Sumber: www.pexels.com

Hidup pada zaman serba canggih seperti saat ini membuat kita semakin ingin dimudahkan dari berbagai sisi. Memilih hal-hal yang praktis dan cenderung instan kini sudah seperti kebiasaan, bahkan untuk bacaan pun demikian. Sumber bacaan yang dulunya adalah buku cetak, kini mulai bergeser ke buku digital. Namun, bukan berarti peminat buku cetak sudah punah loh, ya! Peminat buku cetak juga masih bertebaran kok, toko buku dan perpustakaan yang masih kokoh berdiri dengan pengunjung yang silih berganti adalah bukti nyata bahwa buku cetak juga masih oke sampai saat ini.

Ngomong-ngomong soal buku cetak dan digital, memang apa sih bedanya? Kalau dari segi fisik, kita semua sudah tahu lah ya, tetapi masih ada perbedaan-perbedaan lainnya, loh.

Sensasi yang berbeda

Kalau kamu penggemar buku cetak, pasti kamu akan sangat setuju jika ada orang yang berpendapat bahwa buku cetak memiliki bau kertas yang khas. Selain itu, ada sensasi menyentuh kertas secara langsung yang tidak dapat kita temui ketika membaca buku digital. Sensasi seperti inilah yang menjadikan feel membaca buku semakin mantap. Mengingat buku digital dikemas pada tampilan gawai, membuat feel membaca jadi kurang nendang, kesannya seperti membaca artikel, atau bahkan membaca caption media sosial.

Segi kepraktisan

Berbicara soal kepraktisan maka jelas juaranya adalah buku digital. Hanya dengan membawa satu gawai kita sudah bisa menghimpun banyak buku. Selain itu, kemudahan membawa buku digital membuat kita bisa membacanya di mana pun dan kapan pun. Berbeda dengan buku cetak yang memakan tempat dan cenderung ribet jika membawanya terlalu banyak.

Harga

Menyinggung soal harga buku, pasti kebanyakan dari kita akan berpendapat bahwa buku cetak lebih mahal harganya karena adanya biaya untuk kertas, tinta, proses cetak, dan sebagainya. Namun dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, membuat harga buku digital mulai setara dengan buku cetak. Hal ini karena fasilitas yang ditawarkan, seperti adanya audio, animasi, video, dan sebagainya. Bahkan, ada juga buku yang dibuat dengan memanfaatkan jasa ghostwriter sehingga menambah biaya dalam proses produksi buku.

Kesehatan Mata

Membaca buku cetak menjadi sebuah pilihan tepat bagi kamu yang ingin menjaga matamu agar tetap sehat. Dengan membaca buku cetak, mata kita akan berhadapan dengan kertas sehingga meskipun berjam-jam membaca, mata tidak terasa cepat lelah. Berbeda dengan buku digital yang mengharuskan kita melihat pada layar gawai yang memiliki sinar sehingga membuat mata kita lekas penat karena pantulan sinar radiasi gawai.

Ramah lingkungan

Buku digital sudah pasti menjadi juara untuk poin ini karena lebih ramah lingkungan. Buku digital tidak perlu menggunakan kertas, tinta, dan mesin cetak. Sementara buku cetak sudah pasti memanfaatkan itu semua. Melambungnya kebutuhan kertas untuk kebutuhan pembuatan buku akan berdampak pada lingkungan, terutama pohon. Mungkin saat ini sudah mulai banyak inovasi pembuatan kertas dari bahan baku selain serbuk pohon, tetapi inovasi-inovasi ini masih belum bisa menggeser bahan baku serbuk pohon untuk pembuatan buku.

 

Itulah deretan perbedaan buku cetak dan buku digital. Kamu lebih cenderung suka yang mana? Salah satu atau keduanya? Enggak masalah mau pilih buku cetak ataupun digital karena kini sudah banyak penerbit yang menerbitkan keduanya, seperti penerbit buku Malang, penerbit buku Jogja, dan sebagainya. Tinggal kamu sesuaikan aja mana yang lebih cocok buat kamu.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.