan, dan diberi tenggat waktu oleh atasan.

Meskipun menyenangkan, akan tetapi kita tidak bisa sembarangan dalam menulis. Sebelum memulai menulis, biasanya para penulis melakukan riset terlebih dahulu. Seorang penulis ternama sekelas Andrea Hirata saja membutuhkan waktu kurang lebih 2 tahun untuk riset sebelum ia menghabiskan waktu 1 tahun untuk menuliskan karyanya. Ini menunjukkan bahwa riset sangat penting untuk dilakukan terlebih dahulu sebelum menulis. Riset ini bisa saja tidak dilakukan oleh seorang penulis kalau memang dirinya sudah mengetahui apa yang ingin ia tulis dalam karyanya. Akan tetapi, alangkah baiknya jika kita melakukan riset terlebih dahulu sebelum menulis agar dapat menyampaikan informasi yang tepat pada para pembacanya.

Setelah kita melakukan riset, kita harus langsung mulai menulis. Jangan pernah menunda-nunda apalagi bermalas-malasan untuk menghajar tulisan kita. Seorang penulis The Call of The Wild pernah mengatakan kalau menjadi penulis itu jangan pernah memanjakan rasa malas dan menunggu inspirasi untuk datang ke pikiran kita. Kebanyakan penulis apalagi penulis pemula biasanya selalu beralibi ‘nunggu dapet ilham’ ketika ditegur saat bermalas-malasan dalam menyelesaikan tulisannya. Sebenarnya, inspirasi atau bahasa kerennya ilham ini harusnya kita yang mencarinya. Bukan malah ditunggu kehadirannya. Inspirasi itu bisa dicari di mana saja dan dalam berbagai hal. Kalau kita hanya menunggu kehadirannya, terus ternyata dia tidak datang-datang di otak kita bagaimana? Okelah kalau tidak datang sehari dua hari, kalau tidak datang-datang sampai bertahun-tahun bagaimana?

Ketika kita sudah mendapatkan inspirasi untuk menulis, kita harus segera menyelesaikannya. Tulislah apa yang memang ingin dituliskan. Jangan pernah takut, apalagi takut karya kita dinilai jelek dan tidak laku di pasaran. Louisa May Alcott juga pernah mengatakan kalau menjadi penulis itu jangan pernah mengkhawatirkan proses. Masing-masing penulis memiliki cara bekerjanya masing-masing. Kita tidak bisa menyamakan diri kita dengan Tere Liye, Pramoedya Ananta Toer, atau penulis-penulis ternama lainnya. Kita harus tetap menulis meskipun masih banyak kekurangan di dalamnya. Terutama bagi penulis pemula yang baru mencoba terjun di dunia kepenulisan. Jangan pernah minder dengan karya yang kita tuliskan.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kita sebagai penulis jangan pernah membandingkan diri kita dengan penulis lainnya ya, apalagi mau membandingkan diri dengan penulis yang jam terbangnya sudah sangat tinggi. Ya sudah pasti kalah jauh hehe. Seorang penyair dari Jerman, Rainler Maria Rilke juga mengatakan hal serupa. Kita tidak boleh membandingkan diri kita dengan orang lain. Sebenarnya tidak ada yang salah ketika kita membandingkan diri dengan orang lain untuk memacu agar mendapatkan tulisan yang baik seperti dirinya. Itu sisi baiknya. Coba kita lihat sisi buruknya ketika diri kita ini sosok yang tidak dapat mengambil sisi baik dari orang lain. Kita pasti akan merasa tertinggal jauh dan makin down setelah membandingkan karya kita dengan orang lain.

Nah, hal yang penting dalam menulis itu kita tidak boleh menggurui para pembaca seperti kata Pramoedya Ananta Toer. Saat menulis, kita tidak diperbolehkan untuk menggurui pembaca. Sebagai penulis, kita cukup untuk menyampaikan data-data atau informasi secara aktual dan tanpa melebih-lebihkan. Sisanya, tinggal pembaca saja yang menilai dan menentukan sikap.

Itu adalah pendapat dari para ahli tentang menulis. Menulis itu menyenangkan. Jangan menjadikan kegiatan menulis ini sebagai sebuah beban. Pendapat para ahli ini bisa kita terapkan dalam setiap proses menulis kita. Jadikan pendapat para ahli ini sebagai pelajaran baru bagi kita, terutama seseorang yang baru memulai dalam dunia kepenulisan.

 

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.