Sumber: cnnindonesia.com

Berbagai pelatihan menulis, baik daring maupun luring, kini makin menjamur. Salah satunya seperti pelatihan menulis daring book writing camp. Tujuannya, tentu agar makin banyak buku yang diterbitkan dan menjadi warisan budaya Indonesia nantinya. Nah, PR selanjutnya setelah buku diterbitkan tentu adalah bagaimana agar buku tersebut laku terjual.

Menjual buku ini termasuk perkara yang tidak bisa kita remehkan, lho. Salah dalam teknik penjualan, bisa-bisa buku kita tidak laku, padahal isi dari buku kita sangat bagus dan dibutuhkan oleh banyak orang. Dengan demikian, kamu perlu memikirkan cara penjualan bukumu dengan baik, bisa dengan beberapa cara berikut ini.

 

Mencari Reseller

Tidak hanya produk kecantikan dan sehari-hari saja yang membutuhkan reseller. Berjualan buku pun juga membutuhkan reseller. Dengan adanya reseller, kamu akan memperoleh banyak bantuan untuk memasarkan bukumu. Selain itu, bila reseller-mu sudah berpengalaman dalam berjualan, tentu dia akan mudah menarik pembeli. Hal tersebut jelas akan meningkatkan penjualan bukumu. Mencari reseller pun juga cukup mudah dan tidak perlu modal besar. Bahkan, bisa dari anggota keluarga sendiri dengan sistem pembayarannya, yaitu sekian persen dari keuntungan berjualan buku.

 

Membuka Sistem Dropship

Sistem berjualan buku selanjutnya ada dropship. Secara garis besar, sistem ini hampir sama dengan reseller. Bedanya, pada sistem dropship, orang yang mengemas dan mengirimkan paket pembeli adalah kita. Dropshipper hanya menawarkan barang tanpa ikut menyetok dan mengirimkan barang. Sementara, untuk sistem reseller tadi, reseller-mu bisa menyetok barang dan juga mengemas serta mengirimkan paket kepada pembeli.

 

Menyelenggarakan Bedah Buku

Ada pula sistem berjualan buku yang tidak tampak seperti berjualan, lho. Caranya bisa melalui bedah buku. Ya, melalui bedah buku, secara tidak langsung kamu sudah menawarkan bukumu kepada calon pembeli atau istilahnya soft selling. Cara ini juga dianggap cukup efektif oleh sebagian besar orang. Apalagi, di masa serba digital ini, penyelenggaraan bedah buku juga bisa dilakukan secara daring. Tentu hal tersebut akan banyak menghemat pengeluaranmu.

Sumber: jogja.tribunnews.com

 

Mengadakan Seminar

Sistem berjualan buku lainnya ada melalui seminar. Sistem ini bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah memiliki nama sebelumnya, seperti para trainer, guru besar suatu universitas, maupun orang-orang yang memang sudah terkenal di bidangnya. Proses penjualan buku di sini pun terkesan buku sudah pasti terjual karena biasanya harga buku sudah dijadikan satu dengan harga seminar. Istilahnya, membayar sekian rupiah untuk seminar sudah mendapatkan gratis satu buah buku.

 

Melakukan Kerja Sama dengan Toko Buku

Cara lainnya yang dilakukan adalah bekerja sama dengan toko buku maupun penerbit atau jasa ghostwriter yang kamu gunakan saat menerbitkan bukumu. Ketentuan sistem ini biasanya berbeda-beda, sesuai dengan kesepakatan yang telah kamu setujui sebelumnya. Pembagian hasil yang umumnya digunakan pada sistem ini, yaitu royalti. Jadi, kamu akan memperoleh fee sekian persen dari harga buku yang berhasil terjual.

 

Itulah lima macam cara yang bisa kamu gunakan untuk menjual bukumu. Tentu masih ada banyak cara lain lagi yang bisa kamu gunakan sesuai dengan kebutuhanmu. Bahkan, belum tentu cara yang kamu gunakan untuk menjualkan bukumu bisa cocok bila digunakan oleh penulis lainnya. Dengan demikian, tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Jadi, apa kamu sudah menyiapkan strategi untuk menjadikan bukumu best seller?

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping