Sumber: Dokumen Litera

Menghadapi situasi pandemi yang entah kapan berakhirnya ini membuat sebagian besar orang harus memutar otak guna tetap bertahan hidup akibat arus perekonomian yang tidak stabil. Banyak orang kehilangan mata pencaharian karena harus dirumahkan ataupun karena usaha yang mereka geluti sudah sepi peminat. Selain itu, banyak pula pebisnis yang gulung tikar karena tidak mampu membayar upah karyawan sebab menyusutnya jumlah konsumen. Belum lagi kini kita dituntut untuk stay at home dan memaksimalkan segala aktivitas di rumah sehingga kita perlu melakukan penyesuaian lagi.

Namun, tidak semua aktivitas bisa dilakukan di rumah. Kita perlu cermat dan cerdas dalam membaca peluang agar dapat menemukan aktivitas yang menguntungkan selama kita stay at home. Salah satu aktivitas yang dapat kila lakukan adalah budikdamber atau budi daya ikan dan sayuran dalam ember. Aktivitas ini dapat membuat kita lebih produktif ketika di rumah, sekaligus menjadi jawaban untuk memanfaatkan lahan terbatas seperti pekarangan rumah.

Kata Siapa Budikdamber Ribet?

Sekarang ini kita sudah sulit menjumpai lahan-lahan yang luas, apalagi di perkotaan. Bahkan, kita pun jarang menemui rumah yang memiliki halaman atau pekarangan yang luas, kebanyakan ukurannya sempit dan terbatas. Mungkin sebagian dari kita juga memandangnya sebagai tempat yang tidak terlalu berguna, bahkan hanya kita fungsikan seadanya saja. Terkadang malah hanya digunakan untuk menampung barang-barang yang tidak digunakan, ya … semi gudang outdoor jadinya.

Namun, siapa sangka lahan sempit dan terbatas itu bisa memiliki manfaat yang lebih banyak ketika kita mampu melihatnya dari sisi yang lain? Salah satu cara untuk memperoleh manfaat itu adalah dengan melakukan budikdamber. Budikdamber adalah sebuah solusi cerdas dalam memanfaatkan lahan terbatas. Jika kita mampu menerapkan teknik budi daya ini dengan tepat maka kita akan memperoleh manfaat yang berlimpah.

Agar kita dapat memperoleh hasil maksimal dari budikdamber, kita perlu memperhatikan beberapa komponen. Salah satunya adalah benih ikan yang akan ditebar. Benih ikan yang digunakan biasanya berukuran 5—7 cm, tetapi ada juga yang menebar benih dengan ukuran berkisar antara 7—8 cm atau 8—10 cm.  Ukuran benih ikan tidak harus selalu berpatokan sebagaimana yang disebutkan tadi, kita bisa menggunakan sesuai kebutuhan. Jika kita berbudikdamber dengan tujuan menstok ikan siap konsumsi di rumah, kita bisa menggunakan benih ikan berukuran 7—8 karena bisa panen lebih cepat.

Selain benih, perhatikan pula air yang digunakan untuk budikdamber. Jumlah air yang diisi pada ember sekitar 60 liter untuk ember dengan kapasitas 80 liter dan sekitar 90 liter untuk ember yang berkapasitas 120 liter.         Agar lebih mudah, kita dapat mengisi air dalam ember sampai air bisa merendam bagian bawah wadah tanam. Kabar baiknya, ada banyak sumber air yang dapat digunakan untuk budikdamber, seperti air sumur, air hujan, air dari perairan umum, air PDAM, dan sumber-sumber air bersih lainnya. Beberapa sumber air tersebut tentunya mudah kita temui di lingkungan sekitar sehingga mempermudah kita dalam melakukan budikdamber.

Budikdamber biasanya menggunakan jenis ikan yang tahan dengan media air yang miskin oksigen. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan kita bisa memberikan suplai oksigen ke dalam ember (aerasi) agar ikan tetap bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebenarnya, tanpa aerasi pun ikan juga masih bisa hidup, tetapi berdasarkan hasil pengamatan Aidil Syafitri yang dijelaskan dalam buku Ayo Budikdamber! Solusi Cerdas Beternak dan Berkebun di Lahan Terbatas menunjukkan bahwa dengan menggunakan aerasi dapat mengurangi tingkat kematian pada ikan dalam ember.

Apa Sih Manfaat Budikdamber?

Selain pengaplikasian budikdamber yang relatif mudah, kita juga dapat memperoleh manfaat lain dari kegiatan ini. Dari aspek ekonomi, budikdamber merupakan peluang usaha yang dapat dijadikan sebagai pekerjaan utama maupun sampingan. Di sisi lain, apabila dijalankan secara serius dan kontinu, budikdamber dapat memberikan manfaat ekonomi atau tambahan penghasilan. Lebih dalam, dari segi ekonomi, budikdamber memiliki beberapa kelebihan, seperti modal yang relatif kecil, dapat menambah penghasilan, dapat memanfaatkan lebih dari satu sumber air, hemat listrik, dan sebagai alternatif solusi ketahanan pangan mandiri.

Sumber: Syafitri (2021)

         Sebenarnya masih ada banyak kelebihan yang diberikan oleh budikdamber selain yang sudah disebutkan di atas. Kelebihan budikdamber tersebut sudah dikemas dalam buku Ayo Budikdamber! Solusi Cerdas Berkebun dan Beternak Ikan di Lahan Terbatas. Bahkan, dalam buku ini juga dijelaskan mengenai bagaimana langkah-langkah budikdamber yang tepat sehingga dapat menghasilkan ikan dan sayuran yang berkulitas. Selain mendapatkan hasil panen tersebut, dengan budikdamber kita juga akan lebih produktif ketika stay at home.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.