Lagi-lagi masyarakat Indonesia terpecah menjadi dua, yakni pengikut mahzab silaturahim dan mahzab silaturahmi. Jika dilihat sekilas memang terlihat sama, namun jika diamati dengan jeli maka akan tampak perbedaannya yang terletak pada posisi huruf “i””sebelum dan sesudah huruf “m””. Terlihat sepele memang, tapi bisa menimbulkan perpecahan umat. Hahahaha lebay!

Tenang, tenang. Jangan berantem dulu. Yuk kita cari tahu perbedaannya.

Silaturahim berasal dari bahasa Arab, “sillah ar-rahim” (Shillah), artinya hubungan rahim atau tali kasih sayang. Jadi, kata silaturahima ini merujuk pada hubungan kekeluargaan, ikatan janin, atau ikatan darah daging.

Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, silaturahmi merupakan nomina yang berarti tali persahabatan (persaudaraan). Ada pun kata silaturahim dalam kamus dirujuk dari kata silaturahmi. Dengan demikian, KBBI lebih memilih kata silaturahmi daripada silaturahim.

Dari penjelasan di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa makna silaturahmi dan silaturahim adalah sama, yaitu menyambung rahim, menyambung atau mengikat tali persaudaraan, kekerabatan, persahabatan, ataupun menyambung kasih sayang.

Mengapa KBBI daring menggunakan silaturahmi bukan silaturahim” Mungkin hal tersebut dikarenakan mayoritas masyarakat Indonesia lebih terbiasa menggunakan kata silaturahmi dibanding dengan silaturahim. Bukankah bahasa merupakan pembiasaan dari masyarakat” Jadi bukan salah KBBI jika menggunakan silaturahmi bukan silaturahim

Nah, karena kedua mahzab tersebut sama-sama benar, rasanya tak perlulah kita mendebatkan hal ini lagi. Yang kita perlukan adalah tetap menjaga silaturahmi atau silaturahim dengan semua orang, tidak terkecuali dengan mantan karena mantan juga pernah membuat kita bahagia. Hahaha.

 

Rujukan: gislam99.blogspot.com

www.uinjkt.ac.id

 

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.