Bagaimana perasaan orang tua ketika mengetahui buah hati tercinta didiagnosis autisme? Tentu ada berbagai emosi yang muncul—kebingungan, kekhawatiran, dan mungkin juga ketakutan akan masa depan. Adaptasi terhadap kondisi ini bisa menjadi tantangan tersendiri, apalagi jika lingkungan sekitar belum sepenuhnya memahami autisme. Perjalanan membesarkan anak dengan kebutuhan perkembangan yang unik membutuhkan kesabaran dan keteguhan hati. Inilah yang dialami oleh Ami dalam novel Sepenggal Kata “Bunda”, karya Aulia Rahmi.

Novel ini adalah sebuah karya besar dari pengalaman membersamai anak dengan syndrome autism. Bukan tanpa sebab buku ini lahir ke hadapan pembaca. Buku ini adalah bukti cinta dan perjuangan untuk buah hatinya. Bagaimana Aulia Rahmi membagikan kisah pribadinya hingga tercipta sebuah novel Sepenggal Kata “Bunda”? Berikut ulasannya untuk Anda.

Menjadi Wanita Karier dan Ibu Rumah Tangga

Dikisahkan bahwa Ami, seorang wanita karier berusia 28 tahun yang memiliki suami bernama Abi. Mereka memiliki profesi yang sama yaitu pada bidang migas, hanya saja berbeda perusahaan sehingga pasangan suami istri itu hanya bisa bertemu saat berada di rumah selepas pulang kerja. Selain sebagai wanita karier, Ami juga memiliki tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga. Saat bekerja, buah hatinya yang bernama Nida akan tinggal bersama kakeknya. Papa Ami memang tidak tinggal di rumah Ami. Setiap pagi ia akan pergi ke rumah Ami dan pulang pada malam hari.

Ami yang merasa hidupnya penuh kebahagiaan karena memiliki pekerjaan yang mapan dan anak yang lucu, tiba-tiba memudar. Hal tersebut terjadi karena putri kecil Ami belum bisa bicara layaknya anak-anak seusianya. Setelah melakukan pemeriksaan ternyata Nida didiagnosis mengidap syndrome autism. Mengetahui hal itu, Ami mengambil keputusan yang sangat berat yaitu resign dari pekerjaannya. Ami tidak mau anaknya tidak tertangani dengan baik. Meskipun di lain sisi ia bingung akan kondisi keuangan rumah tangganya yang sulit. Pilihan yang tidak mudah bagi seorang ibu.

 

Kesibukan rumah tangga Ami diceritakan dengan baik pada novel ini. Kehidupan rumah tangga yang realistis, lengkap dengan suka dan dukanya yang tergambar dengan jelas dari dialog maupun deskripsi cerita setiap paragrafnya. Lewat novel ini Aulia Rahmi ingin memberikan pesan kepada para wanita karier yang juga sekaligus sebagai istri dan ibu rumah tangga agar tidak pernah menyerah dengan keadaan. Peran tersebut pasti bisa diemban dengan baik karena para ibu di muka bumi ini adalah wanita hebat.

Mengenal ASD (Autism Syndrome Disorder)

Sobat Litera akan mendapatkan pembelajaran yang sangat berharga saat membaca novel ini yaitu tentang Autism Syndrome Disorder yang disingkat dengan ASD. Tak hanya itu, Sobat Litera juga akan mengenal lebih dekat bagaimana pertumbuhan anak dengan syndrome autism serta seperti apa penanganannya. Anak-anak dengan ASD memiliki tumbuh kembang yang berbeda dengan anak-anak lain pada umumnya. Sehingga penting bagi orang tua untuk melakukan penanganan sejak dini.

Dalam novel ini diceritakan bahwa Nida, buah hati Ami dan Abi, mengalami PDD NOS atau ASD ringan. Orang tua mana yang tak sedih saat mengetahui buah hatinya dinyatakan memiliki syndrome autism. Namun, Ami dan suaminya cepat bangkit dari keterpurukannya itu. Mereka mulai belajar dan memahami dengan baik informasi-informasi terkait PDD NOS ataupun ASD. Ami juga bergabung dengan komunitas autisme di Indonesia. Dalam komunitas tersebut mereka saling menguatkan dan berbagi satu sama lain. Ami seperti menemukan kembali dunianya yang runtuh. Hadirnya kisah-kisah hebat dari para orang tua lainnya juga menambah hidupnya cerita dalam novel ini dan memberikan motivasi besar bagi pembaca.

Berbicara tentang autisme, masih banyak stigma negatif yang bermunculan di masyarakat. Hal tersebut juga turut dirasakan oleh Ami. Stigma pada autisme menjadi hal besar yang diungkap oleh penulis dalam novel ini. Ada yang berkata bahwa autisme adalah sebuah penyakit gangguan jin, penyakit keturunan, kesalahan seorang ibu saat sedang hamil, parahnya lagi dianggap sebagai penyakit menular. Stigma yang tentunya salah besar.

Perjuangan Membersamai Anak Autisme

Seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa tidaklah mudah dalam membersamai anak autisme. Dalam novel ini juga diceritakan bahwa banyak duka dibandingkan sukanya. Namun, kita tidak bisa menolak takdir Allah. Seorang anak tidak bisa menolak dilahirkan sebagai individu autistik. Begitu juga dengan orang tua, tidak bisa menolak bahwa Allah menitipkan hadiah terindah dengan lahirnya buah hati autisme. Kejadian-kejadian yang tidak diinginkan juga kerap dilakukan oleh Nida. Semua kejadian tersebut telah penulis bagikan dalam novel ini.

Perjuangan Ami dan Abi sangat luar biasa. Rasa lelah, depresi, dan marah, kerap mendatangi mereka. Belum lagi pandangan buruk orang lain terhadap mereka. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk mengajarkan hal sederhana sekalipun kepada anak autisme. Namun, semangat Ami dan Abi tidak pernah surut karena mereka sadar bahwa buah hatinya sedang menunggu pertolongan orang tuanya.

Novel Sepenggal Kata “Bunda” akan menjadi teman para orang tua yang sedang berjuang melakukan pengasuhan kepada buah hati tercinta dengan syndrome autism. Hari-hari yang dilewatkan Ami untuk mengasuh Nida diceritakan dengan detail. Perjuangan yang tidak mudah. Kita belum tentu bisa melewati hari-hari yang terasa berat tersebut sebaik Ami dan suaminya. Hal yang harus diapresiasi kepada penulis sekaligus sebagai orang di balik tokoh utama novel ini.

 

Kunci Keberhasilan Autisme

Salah satu kunci mengasuh anak dengan ASD adalah kesabaran dan kerja sama antara kedua orang tua serta keluarga terdekat. Terapi yang dilakukan tak cukup jika hanya hitungan jari saja. Kegiatan terapi dapat menghabiskan waktu cukup lama, meskipun kadang kala hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kegiatan yang hanya perlu dilakukan dengan waktu kurang satu menit bisa menjadi 30 menit. Belum lagi jika anak mengalami tantrum karena merasa tidak nyaman dan harus keluar dari zona nyamannya.

Ujian yang keluarga ini alami adalah ujian kesabaran. Saat home program dan terapi oleh terapis belum menunjukkan perkembangan akan kondisi Nida, Ami dan Abi sampai merasa kehabisan akal serta frustasi dengan kondisi tersebut. Ujian dalam segi materi juga mereka rasakan. Hingga akhirnya, perjuangan Ami dan Abi berbuah manis. Nida berhasil mengucap sebuah kata yang diharapkan oleh seorang ibu, yaitu “Bunda”. Bagaimana Ami melewati hari-harinya saat berjuang membersamai Nida? Sobat Litera bisa membaca lengkapnya pada buku karya Aulia Rahmi ini.

Aulia Rahmi sangat piawai dalam merangkai kata demi kata hingga terasa hidup. Emosi yang digambarkan juga menjadi nyata. Belum lagi ilmu dan pesan yang terkandung dalam setiap babnya. Bangga sekaligus terharu saat membaca buku ini. Terima kasih banyak untuk penulis, Aulia Rahmi, karena telah mencurahkan perjalanannya dalam sebuah buku yang sangat inspiratif ini. Perjuanganmu dalam membersamai buah hati tercinta akan menjadi kekuatan besar untuk semua orang tua di muka bumi ini.

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.