Dalam proses menulis, ada banyak cara atau teknik yang bisa kamu lakukan. Memang tidak semua teknik tersebut bisa kamu gunakan sekaligus. Kamu perlu untuk setidaknya mencoba satu per satu hingga menemukan teknik yang kamu rasa cocok dan bisa membantumu lebih produktif. Dalam hal ini, salah satu teknik yang bisa kamu coba adalah teknik menulis show, don’t tell.

Kira-kira, seperti apa teknik tersebut dan bagaimana cara untuk menggunakan teknik show, don’t tell ini? Simak selengkapnya di bawah ini!

Sumber: pxhere.com

Memberikan Ilustrasi

Sebelum kita beranjak ke cara-cara menggunakan teknik menulis satu ini, kita akan membahas dulu apa itu teknik menulis show, don’t tell. Tidak banyak yang tahu terkait arti dari teknik ini, kecuali kamu yang sudah pernah mendengarnya di kelas menulis atau e-course kepenulisan langganan kamu. Pada dasarnya, teknik ini menggunakan cerita dan karakter terkait melalui detail sensorik serta tindakan.

Oleh karena gaya penulisan yang terkesan lebih mendalam, pembaca akan merasa seolah-olah mereka berada di tempat yang sama dengan para tokoh yang kamu tulis. Show, don’t tell juga bisa membantumu untuk mengembangkan karakter dengan cara lain, lho, tidak hanya dengan menuliskan sifat mereka. Singkatnya, “showing” itu hanya untuk memberikan ilustrasi, tetapi “telling” itu menyatakan.

 

Menuliskan Suasana Latar Cerita

Menulis menggunakan teknik show, don’t tell bisa dilakukan dengan menciptakan suasana latar cerita yang lebih rinci. Kamu bisa menulis bagaimana seorang karakter memandang atau berinteraksi dengan lingkungan. Nah, dengan fokus pada latar cerita dapat membuat banyak detail sensorik ke dalam adegan. Dari sini, pembaca bisa membayangkan lebih dekat lagi dengan suasana dan semesta yang kamu ciptakan.

Sumber: pxhere.com

 

Menunjukkan Karakter dengan Dialog

Dialog adalah salah satu elemen dalam cerita. Biasanya, para penulis fiksi menggunakan elemen satu ini untuk mendukung dan memvariasikan cerita. Dialog yang terjadi antartokoh dapat memberi tahu pembaca banyak hal terkait mereka. Dari cara penulis menuliskan gaya bahasa sang tokoh, itu bisa menggambarkan karakter tokoh tersebut.

Misalnya, ketika suatu tokoh sering menggunakan kata atau istilah-istilah bahasa gaul, itu berarti tokoh tersebut memiliki karakter yang gaul dan biasanya anak gaul mudah bergaul dengan orang lain. Perlu diingat bahwa adanya dialog juga bisa memengaruhi pembaca agar lebih tertarik lagi untuk membaca buku yang kamu tulis.

 

Menulis Secara Detail, tetapi Kuat

Penggambaran isi cerita dengan detail adalah hal yang penting dalam teknik showing, tetapi apa yang dimasukkan ke dalam cerita juga tidak sembarang. Sebagai penulis, kamu harus bisa memfilter mana informasi yang kuat dan mana yang berlebihan. Hal ini bertujuan agar apa yang kamu tulis bisa dipahami pembaca dengan lebih mudah. Buatlah kalimat-kalimat yang berisi, tetapi juga tidak terlalu bertele-tele.

 

Setelah membaca hingga akhir pemaparan terkait pengenalan dan cara membuat tulisan dengan teknik show, don’t tell, sekarang kamu bisa mencoba mempraktikkan teknik ini dalam tulisanmu.

Yang terpenting adalah buatlah tulisan yang mengalir dan alurnya jelas karena jika tidak, itu bisa menyulitkan pembaca untuk bisa memahami. Kamu yang bekerja di bidang jasa menulis buku juga bisa menggunakan teknik ini, lho.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping