Apa yang ada di pikiranmu ketika menonton film thriller? Film It, misalnya. Hmm … anak-anak yang hilang secara misterius? Seorang penjahat yang menyamarkan diri sebagai badut dan meneror anak-anak? Sama halnya pada film, genre thriller pada sebuah buku, terutama novel juga memiliki jalan cerita yang dipenuhi adegan-adegan demikian.

Thriller adalah salah satu genre cerita yang memiliki banyak penggemar. Teka-teki misterius dari penjahat yang begitu kejam dan cerdas membuat kita para pembaca tulisan thriller begitu menikmati sensasi ketegangan yang tertulis dalam naskah. Tentu dalam membuat dan melahirkan naskah thriller tidak mudah. Nah, untuk kamu yang ingin menulis naskah thriller, berikut ini ada tujuh tahapan yang perlu kamu ketahui untuk menulis naskah thriller.

  1. Seorang protagonis yang cerdas, menyenangkan, tetapi kompleks

Tokoh protagonis memang tokoh yang menggambarkan sesuai dengan pandangan dan harapan pembaca. Biasanya, tokoh protagonis digambarkan dengan watak yang baik, cerdas, dan menyenangkan. Akan tetapi, dalam naskah thriller alangkah lebih baik jika tokoh protagonis memiliki sisi yang kompleks dan misterius. Ini akan membuat pembaca tertarik dan bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya pada tokoh protagonis tersebut.

  1. Seorang penjahat yang menakutkan, gigih, dan berkomplot

Bukan naskah thriller jika tidak ada penjahatnya. Penggambaran tokoh penjahat juga perlu dibuat yang menakutkan, gigih, dan berkomplot. Seorang penjahat yang memiliki komplotan ini bisa membuatmu mengembangkan misteri yang lebih beragam karena terdapat lebih dari satu penjahat.

Sumber: kapanlagi.com

  1. Masalah/rintangannya berkonsep

Sebelum mengeksekusi naskahnya, kamu perlu membuat gambaran mengenai masalah yang akan terjadi dalam cerita. Konsepkan misteri-misteri antartokoh hingga pikirkan juga mengenai ending atau pengungkapan misteri tersebut. Perhatikan alurnya dengan saksama, buat konsepnya secara runtut.

  1. Konflik terkait lainnya dan ketegangan yang ditumbulkan

Cerita thriller akan lebih seru jika terdapat lebih dari satu konflik. Antarkonflik tersebut bisa kamu tarik benang merahnya sehingga berkaitan dan membuat pembaca menebaknya. Selain itu, cerita thriller dikenal dengan banyak ketegangan yang muncul dari konflik atau intrik dalam cerita. Ketegangan ini bisa kamu ciptakan saat proses tokoh utama yang sedang mencoba lari dari kejaran penjahat atau penggambaran suasana saat terjadi pembajakan pesawat oleh teroris.

  1. Karakter pendukung yang menarik dan unik, biasanya di kedua sisi

Karakter pendukung adalah karakter dalam cerita yang bukan menjadi fokus dari jalannya cerita utama. Karakter ini muncul hanya sebagai karakter minor. Dalam hal ini, kamu bisa menciptakan karakter pendukung dari sisi protagonist maupun sisi penjahatnya.

  1. Pertarungan terakhir yang besar dan dekat antara protagonis dan penjahat

Sebelum mengakhiri cerita, kamu bisa membuat bagian cerita yang mengisahkan bagaimana tokoh protagonis dalam cerita melawan penjahat dalam menyelesaikan permasalahannya. Tambahkan bumbu-bumbu ketegangan agar lebih menarik.

  1. Beberapa kejutan atau pengungkapan misteri

Salah satu hal yang menjadi kunci sebuah cerita thriller bisa menjadi cerita yang menarik adalah bagaimana cara penulis mengungkapkan misteri dalam cerita yang bisa menimbulkan emosi pembaca yang beragam. Selain itu, perlu juga resolusi yang memuaskan dengan adanya kejutan atau twist akhir. Dan semua pertanyaan utama dalam cerita terjawab.

 

Sensasi menegangkan dan menyeramkan saat membaca cerita thriller memang terasa nyata karena meski kita sudah selesai membacanya, tetapi efek dari cerita tersebut masih terus terngiang-ngiang dalam pikiran. Dengan begitulah cerita dan tulisan tersebut bisa berkesan bagi pembaca. Pengemasan cerita yang baik sangat membantu mewujudkan agar tulisanmu berkesan.

 

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.