Nama Pidi Baiq kian melejit setelah novel “Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990” ini menjadi best seller dan diangkat menjadi film layar lebar. Tak hanya novel Dilan saja, novel sekuelnya Milea: Suara dari Dilan juga berhasil menarik minat para pembaca hingga akhirnya juga diangkat menjadi film. Film dan novel karya Pidi Baiq ini pun mendapat dukungan banyak orang.

Sebagai seorang penulis, Pidi Baiq pasti merasa senang dan bangga atas karyanya yang bisa dibilang sukses besar ini. Usahanya dalam menulis sebuah karya membuahkan hasil yang memuaskan. Tentunya seorang Pidi Baiq memiliki kita dan tips menulis yang biasa digunakannya dalam proses menulis. Berikut ini ada beberapa kiat yang dilakukan Pidi saat menulis.

  1. Catatlah apa pun ide yang muncul!

Pidi pernah bercerita dalam sebuah pertemuan bahwa saat menemukan ide atau gagasan baru, ia akan mencatatnya, baik itu ide yang menurutnya biasa atau luar biasa. Menurutnya, hal ini bisa membuat seorang menjadi terbiasa dalam menulis.

  1. Percaya diri dan tidak terpaku terhadap pendapat orang

Dalam proses menulis, penting sekali bagi seorang penulis untuk memiliki sikap percaya diri. Hal ini akan membuat diri menjadi lebih konsisten dalam menulis. Mengapa? Bisa saja ketika ia tidak percaya diri kemudian ia mendengarkan pendapat orang lain terhadap tulisannya maka ada kemungkinan untuk menyerah.

Pidi baiq juga berpendapat bahwa sudah waktunya orang-orang untuk mulai membiasakan menulis. Waktu akan membuat kita lupa, tetapi dengan menulis kita bisa mengingatnya.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.