Ketika sedang menyelesaikan sebuah naskah tentunya setiap penulis buku memiliki kendalanya masing-masing. Tidak jarang di tengah perjalanan menulis tersebut kemudian penulis merasa bosan sehingga tidak dapat mengeluarkan idenya secara optimal. Hal ini tentu juga akan menghambat proses penyelesaian naskah atau deadline yang sudah ditentukan sebelumnya.

Maka jika Anda ingin produktif dalam menulis harus bisa mengatasi berbagai kendala yang ada. Banyak penulis pemula yang akhirnya menjadikan kendala ini sebagai alasan untuk tidak menyelesaikan naskahnya. Banyak hal yang bisa Anda lakukan ketika kebosanan saat menulis itu datang, menemukan cara Anda sendiri untuk mengatasinya bisa menjadikan Anda sebagai penulis yang semakin berkualitas.

Mengesampingkan Masalah Pribadi

Seorang penulis buku yang baik tidak akan mencampurkan perasaan dari masalah pribadinya saat sedang menulis. Sebaiknya Anda mengesampingkan terlebih dahulu berbagai masalah yang sedang dihadapi. Sehingga cobalah untuk fokus pada perasaan yang harus dibangun dalam naskah yang sedang ditulis. Cara ini akan membantu Anda lebih optimal saat menulis buku dan menghambat rasa bosan. Jika Anda melibatkan perasaan dari masalah yang sedang dihadapi maka pikiran Anda akan lebih cepat bosan dan lelah.

Istirahat Sebentar

Ketika Anda merasa bosan maka itu adalah tAnda dari pikiran untuk mencari inspirasi lain dan sudah tidak bisa berpikir secara optimal untuk menuliskan ide yang ada di pikiran. Solusinya adalah tinggalkan sebentar naskah yang sedang Anda tulis untuk beristirahat. Anda bisa melakukan hal lain yang membantu menyegarkan pikiran misalnya membaca buku, menikmati kopi atau teh, dan berjalan-jalan sebentar.

Jauhkan Smartphone Anda

Sebaiknya jauhkan atau bahkan matikan smartphone Anda untuk sementara waktu. Dengan begitu Anda tidak akan terganggu dengan keinginan membuka ponsel meskipun hanya untuk mengecek pesan atau sosial media. Godaan dari smartphone ini akan membuat Anda lebih cepat bosan untuk menulis dan memilih mencari kesenangan lain sepert membuka media sosial atau mengirim pesan chat pada teman.

Ekspresikan Emosi Anda

Kejenuhan adalah sebuah emosi yang memang butuh untuk diluapkan. Maka ketika Anda merasakannya akan lebih baik jika diluapkan. Anda bisa mengekspresikannya dengan berbagai cara misalnya menuliskan semua perasaan yang dirasakan tanpa memikirkan tata bahasa dan aturan lainnya atau Anda bisa mengatakan perasaan tersebut. Sehingga setelah emosinya sudah diekspresikan maka akan ada perasaan lega dan pikiran Anda juga menjadi lebih segar untuk kembali menulis. Setiap penulis buku tentu memiliki caranya sendiri untuk mengekspresikan kejenuhannya.

Mencoba Keluar Jalur Sebentar

Seorang penulis tentu kegiatannya tidak jauh dari menulis dan membaca, kegiatan yang dilakukan secara terus-menerus ini tentunya akan menimbulkan rasa bosan. Maka untuk menghilangkannya Anda bisa mencoba melakukan kegiatan lain seperti menonton film, karaoke, mendengarkan musik, datang ke konser, atau bahkan datang ke pameran.

Membuat Tantangan Untuk Diri Sendiri

Anda bisa mencoba untuk memberikan tantangan pada diri sendiri selama menulis. Misalnya saja dengan cara menyisipkan puisi dalam naskah atau membuat tokoh cerita fiksi yang berbeda dari gaya Anda biasanya. Tantangan seperti ini akan memacu Anda untuk mencoba berbagai hal baru dalam seni menulis.

Anda harus terus menemukan cara baru agar kebosanan saat menulis bisa diatasi dengan baik. Penulis buku yang hebat bukannya tidak pernah bosan untuk menulis tetapi mereka mampu menjawab tantangan dan mengatasi kendala saat menulis terutama kebosanan.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.