Sumber: pixabay.com

 

Kamu tentu pernah melihat novel yang tertera tulisan “Berdasarkan Kisah Nyata” atau “Based on True Story” pada sampulnya. Bagaimana kesanmu terhadap buku-buku jenis itu? Apakah jadi tertarik untuk membacanya?

Sebagian orang tertarik membaca buku berdasarkan kisah nyata karena merasa kejadian yang disampaikan lebih realistis. Selain itu, buku berdasarkan kisah nyata juga dianggap lebih memantik empati pembaca karena fenomena yang diangkat terasa dekat.

Nah, jika kamu termasuk penggemar novel berdasarkan kisah nyata dan ingin coba menuliskan ceritamu sendiri, berikut ada beberapa tips yang dapat kamu praktikkan.

 

Menentukan Writing Goal

Sebelum hendak mulai menulis apa pun, kamu perlu menentukan yang namanya writing goal atau tujuan menulis. Ibarat kapal, writing goal adalah nakhoda yang mengantarkanmu sampai di tujuan. Apa jadinya jika kapal berlayar tanpa nakhoda? Besar kemungkinan kapal tidak akan melaju. Atau kalaupun melaju, kapal akan terombang-ambing di tengah laut tanpa arah dan tujuan yang jelas.

Begitu pun dengan menulis novel. Kamu perlu menentukan apa tujuan hendak menulis karya tersebut: apakah untuk berbagi pengalaman, untuk menyampaikan pesan kehidupan, atau untuk sekadar menuangkan isi kepala. Apabila kisah yang kamu buat berdasarkan kisah nyata, lebih baik diberi muatan pesan/hikmah secara eksplisit maupun implisit agar dapat diambil pelajaran oleh pembaca.

Sumber: pixabay.com

Mencatat Urutan Plot Kejadian 

Novel terdiri atas berbagai plot kejadian yang saling berkesinambungan. Yang membedakan novel fiksi 100% dengan novel berdasarkan kisah nyata adalah referensi kejadian dalam plot cerita. Pada novel berdasarkan kisah nyata, kejadian yang disampaikan berasal dari peristiwa sungguhan. 

Ketika kamu sudah menentukan sebuah peristiwa yang akan ditulis, selanjutnya buatlah daftar kejadian dari peristiwa tersebut. Jangan asal pilih kejadian hanya karena dianggap menarik, tetapi pilihlah kejadian yang memiliki keterkaitan. Tujuannya agar ada satu plot tunggal yang terbentuk dari rangkaian kejadian tersebut.

 

Menyusun Outline

Outline berisi kerangka atau garis besar isi novelmu nantinya. Dengan menyusun outline, kamu jadi ada bayangan ingin buat alur novel dari awal sampai akhir yang bagaimana. Meskipun ketika proses eksekusi tidak selalu mengikuti outline sepenuhnya, tetapi outline dapat mengantisipasi “kemacetan” di tengah proses menulis akibat kehabisan ide. 

Nah, pada novel berdasarkan kisah nyata, outline yang kamu susun bisa berangkat dari daftar kejadian yang telah kamu buat sebelumnya. Tinggal mainkan saja bagaimana alur yang kamu inginkan, apakah alur maju, mundur, atau campuran. Variasi alur ini perlu kamu pikirkan masak-masak agar pengemasan kisah dalam novel tidak monoton.

Sumber: pixabay.com

 

Menambahkan Diksi untuk Memperindah Isi

Salah satu unsur yang menciptakan keindahan pada karya sastra adalah diksi atau pilihan kata. Diksi ibarat bumbu yang membuat novel lebih lezat disantap. Ketika kamu menulis novel berdasarkan kisah nyata, jangan ragu untuk menggunakan diksi-diksi sesuka hati selagi sesuai konteks. 

Beberapa kalangan terlalu terpaku dengan tag “berdasarkan kisah nyata” sehingga takut menambahkan unsur yang tidak sesuai kejadian sebenarnya, termasuk takut memakai diksi sastrawi. Padahal, mau bagaimana pun sebuah karya sastra dibuat seperti kejadian aslinya, ia tetaplah tulisan fiksi yang perlu mempertimbangkan estetika. Maka dari itu, pilihlah diksi yang tepat tanpa mengurangi esensi cerita, juga tanpa melebih-lebihkan isi cerita. 

Itulah empat tips untuk menulis novel berdasarkan kisah nyata yang bisa dicoba. Kamu juga dapat menggunakan jasa menulis buku profesional apabila mempunyai referensi kisah yang fantastis, tetapi kesulitan menuangkannya dalam wujud novel. Siapa tahu kisahmu itu akan dipinang oleh penerbit buku Malang atau penerbit lain kemudian menjadi best seller. Who knows?

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.