Penggunaan tanda baca perlu diperhatikan. Ada beberapa aturan dalam menggunakan tanda baca yang terdapat dalam PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai tanda baca kurung.

Terdapat dua jenis tanda kurung yang sering kita temui. Berikut ini penjabaran mengenai dua jenis tanda kurung beserta contoh penggunaannya berdasarkan dalam aturan PUEBI.

  1. Tanda kurung lengkung
  • Dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelas

Contoh: Adik baru saja memiliki KTP (kartu tanda penduduk).

  • Dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelas yang bukan bagian utama kalimat

Contoh: Saat liburan ke Jawa Timur, dia tidak lupa ke Surabaya (ibu kota Provinsi Jawa Timur).

  • Dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang keberadaannya di dalam teks dapat dimunculkan atau dihilangkan

Contoh: Dia berangkat ke kantor selalu menaiki (bus) Transjakarta.

  • Diapkai untuk mengapit huruf atau angka yang digunakan sebagai penanda perincian.

Contoh: Ilmu yang dipelajari dalam Biologi di antaranya adalah (1) Anatomi, (2) Botani, (3) Ekologi,                            dan (4) Fisiologi.

  1. Tanda kurung siku

Tanda kurung siku memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai berikut.

  • Dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan atas kesalahan atau kekurangan di dalam naskah asli yang ditulis orang lain.

Contoh: Penggunaan bahasa dalam karya ilmiah harus sesuai [dengan] kaidah bahasa Indonesia.

  • Dipakai untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang terdapat dalam tanda kurung.

Contoh: Persamaan kedua proses itu (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35-                              38]) perlu dibentangkan di sini.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping