Mungkin istilah dialog tag dalam sebuah tulisan masih asing di telinga kita. Mungkin hanya sebagian penulis yang mengetahui istilah dialog tag. Ketika mendengar istilah dialog tag, hal yang terpikirkan oleh kita bahwa itu berkaitan dengan dialog atau percakapan. Ya, benar. Dialog tag  memang berkaitan dengan teks percakapan yang dapat kita jumpai dalam karya fiksi maupun non fiksi. Dialog tag sebenarnya sudah sering kita jumpai dalam beberapa tulisan tapi kita tidak mengetahui bahwa bentuk tersebut dinamakan dialog tag.

 

Apa sih dialog tag itu?

Di dalam proses menulis, kita pasti akan menemui teks percakapan. Teks percakapan ini pasti diikuti dengan frase penjelas di akhir kalimat percakapannya. Itulah yang disebut dengan dialog tag. Dialog tag adalah kata yang mengikuti dialog dan bertujuan untuk menginformasikan identitas dari pengucap dialog. Dialog tag sering digunakan oleh penulis untuk memberikan informasi terhadap percakapan yang disampaikan oleh si tokoh.

Penggunaan dialog tag di dalam sebuah tulisan harus dicantumkan. Mengapa? Sebab dialog tag berfungsi sebagai penjelas suatu percakapan. Dialog tag bisa saja tidak dicantumkan sebagai penjelas dalam sebuah tulisan, akan tetapi hal ini akan membuat pembaca bingung dan tidak bisa menangkap maksud dari percakapan tersebut. Pembaca akan menerka-nerka terhadap tindakan yang dilakukan oleh tokoh di dalam percakapan tersebut. Maka dari itu, sebaiknya dialog tag dicantumkan dalam sebuah percakapan.

 

Apa saja macam-macam dialog tag?

Di dalam sebuah tulisan, kita biasa menjumpai kata desis, ucap, kata, dan sebagainya. Kata-kata tersebut adalah dialog tag. Selama ini kita hanya mengetahui wujudnya tetapi tidak mengetahui istilahnya. Ketika kita membaca sebuah karya fiksi, kemudian kita menemukan kata-kata tersebut, kita pasti akan menangkap maksud dari percakapan tersebut. ‘Oh, jadi si tokoh itu lagi begini’, ‘Oh si tokoh sedang bersedih’, dan sebagainya. Dialog tag juga bisa digunakan sebagai pengganti tanda baca. Misalkan kita menjumpai tokoh yang emosinya sedang memuncak. Kita tidak perlu menuliskan tanda seru sebanyak mungkin untuk menggambarkan tokoh tersebut emosinya sedang meluap-luap. Kita cukup menjelaskannya dengan dialog tag.

Nah apa saja sih macam-macam dialog tag yang digunakan dalam sebuah tulisan?

Kita dapat menjumpai beberapa macam dialog tag dalam sebuah tulisan, baik dialog tag yang menurut kita asing di telinga hingga dialog tag yang selalu digunakan dalam sebuah tulisan. Di sini akan dikupas tuntas mengenai macam-macam dialog tag mulai dari kata yang asing di telinga kita sampai kata yang familiar. Contohnya, bisik, pekik, desis, gumam, lirih, jawab, jelas, dan kata. Kata-kata tersebut sangat familiar di telinga. Kita sering menjumpainya dalam sebuah tulisan. Tidak hanya kata-kata itu saja, masih terdapat beberapa kata lainnya yang bisa digunakan sebagai dialog tag. Kata tersebut antara lain yakni bujuk, cecar, cela, cetus, duga, gerutu, henti, hina, jerit, kelakar, larang, dan sebagainya.

 

Bagaimana penggunaan dialog tag?

Penggunaan dialog tag tidak serta merta dicantumkan di akhir percakapan. Dialog tag hanya berfungsi sebagai penjelas atau pemberi informasi terhadap identitas dari percakapan tersebut. Berikut adalah contoh penggunaan dialog tag dalam sebuah tulisan.

“Ibu tidak tahu lagi harus berkata apa padamu. Ibu ingin kamu jangan pergi sampai kota ini benar-benar aman.” mohon Ibu pada anaknya.

“Ah ibu ini cerewet saja. Aku ingin pergi keluar rumah untuk bertemu dengan teman sebentar saja tidak diizinkan.” gumamnya dalam hati.

Itulah beberapa contoh dialog tag yang sering kita jumpai dalam sebuah tulisan. Setelah membaca penjelasan di atas, harapannya seseorang dapat memahami istilah dialog tag dan mengaplikasikan dialog tag tersebut pada akhir percakapan.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.

WhatsApp chat