Sumber: bengkuluekspress.rakyatbengkulu.com

 

Kendati namanya sudah melambung tinggi di konstelasi kepenulisan buku anak, pamor Ali Muakhir belum setenar penulis fiksi remaja yang menguasai jagat perbukuan nusantara. Namun, popularitas tidak menjadi tujuan Ali Muakhir dalam berkarya. Kebermanfaatan dan dedikasi lebih ia pilih melampaui ketenaran dan royalti.

Ali Muakhir, akrab dipanggil Kang Alee. Ia adalah seorang penulis buku anak yang telah mempublikasikan ratusan cerita dalam berbagai genre. Bahkan ia pernah mendapatkan rekor MURI berkat capaiannya dalam kepenulisan buku anak, lho! Wow, keren sekali, bukan?

Yuk, simak perjalanan Ali Muakhir selama meniti langkah dalam dunia kepenulisan! Dijamin kamu akan terinspirasi.

 

Berawal dari Puisi di Majalah

Ali Muakhir mengawali minat menulisnya dengan mengirimkan puisi ke salah satu majalah di Semarang. Kala itu tahun 1989, Ali masih duduk di bangku SMP. Awalnya, ia hanya iseng mengirim tulisan, eh ternyata berhasil dimuat.

Ali pun senang bukan main karyanya memperoleh apresiasi dan ia dapat bonus honor meskipun saat itu jumlahnya tidak seberapa. Ali kian giat menulis hingga menjadi “langganan” kontributor cerita maupun puisi di media seperti Majalah Bobo, Majalah Aneka, Majalah Gadis, dan sebagainya.

 

Mencintai Dunia Anak

Sumber: minanews.com

Bagi Ali, masa paling menyenangkan dalam hidupnya adalah ketika anak-anak. Ali memandang dunia anak sebagai ruang imajinasi yang menakjubkan. Anak-anak juga lebih mudah menerima nasihat baik karena mereka masih polos. Inilah salah satu alasan mengapa kemudian Ali memutuskan untuk fokus ke kepenulisan cerita anak.

 

Menciptakan Ratusan Buku Anak

Ali termasuk penulis nusantara yang masih produktif hingga sekarang. Meskipun proses kreatif di balik terbitnya satu buku tidak mudah, Ali menekuninya sembari terus melakukan riset bahan untuk memperkaya kualitas tulisannya. Ketekunan ini berbuah manis, tercatat pada tahun 2009 ia telah menghasilkan 300 buku anak. Jumlah ini masih terus bertambah hingga kini.

 

Mendapat Rekor MURI

Ali Muakhir tak pernah menyangka jika rangkaian kisah yang ia torehkan pada buku anak ciptaannya akan mengantarkan pada rekor MURI 2009. Ia dianugerahi rekor tersebut karena menjadi penulis buku anak yang telah melahirkan 300 karya. Melangsir dari Bengkulu Ekspres (2013), Ali bahkan menjadi salah satu penulis buku anak paling produktif dalam berkarya. Sebuah pencapaian yang tidak mudah, mengingat butuh konsistensi untuk bisa sampai di titik tersebut.

 

Buku Anak Fenomenal Karya Ali Muakhir

Sumber: perpus.tasikmalaya.kab.go.id

Apa saja tuh karya-karya Ali Muakhir sampai membuatnya terkenal? Nah, jadi banyak sekali buku anak yang dirilis dan dipublikasikan oleh Ali Muakhir. Pastinya ditulis sendiri, ya, tanpa bantuan jasa menulis buku. Beberapa di antaranya, seperti Joko Kendil (2009), Membelah Lautan: Cerita Nabiku (2000), Aku Bisa Wudhu Sendiri (2009), Bawang Merah, Bawang Putih (2007), Ramuan Eyang Sinyo (2004), Si Peniup Seruling (2009), dan masih banyak lagi.

 

Pada masa yang semakin modern ini, eksistensi buku anak semakin tergempur oleh arus teknologi yang berkembang kian pesat. Padahal, memperkenalkan bacaan bermanfaat pada anak sejak dini bisa memupuk kebiasaan positif, termasuk memudahkan penyampaian nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita.

Semoga Ali Muakhir dan para penulis buku anak lain tetap melanjutkan produktivitasnya dalam melahirkan bacaan kaya nilai bagi anak-anak. Ghostwriter Malang maupun daerah lain juga bisa turut berkontribusi menciptakan buku anak yang sarat pesan-pesan kebaikan.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.