Bagi kamu para pembaca buku, pasti sering mendengar istilah bookworm (kutu buku). Nah, ternyata istilah tersebut merupakan salah satu dari beberapa istilah yang diasosiasikan untuk pembaca buku.  Kendati demikian, seorang pembaca buku tak hanya akrab dengan buku, tetapi juga terhubung dengan segala elemen yang menyangkut buku. Misalnya, kata-kata yang ada di dalam sebuah buku hingga aroma kertasnya saja bisa memberikan sensasi yang berbeda. Ya, kan?

Nah, berikut ini ada beberapa istilah yang wajib diketahui para pencinta buku. Siapa tahu kamu juga punya kebiasaan dari istilah di bawah ini. Simak, yuk!

Sumber: freepik.com

Bibliophile

Istilah bibliophile adalah istilah yang diperuntukkan untuk orang yang sangat mencintai buku. Berbeda dengan kutu buku (bookworm), bibliophile ini lebih ke mencintai hingga mengoleksi buku yang diinginkan. Sementara seorang kutu buku ada yang hanya mencintai, tetapi tidak ingin mengoleksi.

Logophile

Logophile adalah istilah untuk orang yang gemar terhadap kata-kata. Seorang logophile ini biasanya juga suka menulis. Ia suka melampiaskan semua yang dirasakan ke dalam kata-kata yang indah. Oleh karena itu, seorang logophile lebih cepat menguasai dan mengetahui kosakata baru.

Epeolatry

Masih dengan kecintaan pada kata-kata. Istilah epeolatry yang berasal dari bahasa Yunani ini berarti pemujaan terhadap kata-kata. Tak perlu gambar untuk memahami suatu kalimat atau tulisan, seorang epeolatry akan langsung paham dengan penjabaran pada tiap kata-kata. Baginya, deskripsi dengan kata-kata lebih menarik daripada gambar. Itulah yang membuat epeolatry bebas berimajinasi.

Omnilegent

Kamu yang melahap buku apa pun dan tidak pernah memilih-milih genrenya, berarti kamu seorang omnilegent. Seseorang yang akrab dan bisa membaca buku dalam jenis serta genre apa pun, ia akan lebih mudah dalam membaca banyak buku.

 

Sumber: isliplibrary.org

Tsundoku

Istilah berikutnya adalah tsundoku. Istilah ini berasal dari bahasa Jepang yang berarti kondisi atau keadaan seseorang ketika membeli buku, tetapi tidak membacanya. Biasanya, para tsundoku ini hanya menyukai euforia ketika membeli buku. Hayo, siapa yang begini?

Cross-Under

Pernahkah kamu membaca buku anak-anak di saat kamu sudah dewasa ini? Kalau pernah, berarti kamu bisa disebut cross-under. Ya, istilah ini diperuntukkan untuk orang dewasa yang membaca buku anak-anak ataupun sebaliknya, anak-anak yang membaca buku orang dewasa, seperti buku filsafat atau sastra.

Abibliophobia

Ketika kamu terlalu asyik membaca sebuah buku, kamu pasti pernah berpikiran untuk tidak segera menyelesaikan membacanya. Apalagi kalau bahan bacaanmu sudah habis atau sudah tidak ada lagi buku yang akan dibaca. Ya, itulah yang sering dilakukan oleh orang yang terkena sindrom abibliophobia, istilah untuk orang yang takut kekurangan bahan bacaan sehingga sering tidak menyelesaikan baca bukunya. Bisa dibilang, pembaca yang seperti ini menggunakan mode hemat membaca.

 

Nah, itulah tujuh istilah para pencinta buku yang perlu kamu ketahui. Dari ketujuh istilah di atas, mana nih yang kamu banget?

Berbicara mengenai buku, dalam proses dari menulis hingga terbitnya memerlukan upaya yang tidak sedikit dan kecil. Ada rintangan dan tantangan yang dihadapi para penulis. Kalau kamu, apakah kamu mau jadi penulis? Atau kamu lebih suka memakai jasa menulis buku? Apa pun itu, yang terpenting adalah tetap menulis agar bisa menghasilkan bacaan-bacaan yang berkualitas.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.