Penindasan atau bahasa kerennya bullying masih menjadi Top ten masalah bersama yang tak kunjung ditemukan jawabannya dalam dunia pendidikan Indonesia. Saat ini, pihak sekolah, pemerintah dan masyarakat semakin tegas dan waspada terhadap perilaku yang mengandung unsur”bullying.” Jangan senang dulu! Siapa tahu kamu belum bebas dari bullying jika masih melakukan hal-hal sebagai berikut.

1. Melarang adik kelas untuk melewati tempat tertentu atau nongkrong/jajan di suatu tempat.

Mentang-mentang udah senior, kalian seakan punya daerah teritorial sendiri. Orang yang mau keluar masuk ke daerah itu harus seizin kalian. Contohnya, kalian menetapkan selain anak kelas 12 dan guru enggak boleh ada yang lewat area depan kelas 12. Duh, kalian ini siswa atau preman pasar sih sebenernya”

2. “Mendisiplinkan” penampilan adik kelas atas inisiatif pribadi.

Karena ada ambisi yang terlalu besar buat jadi guru BP, kalian langsung “menegur” adik kelas yang seragamnya nggak sesuai aturan. Sayangnya, bukan dengan cara yang terpuji “melainkan melalui teriakan dan omongan kasar. Seperti mendedel rok, memerintahkan ganti sepatu/baju, mencukur paksa rambut yang kelewat panjang.

3. Menyuruh-nyuruh adik kelas melakukan permintaan kamu.

Ini nih yang sering dilakukan oleh para kakak senior. Merasa lebih berkuasa sehingga berhak menyuruh-nyuruh adik-adik junior. Contohnya, “memesankan dan mengambilkan makan, mengembalikan buku, membawakan tas dan lainnya. Bukannya ga boleh minta tolong tapi sewajarnya dan emang kalian dalam keadaan terdesak. Inget, posisi kalian sebagai sesama siswa di sekolah sama. Enggak ada yang lebih tinggi atau rendah karena kita ga sekolah di zaman penjajahan Belanda.

4. Meminta uang saku ekstra dengan menggunakan kekuasaan.

Wah, ini kebiasaan yang masih membudaya hingga sekarang. Alih-alih mengayomi sebagai yang lebih tua, kalian malah menyalahgunakan kesungkanan adik-adik yang tak berdosa. Tiap hari selalu menodong uang yang seharusnya jadi hak mereka. Yaelah enggak malu, ngemis- ngemis ke yang lebih muda.

5. Mewajibkan pakai atribut tertentu di luar atribut sekolah atau melakukan hal-hal yang nggak terkait dengan belajar mengajar.

Masa orientasi siswa yang disingkat dengan MOS bisa jadi hari-hari yang menyenangkan juga melelahkan bagi siswa baru. Kenapa” Karena masa ini sering dimanfaatkan sebagai ajang balas dendam oleh para senior tengil. Kepedihan kepedihan yang dirasakannya dulu langsung mereka lampiaskan kepada adik adik kelasnya. Ya denga menyuruh hal-hal yang ga nyambung dengan kegiatan MOS dan pastinya mempermalukan pelakunya seperti bikin”name tag“yang ribet, merayu senior, ngobrol dengan tiang bendera, memberikan surat cinta kepada senior galak dan sebagainya.

6. Berkata kasar, memberi hukuman fisik, serta sanksi yang tidak mendidik terhadap adik kelas.”Push up100 kali”

Ini masih kelanjutan dari poin sebelumnya. Karena ada adik kelas yang khilaf dalam pelaksanaan MOS, tak segan-segan kakak-kakak durjana itu menegur dengan sangat keras dan tak berperikemanusiaan. Tak jarang mereka disuruh lari keliling lapangan 20 kali di tengah panasnya matahari, push up yang jumlahnya bisa menyaingi para tentara wamil latihan. Ini sekolah bukan kamp pelatihan tentara, bos.

7. Mencela, mempermalukan, memusuhi, serta mengucilkan siswa di sekolah. Termasuk memberikan nama julukan.

Yang terakhir dan masih dianggap lumrah oleh masyarakat, pembullyan tersirat yang sifatnya non verbal seperti mengolok-olok nama sendiri dan ortu, mengucilkan dia karena punya penampilan yang nyentrik, ga mau berteman karena dia miskin. Tolonglah, kalian enggak punya hak untuk menghakimi orang lain. Karena belum tentu kalian lebih baik dari yang kalian tindas.

Bayangkan kalau kalian ada di posisi mereka, apa kalain sanggup” Kalian mau” Enggak kan. Makanya mulai sekarang stop melakukan hal-hal yang di atas tadi. Mulai sekarang stop bullying.” Kalau kalian masih menemukan hal seperti itu terjadi, jadilah orang pertama yang menntangnya.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.