Sumber: divedigital.id

Sebuah karya selalu memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri dari penulisnya. Karya-karya tersebut mampu memberikan kehangatan dan inspirasi bagi penulis itu sendiri maupun pembacanya. Namun, tidak semua penulis dikenal oleh banyak orang ketika dia masih hidup. Beberapa penulis justru dikenal setelah mereka tiada. Berkat tulisannya yang luar biasa, namanya melambung tinggi, bahkan ada yang mendapat penghargaan. Tercatat dalam sejarah, terdapat 4 penulis perempuan yang karyanya terkenal setelah tiada.

Siapa saja kira-kira? Yuk, simak!

 

Emily Dickinson

Sumber: lifehack.com

Emily Dickinson yang memiliki nama lengkap Emily Elizabeth Dickinson merupakan penyair dari Amerika. Selama hidupnya dia lebih dikenal sebagai tukang kebun daripada penyair. Setelah meninggal, karya-karyanya ditemukan oleh saudara perempuannya dan diterbitkan secara massal. Hingga saat ini, karyanya telah dikenal luas oleh banyak orang karena telah dikenalkan sejak di bangku sekolah.

Anne Frank

Sumber: adl.org

Anne Frank adalah seorang remaja yang menjadi saksi bisu Perang Dunia II. Keadaan waktu itu diceritakan oleh Anna Frank ketika berada di penampungan melalui buku hariannya. Buku harian yang ditinggalkannya usai tiada ditemukan oleh ayahnya, kemudian disusun dan diterbitkan. Buku harian yang sekarang dikenal dengan judul The Diary of a Young Girl pernah ditolak 15 penerbit buku sebelum akhirnya booming hingga tercetak lebih dari 30 juta eksemplar.

Sylvia Plath

Sumber: themarginalian.org

Sylvia Plath adalah penulis pertama yang menerima hadiah Nobel Sastra Anumerta. Sayangnya, dia tidak merayakan kebahagiaan tersebut karena sudah tiada kala itu. Tulisan-tulisannya yang menyuarakan tentang kematian diekspresikan secara nyata. Pemikirannya selama hidup telah tertuang dalam The Unabridged Journal of Sylvia Plath yang sudah dipublikasikan sejak tahun 2002.

Jane Austen

Sumber: companhiadasletras.com

Semasa hidupnya, Jane Austen bisa dibilang sebagai penulis yang produktif. Akan tetapi, dahulu dia tidak menuliskan namanya pada buku-buku yang ditulis karena kehidupan di era itu melarang perempuan menandatangani kontrak. Nama Jane Austen baru dikenal khalayak ramai sejak tahun 1869, setelah 52 tahun dia meninggal berkat karya keponakan laki-lakinya. Karyanya hingga saat ini sudah dinikmati oleh jutaan pembaca, bahkan diangkat menjadi film dan series.

 

Nah, itulah 4 penulis perempuan yang terkenal setelah tiada. Mereka adalah contoh bahwa sebuah karya selalu memberikan keharuman bagi penulisnya sampai kapan pun. Apakah kamu akan menulari keharuman mereka melalui karyamu?

Yuk, tulis karyamu dan bekerja sama dengan jasa menulis buku. Waktu adalah harta yang berharga. Jadi, jangan buang-buang waktu untuk segera berkarya.

Selamat mencoba!

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping