Sumber: liputan6.com

 

Siapa yang tak mengenal Alberthiene Endah? Penulis biografi terkenal yang sudah malang melintang menulis buku biografi tokoh-tokoh besar di Indonesia. Sebut saja Ani Yudhoyono, Jokowi, Chrisye, Titiek Puspa, Ciputra, dan sebagainya. Gokilnya, semua karya yang pernah ia tulis itu, menjadi karya best seller!

Kira-kira apa ya, yang membuat karya-karya Alberthiene Endah atau AE bisa populer, menarik, dan ditunggu-tunggu banyak pembaca? Kamu yang mungkin ingin mengikuti jejaknya, pasti penasaran! Supaya enggak penasaran lagi, kita intip tips menulis dari Alberthiene Endah di sini, yuk!

Jangan Berjarak dengan Narasumber

Kamu sudah tahu kan, sebagai penulis buku biografi kamu harus melakukan wawancara terlebih dulu dengan narasumber untuk memperoleh data. Nah, kunci sukses menulis buku biografi menurut AE juga dipengaruhi oleh kemampuan dalam menggali cerita ketika melakukan wawancara dengan narasumber.

Jangan sekali-kali menemui narasumber dalam keadaan pikiran yang blank! Browsing data tokoh sebanyak-banyaknya. Seorang penulis biografi harus sekreatif mungkin untuk memancing narasumber bercerita terkait kisah hidupnya. Namun, pastikan juga kisah-kisah yang telah narasumber sampaikan aman untuk ditulis dan dibaca publik, ya!

Memiliki Kepekaan Hati

Jangan  hanya peka terhadap perasaan pasangan! Kamu juga harus peka terhadap perasaan narasumber. Menurut AE, salah satu poin penting bagi penulis buku biografi adalah kemampuan menelusuri isi hati narasumber, seperti memahami kesedihan dan kepedihan yang dialami oleh narasumber.

Diakui AE bahwa tanpa kepekaan hati, sebuah buku biografi akan cenderung kering dan hanya menjadi urutan kronologis hidup tokoh. Jadi, pastikan kamu peka terhadap perasaan narasumber agar tulisan yang kamu hasilkan nantinya juga mampu menyentuh perasaan pembaca.

Memiliki Visi dan Standard Karya

Bagi AE, saat menulis buku biografi seorang penulis harus memiliki visi dan standard bahwa buku yang dihasilkan harus bisa mengungkap kisah-kisah “seru” dalam hidup narasumbernya. Hal yang membuat buku biografi hidup adalah ketika seorang penulis mampu menonjolkan bagaimana proses kehidupan narasumber berkembang from nothing to something.

Memiliki Jiwa Pengejar Pesan

AE menekankan bahwa buku biografi bukanlah kumpulan data dan CV seorang narasumber yang dipanjang-panjangkan. Melainkan bagaimana cara seorang penulis menyampaikan pesan di balik setiap kisah yang dimiliki oleh narasumber. Dengan begitu, buku biografi tidak hanya berisi kumpulan lembar kertas dengan tulisan di dalamnya, tetapi juga memberikan insight yang berkesan bagi setiap pembaca.

Totalitas, Dedikasi, dan Disiplin

Sebagai penulis biografi, AE adalah orang yang selalu mengupayakan totalitas, dedikasi, dan disiplin yang tinggi, lho! Enggak heran, ya kalau karya-karyanya menjadi best seller. Nah, hal inilah yang harus kamu tiru ketika menulis sebuah karya. Totalitas dan disiplin dalam proses menggali data maupun menulis, yang tak kalah penting juga berdedikasi untuk menyebarkan kebaikan.

Haus dalam Upgdrade Diri

Penulis yang juga pernah berprofesi sebagai jurnalis ini menekankan bahwa seorang penulis harus selalu haus akan upgrade diri. Ketika kamu sudah berhasil menulis sebuah buku biografi, kamu harus tetap melakukan upgrade diri agar karya yang kamu tulis semakin baik.        Upgrade diri bisa kamu lakukan dengan banyak membaca, berdiskusi, dan mengikuti seminar-seminar kepenulisan.

 

Bagi kamu yang ingin menjadi penulis buku biografi seperti AE, semoga tulisan ini membantu kamu dalam menghasilkan tulisan biografi yang bagus, ya! Saat menulis buku biografi kamu bisa bekerja sama dengan sebuah penerbitan sebagai seorang penyedia jasa menulis buku.

Ketika menekuni profesi ini, kamu akan menyandang gelar sebagai ghostwriter. Sebuah profesi yang menjanjikan dalam hal ekonomi karena bayaran yang akan didapat biasanya terbilang fantastis! Namun, kualitas dan pengalaman tetap menjadi penentunya ya! Selamat belajar!

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.