Manusia adalah makhluk Tuhan yang dianugerahi kebebasan dan kemerdekaan. Kebebasan untuk patuh atau mengingkari-Nya, kebebasan untuk bersyukur atau mengingkari nikmat-Nya (Qs. an-Naml: 40) dan seterusnya. Namun patut diingat, bahwa kebebasan yang diberikan Tuhan kepada manusia, menuntut konsekuensi-konsekuensi pertanggungjawaban sebagai bentuk keadilan-Nya.

Membentuk seorang mukmin yang berakhlak mulia, berkarakter, berkualitas, serta mampu menjadi”khalifah“dan “abid“di muka bumi ini bukanlah hal yang patut untuk disepelekan. Melainkan harus diperhatikan bagi setiap orang tua yang ingin agar anak didiknya bisa tumbuh dan menjadi manusia yang baik. Tidak hanya di hadapan manusia namun juga di hadapan Allah Swt.

Membentuk pribadi muslim idaman bukanlah hal yang sulit, namun bukan juga hal yang mudah. Hal itu menjadi tanggung jawab bersama bagi kedua orang tuanya. Pembiasaan yang baik sejak usia dini serta pendidikan agama yang baik, dapat membantu mewujudkan seorang muslim berakhlak mulia, berkarakter, berkualitas, serta mampu menjadikan dirinya bermanfaat bagi dirinya, sesamanya, lingkungan, bangsa, dan agamanya

Al-Qur”an dan as-Sunnah telah menjelaskan beragam tuntunan dan cara yang dapat ditempuh para orang tua untuk membentuk akhlak dan karakter anak. Berikut ini adalah beberapa tuntunan dalam rangka pendidikan karakter untuk anak.

1. Menanamkan Pemahaman tentang Islam yang Benar Sejak Dini dan Memberikan Pendidikan yang Seimbang (Antara Keilmuan, Rohani Dan Jasmaninya)

Pemahaman tentang agama merupakan hal mendasar yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Bagi seorang muslim, maka sudah menjadi keharusan baginya untuk mengenal dan memahami agama Islam dengan baik. Hal pertama yang harus ditanamkan adalah tauhid dan akidah. Selain itu, ajaran-ajaran Islam lainnya harus diajarkan kepada anak secara bertahap. Seperti cara shalat, berwudhu, mengaji, menceritakan kisah-kisah para Nabi dan Rasul serta para sahabat, dan melatih anak untuk menghafal beberapa doa pendek seperti doa hendak makan, hendak tidur, dan sebagainya.

2. Mencontohkan dan Membiasakan Anak untuk Berperilaku yang Baik

Orang tua merupakan teladan terdekat bagi anak. Orang tua hendaknya mengikuti teladan terbaik yaitu Nabi Muhammad Saw. Banyak hal baik yang bisa dicontohkan kepada anak. Seperti memberikan sedekah kepada fakir miskin, suka menolong, pemberani, sabar, dan rendah hati, menghormati orang lain dengan berkata-kata dan bersikap yang sopan.

3. Menumbuhkan Pemahaman Positif kepada Anak tentang Dirinya

Pemahaman positif pada anak sejak usianya masih dini dapat ditumbuhkan dengan cara memberikan kepercayaan kepada anak untuk mengambil keputusan terkait dirinya sendiri. Biarkan ia belajar bertanggungjawab atas apa yang dipilih untuk dilakukannya. Jangan mencela pendapatnya karena akan membuatnya merasa tidak dihargai. Selain itu, kenalilah potensi dan bakat yang dimiliki anak sehingga orang tua bisa membantu mengarahkan anak untuk mengembangkan potensinya, tanpa menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan seterusnya.

4. Membangun Komunikasi yang Baik dengan Anak

Membangun komunikasi yang baik dengan anak adalah adanya keterbukaan antara keduanya. Hal ini mencerminkan adanya rasa saling percaya satu sama lain yang akan membantu dalam memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing pihak, khususnya anak. Tumbuhkanlah rasa nyaman di hati mereka ketika sedang bercerita. Berikanlah respon yang positif yang tidak berkesan menggurui atau memerintah, namun lebih kepada perasaan bahwa orang tua sangat memahami mereka.

 

Referensi : https://www.dakwatuna.com/2014/04/29/50510/mewujudkan-muslim-berakhlak-mulia-melalui-pendidikan-karakter-sejak-dini/#ixzz5A9biCTNL

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.