Sumber: detik.com

Sejak di bangku sekolah kita sudah dikenalkan dengan yang namanya kamus. Apalagi bagi kalian yang saat ini sedang bekerja di jasa menulis buku, kamus berasa seperti pasangan. Tidak lengkap jika beraktivitas tanpa kamus.

Ngomong-ngomong, kamus sudah ada sejak abad ke-17, loh. Ada dua nama besar yang mengawali penyusunan kamus, yaitu Samuel Johnson (1709-1784) dan Noah Webster (1758-1843). Wah, sudah lama sekali, ya.

Dikutip dari jurnal UPN “Veteran” Jatim, Johnson merupakan ahli bahasa dari Inggris yang membuat “Dictionary of the English Language” pada tahun 1755. Kamus bahasa Inggris ini terdiri atas dua volume. Kemudian pada tahun 1828, Webster pertama kali membuat kamus “An American Dictionary of the English Language” di Amerika yang juga terdiri atas dua volume. Selanjutnya, pada tahun 1884 diterbitkan “Oxford English Dictionary”, terdiri atas 12 volume.

Nah, seiring berjalannya waktu otomatis kamus terus diperbarui, dong. Jadi, saat ini kamus makin banyak jenisnya. Apa aja ya kira-kira? Yuk, cari tahu sama-sama!

Berdasarkan Penggunaan Bahasa

Kamus dapat dibedakan dari satu atau lebih bahasa yang digunakan sehingga dibagi menjadi tiga jenis, yaitu ekabahasa, dwibahasa, dan aneka bahasa.

Pertama, kamus ekabahasa merupakan kamus yang menggunakan satu bahasa, contohnya seperti KBBI. Kedua, kamus dwibahasa merupakan kamus yang menggunakan dua bahasa, contohnya seprti Kamus Inggris-Indonesia. Ketiga, kamus aneka bahasa atau biasa dikenal multibahasa merupakan kamus yang menggunakan tiga bahasa atau lebih, contohnya seperti Kamus Indonesia-Inggris-Korea.

Jadi, semua kamus disesuaikan dengan bahasa sasarannya.

Berdasarkan Ukuran

Kita sering menjumpai kamus dengan ukuran yang berbeda. Namun, perbedaan ukuran itu bergantung dari tujuan dan informasi yang akan dicapai oleh hadirnya kamus tersebut. Maka dari itu, ada kamus besar dan kamus terbatas.

Kamus besar merupakan kamus yang membahas semua kosakata hingga tata bahasa yang digunakan. Masing-masing kata dijelaskan secara lengkap maknanya. Bukan hanya maknanya saja, bahkan ejaan sampai kebiasaan penggunaannya juga dijabarkan. Contohnya seperti Kamus Oxford English Dictionary.

Jelas berbeda dengan kamus besar, kamus terbatas merupakan kamus yang membahas beberapa kata saja. Kata-kata yang dimasukkan dibatasi berdasarkan tema yang diambil, begitu juga maknanya. Contohnya seperti kamus saku atau kamus pelajar yang berukuran kecil, hanya memuat kata-kata dasar ataupun telah disesuaikan dengan kebutuhan kamus itu dipakai.

Berdasarkan Isi

Kamus juga dibedakan dari isinya sehingga dibagi menjadi dua yaitu kamus umum dan kamus khusus. Kamus umum merupakan kamus yang membahas kata-kata yang sudah biasa digunakan dalam bahasa sehari-hari. Bisa dikatakan kamus yang menampung berbagai keilmuan, contohnya seperti Kamus Umum Bahasa Indonesia.

Lain lagi dengan kamus khusus, kamus ini merupakan kamus yang membahas kata-kata tertentu. Kata-kata yang dimuat dibatasi oleh suatu bidang ilmu tertentu yang akan dibahas, contohnya seperti Kamus Peribahasa.

 

Oke. Itu tadi sedikit penjelasan tentang jenis-jenis kamus. Gimana? Sudah tahu bedanya? Kamus emang berjasa ya buat manusia. Dari sana kita dimudahkan untuk mengetahui makna dari suatu kata dan bahasa lain yang ingin kita pelajari.

Kamu juga bisa loh turut serta untuk memudahkan orang lain melalui kamus versimu. Kamu tinggal membuat kamus dwibahasa ataupun kamus khusus lalu buat kerja sama dengan penerbit, jadi deh. Banyak kok penerbit yang mau membantumu. Kalau bisa cari penerbit buku yang sekota, ya. Tinggal klik aja Penerbit Buku Yogyakarta, Penerbit Buku Malang, dan sebagainya.

Selamat berkarya!

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.