“Kapan nyusul””

“Eh, temen SD mu udah pada punya anak loh.”

“Masih betah sendiri””

“Mana calonnya””

Intensitas perjumpaan kita terhadap pertanyaan dan pernyataan di atas berbanding lurus dengan usia dan status single kita. Artinya, semakin lama kita menyandang status single maka akan semakin sering pula kita mendapat pertanyaan atau pernyataan tersebut. Hal tersebut merupakan “mimpi buruk” bagi sebagian orang, terutama bagi kaum wanita. Apalagi jika teman-temannya sudah mulai menanggalkan predikat single satu per satu. Rasanya hidup tak tenang, makan tak enak, bahkan update status sosmed pun tak lagi nikmat.

Berikut beberapa perasaan yang dirasakan wanita single saat teman-temannya mulai menikah satu per satu.

  1. Senang

Senang karena selain bisa menjadi salah satu ajang reuni, acara pernikahan teman juga bisa menjadi ajang cari jodoh. Asal jeli melihat peluang dan memaksimalkan potensi maka kemungkinan mendapat jodoh masih terbuka lebar.

  1. Was was

Selain was was karena teman-teman sudah mulai “sold out” satu per satu, acara pernikahan teman juga bikin was was isi dompet. Para single membutuhkan lebih banyak biaya saat datang ke acara pernikahan temannya. Bukan hanya untuk membeli bedak dan gincu, tapi juga untuk menyewa jasa taksi online karena tidak ada yang menjemput. Bahkan jika perlu menyewa jasa pacar bayaran biar ada yang bisa digandeng.

  1. Sedih

Sedih adalah level tertinggi setelah perasaan was was. Apalagi jika usia sudah semakin banyak namun status single masih betah membersamai. Tapi, ya gimana lagi. Hanya pasrah, doa, dan usaha saja yang bisa dilakukan.

Percaya saja jika jodoh akan datang disaat yang tepat. Meskipun pertanyaan dengan awalan “kapan” akan sedikit menganggung, tetaplah sabar. Kan single yang berusaha, Allah yang menentukan, dan netizen yang berkomentar. Toh jadi itu” single nggak dosa.

Tetap bahagia ya sahabat single!

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.