Siapa yang gak tahu buku biografi. Banyak sekali tokoh-tokoh terkenal yang menuangkan perjalanan hidupnya ke dalam jenis satu buku ini. Istilah biografi juga sudah familier di telinga masyarakat. Kamu pasti juga pernah membaca salah satunya. Tapi tahukah kamu, ada salah satu istilah lagi yang mirip dengan jenis buku ini, yakni buku autobiografi. Bisa aja, buku biografi yang kamu baca itu sebenarnya adalah buku autobiografi. Bagaimana membedakannya? Simak penjelasan berikut ini, yuk!

Dilihat dari Segi Arti

Kata biografi dan autobiografi sama-sama berasal dari bahasa Yunani, di mana bios berarti “hidup” dan graphien berarti “tulis”. Sementara untuk autobiografi, tinggal menambahkan satu kata di depannya, yaitu kata autos yang  berarti “sendiri”. Merujuk pada arti kata tersebut, dapat disimpulkan jika arti dari kedua kata tersebut sama-sama sebagai sebuah karya yang ditulis untuk menceritakan riwayat hidup seseorang. Bedanya, biografi ditulis oleh orang lain, sedangkan autobiografi ditulis sendiri oleh orang yang memiliki riwayat hidup tersebut.

Sumber: shopee.com

Perbedaan yang Mendasar

Biografi mencakup seluruh ruang lingkup kehidupan subjek yang terbilang sangat detail, termasuk tempat kelahiran, latar belakang pendidikan, pekerjaan, hingga kematian subjek. Meski hampir sama, tetapi autobiografi lebih cenderung menjadi sejarah yang lebih umum. Autobiografi sering kali mengangkat kisah saat penulis masih muda, mulai dari kronologi, peristiwa, tempat, dan kejadian yang mendetail yang pernah terjadi sepanjang hidup penulis.

Sumber: shopee.com

Biografi secara umum dituangkan dalam bentuk catatan tertulis, meskipun ada juga yang berbentuk rekaman atau media visual. Sementara autobiografi, baisanya dimuat dalam bentuk buku. Biografi biasanya menceritakan tentang tokoh sejarah atau publik, hingga ke profil kehidupan seseorang. Biografi selalu menggunakan sudut pandang orang ketiga dalam teknik penceritaannya. Sementara, autobiografi menggunakan sudut pandang orang pertama, bahkan menjadikan penulis sebagai tokoh utama dalam tulisan yang dibuatnya.

Jika ingin menjadi penulis biografi, kamu harus melakukan penelitian untuk mengumpulkan fakta, mempelajari, hingga menyajikan gambaran kehidupan seseorang yang akan kamu tulis riwayatnya. Sementara autobiografi, kamu cukup berbekal pengelaman dan ingatan akan kejadian-kejadian dalam hidupmu.

Jadi, perlu diingat ya, jika kamu ingin menulis kisahmu sendiri itu namanya bukan biografi, melainkan autobiografi. Saat menulis autobiografi kamu juga harus menuliskannya dengan sudut pandang yang benar, yaitu sudut pandang orang pertama. Jangan sampai keliru lagi, ya!

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.