Dalam menuliskan sebuah naskah buku memang selalu dibutuhkan perjuangan yang besar, tidak semudah itu untuk kemudian menjadi penulis hebat dunia. Penolakan demi penolakan tentunya pernah dialami oleh para penulis dunia sebelum akhirnya mereka bisa menghasilkan karya terbaik yang mendunia dan dikenal begitu banyak orang.

Setiap perjuangan yang tanpa henti sudah tentu akan membuahkan hasil dan terbukti pada penulis dunia yang meskipun sudah mengalami jatuh bangun tetapi terus berusaha berkarya. Hingga namanya dikenal dunia, mereka tetap tidak berhenti untuk mengusahakan karya terbaik di bidang menulis. Salah satu yang kisah hidupnya cukup berliku adalah Ernest Hemingway. Bahkan sejak kecil berbagai tantangan harus dihadapinya.

Paksaan Saat Kecil Hingga Tertarik Pada Dunia Maskulinitas

Ibu dari Ernest Hemingway sangat terobsesi untuk memiliki anak kembar pada saat itu. Hingga akhirnya Ernest sering dipakaikan gaun kecil yang sama dengan milik kakak perempuannya. Kemudian sang ibu memanggil mereka dengan sebutan “boneka Belanda yang manis” untuk memenuhi fantasi memiliki anak kembar. Ernest pun memiliki panggilan khusus dari ibunya yaitu Ernestine kecil.

Ketika Ernest mulai beranjak dewasa ternyata paksaan dari ibunya tersebut tidak lantas membuatnya menjadi perubah secara kepribadian. Justru Ernest tertarik dengan maskulinitas di masa dewasanya. Hingga kemudian sebelum menjadi penulis hebat dunia dia memulai dengan menjadi reporter di Kansas City Star dan merasa di sana akan mendapatkan kesempatan mempelajari bisnis penulisan.

Ikut Serta Dalam Perang

Ernest sempat menjadi relawan Palang Merah Prancis dengan menjadi ambulans untuk pasukan Amerika. Pada tahun 1918, Ernest diserang dengan hujanan peluru dari mortir Austria saat sedang mengunjungi tentara Italia. Ernest mengalami luka pada beberpaa bagian tubuh seperti kulit kepala, tangan, lutut, hingga kakinya. Pengalaman ini dia tuliskan dalam salah satu karya terbaiknya yaitu A Farewell to Arms.

Sekembalinya dari perang Ernest berniat untuk menikahi seorang perawat yang dikaguminya yaitu Agnes von Kurowsky. Namun sayang, sang perawat sudah dinikahi oleh perwira Italia hingga membuat Ernest merasa patah hati. Akhirnya pada tahun 1920 , Ernest bertemu dan menemukan tambatan hati yang kemudian menjadi istrinya yaitu Hadley Richardson. Hadley juga yang membantu Ernest untuk mengembangkan bakatnya menulisnya hingga menjadi penulis hebat dunia.

Kisah Cinta Membuahkan Karya

Pada masa keemasan karier Ernest sebagai penulis hebat dunia dia menulis The Sun Also Rise and Men Without Women yang akhirnya mendominasi budaya Paris. Namun akhirnya, pernikahan dengan Hadley harus berakhir. Setelah itu, Ernest menikah lagi dengan Pauline Pfeiffer. Pada tahun 1939, pernikahan itu juga harus berakhir dan Ernest melarikan diri ke Havana. Isi hati Ernest yang begitu tersakiti disampaikannya dalam bentuk karya yaitu A Moveable Feast.

Sepanjang hidupnya, Ernest juga sempat mendatangi beberapa lokasi perang untuk meliput kondisi di sana. Ia juga sempat memerangi fasisme di Spanyol dan datang ke China untuk meliput perang Sino-Jepang. Menjadi seorang penulis dan reporter memang seakan sudah mendarah daging dalam diri Ernest.

Mendapatkan Penghargaan Nobel

Pada tahun 1954, setelah perang dunia kedua, Ernest mendapatkan kehormatan tertinggi sastra dalam penghargaan nobel. Penganugerahan ini diberikan pada Ernest karena keberaniannya dan adanya gaya penulisan yang akhirnya membentuk seni narasi modern. Hal ini dibuktikan pada karyanya yang berjudul The Old Man and the Sea.

Tahun 1960-an kesehatan Ernest mulai menurun karena menderita hepatitis. Selain itu, Ernest juga melakukan terapi untuk mengatasi paranoia dan kegelisahan. Namun kecenderungan untuk bunuh diri masih tinggi. Hingga akhirnya pada tahun 1961 Ernest menembak dirinya sendiri dengan senapan kesayangannya.

Semasa hidupnya Ernest sudah menghasilkan tujuh karya novel dan bertempur dalam tiga perang. Tentunya perjuangan dan kontribusinya dalam dunia sekitar sangatlah besar, bahkan masuk ke medan perang juga bukan sebuah keputusan yang mudah untuk diambil. Terlepas dari segala hal yang kurang baik dalam kehidupan Ernest, tetapi dari pengalamannya Anda bisa belajar bahwa dari sebuah kesedihan pun tetap bisa menjadi sebuah karya yang membawa namanya menjadi penulis hebat dunia.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.