Ada beberapa jenis buku pedoman yang biasa digunakan untuk anak sekolah maka memahami beda buku ajar dan modul pembelajaran. Membedakan antara keduanya akan sangat penting apalagi jika Anda akan menulis buku untuk digunakan di sekolah. Ada ciri khusus yang dimiliki keduanya dan perlu untuk dipahami dengan baik. Sehinga nantinya akan lebih mudah bagi Anda saat melakukan penyusunan buku tersebut.

Mengerti Tentang Buku Ajar

Untuk bisa mengerti beda buku ajar dan modul pembelajaran maka Anda harus mengetahui ciri-cirinya terlebih dahulu. Buku pegangan siswa ini digunakan untuk membantu memudahkan kebutuhan mengajar baik untuk guru maupun siswanya. Isi dari buku ini berisikan pengetahuan dasar dan materi yang berkaitan untuk disampaikan oleh masing-masing guru. Sehingga para siswa akan mendapatkan penjelasan dasar dari bukunya yang dilengkapi oleh penjelasan tambahan dari guru yang mengajar.

Ciri-ciri buku pegangan siswa yang harus Anda ketahui dengan baik adalah sebagai berikut.

  • Sifatnya digunakan untuk memberikan perspektif baru bagi para siswa agar lebih kritis terhadap materi yang akan disampaikan
  • Buku ini akan digunakan sebagai media yang akan membantu siswa bisa melakukan proses belajar secara mandiri karena memang waktu pembelajaran di kelas yang masih kurang, sehingga siswa harus bisa belajar mandiri di rumah
  • Harus ditulis dengan cara yang sederhana dan mudah untuk dipahami oleh siswa saat mempelajarinya sendiri. Materinya harus jelas dan tegas sehingga tidak menimbulkan kesalahan persepsi atau pemahaman
  • Jika Anda menulis buku ini maka isi konten atau materi yang ada di dalamnya harus benar-benar relevan dengan kurikulum terbaru yang masih berlaku
  • Buku ini harus bisa mendorong motivasi belajar dari para siswa untuk mau belajar tanpa harus selalu diberikan instruksi

Modul Untuk Siswa

Pelengkap buku atau pegangan materi untuk siswa adalah modul pelajaran. Modul ini harus dibuat dengan materi yang singkat dan memiliki materi evaluasi. Sehingga nantinya dengan penggunaan modul yang tepat akan membantu ketercapaian kompetensi pelajaran secara mandiri dan lebih optimal. Tentunya jika dikembangkan dengan baik modul ini akan memberikan bantuan yang optimal untuk keseluruhan proses pembelajaran.

Hal yang terpenting adalah dalam modul ini harus bisa dipelajari secara mandiri dan tujuannya adalah untuk meningkatkan kesempatan untuk para siswa bisa maju dan berkembang berdasarkan kemampuannya sendiri. Selain itu daya informasi yang diberikan dalam modul tersebut haruslah kuat sehingga harus benar-benar dipertimbangkan dengan baik. Hal ini yang menjadi beda buku ajar dan modul pembelajaran untuk diperhatikan dengan baik.

Mulai dari unsur asosiasi, urutan bahan pelajaran, hingga struktur bukunya harus disusun sebaik mungkin sehingga nantinya para siswa akan mampu mempelajarinya secara spontan. Adanya penggunaan modul ini juga dapat memberikan kesempatan bagi para siswa untuk melakukan proses pembelajaran secara lebih aktif lagi. Sehingga nantinya para siswa dan guru tentunya juga akan lebih mudah dalam memaksimalkan proses pembelajaran.

Jadi saat Anda menyusun antara buku atau modul pastikan semua ciri tersebut sudah terpenuhi dengan baik. Proses penyusunan tidak bisa hanya melengkapi materi tetapi harus dipikirkan dampak ke depannya bagi para siswa juga. Dengan mengetahui dan memahami beda buku ajar dan modul pembelajaran maka akan lebih mudah bagi Anda untuk bisa menyelesaikan perangkat pembelajaran yang lebih berkualitas untuk digunakan sebagai pedoman pembelajaran di sekolah oleh para siswa.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.