Pernahkah kamu menemui bahkan membaca buku Origin, Angels and Demons, The Lost Symbol, Inferno, atau The Da Vinci Code yang pernah memantik pro-kontra di dunia, termasuk Indonesia? Novel-novel yang luar biasa tersebut adalah karya Dan Brown, novelis suspense dan horor serta thriller modern. Dalam menulis naskah thriller modern, Dan Brown mengusung cara tersendiri yang menurutnya akan menarik pembaca. Seperti apa teknik Dan Brown dalam menulis thriller modern? Jika kamu seorang penulis di jasa ghostwriter, simak penjelasan berikut ya. Kamu akan menemukan teknik baru untuk proses menulismu.

Sumber: danbrown.com

Kumpulkan Idemu, Meski itu Sederhana

Enggak apa memiliki ide-ide yang sederhana. Ingat peribahasa sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit, terapkan peribahasa ini. Kamu bisa mengumpulkan ide-ide sederhanamu menjadi bagian dan rangkaian yang utuh hingga terbentuk ide yang besar. Ya, ide besar pun lahir dari ide-ide sederhana.

Lalu gimana memperluas dan memperbesar ide sederhana itu?

Maksimalkan untuk menciptakan tegangan, karakter yang menarik, konflik yang abu-abu pada cerita yang kamu suguhkan. Buat semuanya terkait satu sama lain sebagai suatu kesatuan hingga bisa menimbulkan hal rumit dan kompleks.

Penyusunan Bab Pendek

Kebanyakan buku Dan Brown disusun atas bab-bab yang pendek. Hal ini bukan tanpa alasan dilakuan olehnya. Meski memiliki paragraph yang pendek, bab-bab tersebut akan membuat novel setebal apa pun jadi seperti kue enak yang bisa dipotong di bagian mana pun. Namun, Dan Brown enggak sembarangan membuatnya pendek, loh. Ia menaruh kalimat-kalimat yang memicu pembaca penasaran pada akhir babnya.

Pembaca akan penasaran dan menimbulkan mindset, “Lanjut satu bab lagi deh, lagian babnya pendek.” Setelah menemukan satu kalimat penasaran, pembaca akan terus membaca bab berikutnya untuk menemukan jawaban atas kalimat penasaran sebelumnya, begitu seterusnya hingga pembaca dapat membaca hingga habis novel Dan Brown. Wah, teknik yang boleh dicoba nih.

Gunakan Sudut Pandang Orang Ketiga

Dalam beberapa karyanya, Dan Brown menggunakan sudut pandang orang ketiga dalam alur ceritanya. Dengan begitu, ia lebih mudah dalam menguraikan enigma demi enigma yang tertulis. Jika menggunakan sudut pandang orang pertama pasti takkan sanggup untuk mengungkapkan misteri sendirian, terlalu banyak misteri dan konspirasi. Akan tetapi, Dan Brown memilih untuk menggunakan orang ketiga yang terbatas yang memebrikan keterangan sangat mendalam dan detail tentang karakter tokoh sehingga tak ayal jika novelnya memiliki multialur yang kadang bercerita tentang satu tokoh secara mendalam dahulu kemudian beralih menjelaskan tokoh berikutnya, terkesan loncat-loncat, ya.

Sumber: id.berita.yahoo.com

Jangan Bertele-Tele

Memiliki bab yang pendek-pendek membuat Brown merapatkan alur ceritanya. Enggak ada kalimat yang bertele-tele dan diulur-ulur. Konfliknya reda, hadir kembali aksi. Aksi sudah mulai reda, naik lagi konfliknya. Begitulah Dan Brown mengemas ceritanya. Enggak ada basa-basi. Sebagian orang ada yang menyukai cerita semacam ini. Jika kamu ingin menggunakan teknik ini, kamu harus paham betul alur yang kamu buat ya. Tentu agar pembaca enggak bingung.

 

Itulah beberapa teknik menulis yang dilakukan Dan Brown untuk bisa melahirkan karya yang bisa menarik pembaca. Sudah pasti teknik-teknik tersebut di atas bisa kamu coba, terlebih bagi kamu yang menekuni profesi sebagai penulis di jasa ghostwriter Malang, misalnya, bisa banget!

Yuk, buat dan wujudkan impianmu untuk menulis hingga melahirkan buku yang spektakuler. Kapan lagi kalau enggak sekarang?

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.