Sumber: www.liputan6.com

 

Sepertinya semua orang pernah mendengar nama William Shakespeare, si pujangga dari Avon. Penulis hebat dengan berbagai karya besarnya yang seakan tak lekang oleh waktu. Contohnya saja kisah Romeo Juliet, Hamlet, Macbeth, dan sebagainya. Banyak orang yang ingin menjadi Shakespeare-Shakespeare selanjutnya, bahkan mungkin kamu juga termasuk salah satunya, bukan? Lalu, bagaimana sih caranya agar kamu mampu mengikuti jejak pujangga dari Avon ini? Berikut beberapa tips menulis ala Shakespeare yang bisa kamu coba.

 

Tulis Kejadian maupun Karakter Nyata

Tulis kejadian yang pernah kamu alami atau tentang seseorang yang memang ada di kehidupanmu. Kamu juga bisa meminjam plot dari buku lain. Misalnya, dari buku penerbit buku Malang favoritmu atau buku yang sedang populer dan digandrungi banyak orang. Jangan hanya terpaku pada impian membuat kisah bombastis. Kisah yang belum ada sebelumnya memang menarik. Namun, terkadang yang dibutuhkan pembacamu adalah plot cerita sederhana. Plot cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mampu membuat mereka merasa senasib dengan kisah-kisah yang kamu ciptakan.

 

Beri Sedikit Keajaiban

Berilah keajaiban dalam kisah-kisahmu. Jangan takut untuk memunculkan tokoh fiksi, seperti seorang penyihir, peri, maupun berbagai tokoh ajaib lainnya. Pada kehidupan sehari-hari tokoh tersebut memang mungkin tidak pernah ada. Namun, bila diselipkan dalam sebuah kisah, akan mampu menambah sisi menarik dari kisah-kisahmu. Mengembangkan imajinasi para pembacamu akan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Seperti Shakespeare yang memunculkan peran seorang penyihir jahat dalam kisah Macbeth.

 

Bersenang-Senanglah dengan Bahasa

Bahasa tidak melulu kaku, kamu juga bisa bersenang-senang dengan bahasa. Jangan takut untuk menciptakan kosa kata atau ungkapan baru. Berbagai ungkapan baru dalam kisahmu justru akan mampu membuat kisah lebih menarik. Selain itu, hal tersebut juga bisa menjadi ciri khasmu. Terutama bila kamu adalah seorang ghostwriter, ungkapan khas darimu bisa menjadi ciri atau identitas dari setiap karya yang kamu ciptakan. Selain itu, akan menjadi hal menarik yang mampu membuat orang tertarik dan memilihmu untuk membantu menuliskan karya mereka.

 
Jangan Takut Membunuh Karaktermu

Membunuh karaktermu bukanlah hal yang harus dihindari. Kisah dengan akhir bahagia memang kisah yang menyenangkan. Namun, jangan takut untuk membunuh satu, dua, atau bahkan empat belas karakter sekaligus. Terkadang sebuah kisah lebih mampu mendapatkan hati dari para pembaca atau lebih mampu menyampaikan pesan di baliknya karena ada karakter yang kamu bunuh. Bahkan, karakter yang kamu bunuh juga tidak melulu karakter sekunder, tetapi juga bisa karakter utama seperti dalam kisah Romeo Juliet.

 

Itulah empat tips menulis ala William Shakespeare yang bisa kamu coba dalam menulis kisah-kisahmu. Jangan takut menjadi berbeda dengan penulis lain, jangan takut bila kisahmu sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Buka imajinasimu, kembangkan kisahmu sekreatif mungkin. Bisa jadi hal itu yang akan menjadi identitas dirimu dan nantinya mampu membuatmu menjadi seorang penulis atau ghostwriter terkenal.

Bagikan Ke:
Leave a Reply

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.